Tafsir Surah As-Saff Ayat 2: Ucapan dan Tindakan Seorang Pemimpin Harus Sesuai

AKURAT.CO Pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab untuk memimpin dan mengarahkan orang lain.
Pemimpin memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kemajuan suatu kelompok atau organisasi. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memiliki integritas dan konsistensi dalam ucapan dan tindakannya.
Ucapan pemimpin yang tidak sesuai dengan tindakannya akan menimbulkan rasa keidakpercayaan, rakyat akan sulit mempercayai pemimpin yang ucapannya tidak sesuai dengan tindakannya. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya dukungan rakyat terhadap pemimpin tersebut.
Baca Juga: Bunuh Diri Bukan Solusi untuk Menghindari Masalah, Muslim Wajib Ingat!
Hal ini seperti dalam firman Allah SWT dalam surah As- Saff ayat 2, sebagai berikut:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
Yā ayyuhallażīna āmanụ lima taqụlụna mā lā taf'alụn
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”
Mengutip dari laman Ibnukatsir.com, tafsir Ibnu Katsir menjelaskan ayat Ini merupakan pengingkaran terhadap orang yang menjanjikan sesuatu janji atau mengatakan sesuatu, lalu ia tidak memenuhinya.
Oleh karena itulah maka ada sebagian dari ulama Salaf yang berpendapat atas dalil ayat ini bahwa diwajibkan bagi seseorang menunaikan apa yang telah dijanjikannya secara mutlak tanpa memandang apakah yang dijanjikannya itu berkaitan dengan kewajiban ataukah tidak.
Mereka beralasan pula dengan hadis yang disebutkan di dalam kitab Sahihain, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّث كَذَبَ، إِذَا وَعَد أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Artinya: Pertanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berjanji ingkar, apabila berbicara dusta dan apabila dipercaya khianat.
Baca Juga: Gimmick Politik Kampanye Menurut Islam: Hindari Pencitraan yang Identik dengan Kemunafikan
Saat ini, banyak orang yang dengan semangat mendorong orang lain untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan perilaku yang salah, tetapi mereka sendiri tidak mengikuti nasihat yang mereka sampaikan.
Selain itu, banyak pemimpin yang menyerukan untuk meberantas korupsi. Namun, nyatanya mereka juga terlibat dalam praktik korupsi.
Kesenjangan antara kata dan tindakan ini merusak kepercayaan masyarakat dan menimbulkan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan yang seharusnya menjadi teladan dalam mempraktikkan nilai-nilai yang mereka anjurkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









