AKURAT.CO Rasulullah Muhammad SAW adalah panutan bagi umat Islam dan telah memberikan pedoman tentang kepemimpinan yang baik.
Dalam ajaran Islam, terdapat sifat-sifat yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin agar dapat memberikan kepemimpinan yang adil dan berkeadilan.
Sebaliknya, ada beberapa sifat pemimpin yang tidak disukai oleh Rasulullah SAW. Berikut 7 di antara sifat pemimpin yang tidak disukai Rasulullah:
1. Ketidakadilan:
Rasulullah SAW menekankan pentingnya keadilan dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin yang tidak adil, yang memihak kepada golongan tertentu tanpa alasan yang jelas, tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Baca Juga: 7 Strategi Rasulullah Membuat Pertahanan Kuat di Madinah, Patut Dicontoh Para Calon Presiden
2. Kesombongan dan Merendahkan orang lain:
Kesombongan dan rasa superioritas yang berlebihan tidak dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW mencontohkan kepemimpinan yang rendah hati dan tidak merendahkan orang lain.
3. Ketidakjujuran:
Pemimpin yang tidak jujur tidak dapat diandalkan. Rasulullah SAW menekankan pentingnya kejujuran dalam segala hal, termasuk dalam tindakan dan perkataan seorang pemimpin.
4. Ketidakpedulian terhadap Rakyat:
Rasulullah SAW selalu memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan umatnya. Pemimpin yang tidak peduli terhadap rakyatnya, tidak memperhatikan aspirasi dan kebutuhan mereka, bertentangan dengan ajaran yang diterima.
5. Tyranny (Kekerasan dan Tirani):
Rasulullah SAW menentang keras penggunaan kekuatan secara berlebihan atau penindasan terhadap rakyat. Pemimpin yang menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu tidak mendapatkan restu dalam ajaran Islam.
Baca Juga: Viral Video Jarwo Kwat Peluk Chatheez, Begini Hukum Menyentuh Wanita Bukan Mahram dalam Perspektif Islam
6. Ketidakadilan dalam Distribusi Kekayaan:
Pemimpin seharusnya memastikan distribusi kekayaan yang adil di antara rakyatnya. Rasulullah SAW mengecam pemimpin yang membiarkan kesenjangan sosial dan ekonomi yang tidak adil.
7. Ketidaktaatan pada Prinsip-prinsip Moral:
Rasulullah SAW mendorong pemimpin untuk menjaga moralitas dalam kepemimpinan. Tindakan immoril atau pelanggaran etika oleh seorang pemimpin dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Meneladani sifat-sifat kepemimpinan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dapat membentuk pemimpin yang adil, jujur, dan bertanggung jawab. Sebaliknya, menghindari sifat-sifat yang tidak disukai oleh Rasulullah dapat membentuk kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.