Fase Baru dalam Pertempuran Palestina-Israel: Tentara Zionis Siapkan Strategi Lebih Tepat Sasaran

AKURAT.CO Pasukan Israel Defense Force (IDF) umumkan rencana terkini pada Kamis, (4/1/2024), mengenai pelaksanaan fase baru dalam peperangan dengan Palestina dengan sejumlah perubahan strategi dan sistem penyerangannya.
Dikutip dari Reuters pada Sabtu (6/1/2024), rencana perubahan sistem perang ini disampaikan Yoav Gallant, menteri pertahanan Israel, yang menyebut pihaknya telah menyiapkan strategi penyerangan yang lebih tepat sasaran di bagian utara Palestina serta terus berupaya menangkap para pimpinan Hamas di wilayah selatan.
“Di Wilayah utara Jalur Gaza, kami akan melakukan transisi ke pendekatan tempur baru sesuai dengan pencapaian militer di lapangan,” jelas Gallant dalam pernyataannya mengenai sejumlah prinsip pada fase baru pelaksanaan perang.
Gallant juga mengatakan bahwa di dalam sistemnya nanti operasi ini akan meliputi penggerebekan, penghancuran terowongan, serangan udara dan darat, serta operasi pasukan khusus.
Sementara di bagian selatan Palestina, dimana saat ini wilayah tersebut menjadi tempat tinggal bagi sebagian besar penduduk Gaza, pasukan IDF tetap akan beroperasi untuk menyelamatkan para sandera dari warga Israel serta melenyapkan pimpinan Hamas.
Dalam pernyataanya, Gallant juga menyebut bahwa, saat perang berakhir, Hamas akan kehilangan kekuasaanya di Gaza dan Israel akan mendapatkan kebebasan operasionalnya.
Disisi lain, hadirnya fase baru peperangan ini mulai dijalankan Israel dengan menarik ribuan pasukannya dari jalur Gaza. Langkah ini dibuat bukan untuk menghentikan perang, melainkan sebagai rencana awal mempersiapkan tentara IDF untuk menghadapi perubahan strategi perang.
“Perang tidak akan berhenti. Ini adalah awal dari mode operasi yang berbeda,” ungkap Shlomo Brom, pensiunan brigadir jenderal IDF, dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu (6/1/2024).
Penarikan tentara IDF ini juga disebabkan adanya tekanan yang diberikan Amerika Serikat, sebagai sekutu Israel, yang meminta serangan untuk Palestina diberikan dengan intensitas lebih rendah untuk meminimalisir korban sipil.
Nantinya keputusan menarik ribuan pasukan IDF ini juga memungkinkan tentara cadangan Israel untuk kembali menjalani kehidupan sipilnya dan bekerja seperti semula, yakni sebelum munculnya tekanan untuk berkontribusi dalam operasi tempur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









