Masjid Dirar dibangun pada masa kehidupan Nabi Muhammad SAW, selama periode di Madinah. Namun, meskipun tampak sebagai tempat ibadah, masjid ini menyimpan niat jahat.
Sejarawan Islam mencatat bahwa masjid ini dibangun oleh sekelompok munafik (orang-orang munafik), yang menginginkan tempat ibadah baru untuk merencanakan dan mengadakan kegiatan anti-Islam.
Baca Juga: Asal Muasal Ayyamul Bidh, Puasa Sunnah Tiga Hari yang Setara Berpuasa Sebulan Lamanya
Ketika Nabi Muhammad SAW mengetahui niat jahat di balik pembangunan masjid ini, beliau mengambil langkah tegas untuk mengatasi situasi tersebut.
Nabi memerintahkan untuk membongkar masjid tersebut, dan tindakan ini menggambarkan betapa seriusnya Islam dalam menjaga kebersihan dan kemurnian dalam praktik ibadah.
Tindakan Nabi Muhammad SAW untuk membongkar Masjid Dirar mengajarkan umat Islam pentingnya menjaga kesucian niat dalam beribadah. Sejarah masjid ini juga menjadi peringatan tentang bahaya nifaq (kemunafikan) dalam masyarakat Muslim.
Baca Juga: Keutamaan Sosok Ibu dalam Islam
Dengan pembongkaran Masjid Dirar, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa Islam tidak hanya tentang ritual ibadah fisik, tetapi juga tentang kebersihan hati dan niat yang tulus dalam beribadah kepada Allah SWT.
Sejarah Masjid Dirar menjadi bagian integral dari perjalanan awal Islam dan memainkan peran penting dalam membentuk prinsip-prinsip moral dan spiritual umat Muslim.