Akurat

Ini 7 Langkah Pembangunan Berkelanjutan dalam Pandangan Nabi Muhammad SAW

Lufaefi | 22 Januari 2024, 10:10 WIB
Ini 7 Langkah Pembangunan Berkelanjutan dalam Pandangan Nabi Muhammad SAW

AKURAT.CO Pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu tema debat cawapres yang keempat yang digelar pada Minggu (21/1/2024) di JCC Senayan, Jakarta.

Dalam Islam pembangunan berkelanjutan bukanlah konsep baru, bahkan Rasulullah Muhammad SAW, sebagai pemimpin umat Islam, telah memberikan contoh nyata dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa prinsip yang dapat diambil dari ajaran dan tindakan Rasulullah terkait pembangunan berkelanjutan:

Keseimbangan Ekonomi dan Sosial:

Rasulullah menerapkan prinsip distribusi kekayaan yang adil dengan memberikan perhatian khusus kepada kaum fakir dan yatim piatu. Beliau mengajarkan pentingnya berbagi sumber daya untuk menciptakan masyarakat yang seimbang secara ekonomi dan sosial.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam secara Bijak:

Rasulullah mengajarkan umatnya untuk menjaga alam dan sumber daya alam. Pencemaran lingkungan dan eksploitasi alam dilarang, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menekankan perlunya menjaga keseimbangan ekosistem.

Baca Juga: 7 Nilai-Nilai Islam dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Pendidikan dan Pengetahuan:

Rasulullah sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan. Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan merupakan landasan kuat untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

Keadilan dan Kesejahteraan:

Rasulullah mendukung konsep keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Prinsip ini dapat diimplementasikan dalam struktur sosial dan ekonomi yang memastikan hak-hak semua individu terpenuhi.

Pertanian dan Keberlanjutan:

Rasulullah mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan, seperti diversifikasi tanaman dan pemeliharaan tanah yang baik. Ini mencerminkan kepedulian terhadap keberlanjutan sistem agrikultural.

Perdagangan yang Adil:

Rasulullah memberikan panduan tentang perdagangan yang adil dan transparan, melibatkan aspek etika dan kejujuran dalam berbisnis. Prinsip ini memastikan bahwa pembangunan ekonomi berlangsung secara adil dan berkelanjutan.

Baca Juga: Begini Kondisi Kepemimpinan Umat Islam Pasca Wafatnya Rasulullah SAW

Pemberdayaan Perempuan:

Rasulullah memperjuangkan hak-hak perempuan dan memberikan peran yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Pemberdayaan perempuan dianggap sebagai faktor penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.

Melalui ajaran dan tindakan Rasulullah, umat Islam dapat mengambil inspirasi untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan dengan menggabungkan nilai-nilai agama dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.