Akurat

7 Sifat Pemimpin yang Tidak Disukai oleh Rasulullah SAW, Salah Satunya Suka Merendahkan Orang Lain

Fajar Rizky Ramadhan | 9 Januari 2024, 17:53 WIB
7 Sifat Pemimpin yang Tidak Disukai oleh Rasulullah SAW, Salah Satunya Suka Merendahkan Orang Lain

AKURAT.CO Rasulullah Muhammad SAW adalah panutan bagi umat Islam dan telah memberikan pedoman tentang kepemimpinan yang baik.

Dalam ajaran Islam, terdapat sifat-sifat yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin agar dapat memberikan kepemimpinan yang adil dan berkeadilan.

Sebaliknya, ada beberapa sifat pemimpin yang tidak disukai oleh Rasulullah SAW. Berikut 7 di antara sifat pemimpin yang tidak disukai Rasulullah:

1. Ketidakadilan:

Rasulullah SAW menekankan pentingnya keadilan dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin yang tidak adil, yang memihak kepada golongan tertentu tanpa alasan yang jelas, tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Baca Juga: 7 Strategi Rasulullah Membuat Pertahanan Kuat di Madinah, Patut Dicontoh Para Calon Presiden

 

2. Kesombongan dan Merendahkan orang lain:

Kesombongan dan rasa superioritas yang berlebihan tidak dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW mencontohkan kepemimpinan yang rendah hati dan tidak merendahkan orang lain.

 

3. Ketidakjujuran:

Pemimpin yang tidak jujur tidak dapat diandalkan. Rasulullah SAW menekankan pentingnya kejujuran dalam segala hal, termasuk dalam tindakan dan perkataan seorang pemimpin.

 

4. Ketidakpedulian terhadap Rakyat:

Rasulullah SAW selalu memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan umatnya. Pemimpin yang tidak peduli terhadap rakyatnya, tidak memperhatikan aspirasi dan kebutuhan mereka, bertentangan dengan ajaran yang diterima.

 

5. Tyranny (Kekerasan dan Tirani):

Rasulullah SAW menentang keras penggunaan kekuatan secara berlebihan atau penindasan terhadap rakyat. Pemimpin yang menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu tidak mendapatkan restu dalam ajaran Islam.

Baca Juga: Viral Video Jarwo Kwat Peluk Chatheez, Begini Hukum Menyentuh Wanita Bukan Mahram dalam Perspektif Islam

 

6. Ketidakadilan dalam Distribusi Kekayaan:

Pemimpin seharusnya memastikan distribusi kekayaan yang adil di antara rakyatnya. Rasulullah SAW mengecam pemimpin yang membiarkan kesenjangan sosial dan ekonomi yang tidak adil.

 

7. Ketidaktaatan pada Prinsip-prinsip Moral:

Rasulullah SAW mendorong pemimpin untuk menjaga moralitas dalam kepemimpinan. Tindakan immoril atau pelanggaran etika oleh seorang pemimpin dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Meneladani sifat-sifat kepemimpinan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dapat membentuk pemimpin yang adil, jujur, dan bertanggung jawab. Sebaliknya, menghindari sifat-sifat yang tidak disukai oleh Rasulullah dapat membentuk kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.