Akurat

Bunuh Diri Bukan Solusi untuk Menghindari Masalah, Muslim Wajib Ingat!

Fahri Hilmi | 13 Desember 2023, 14:54 WIB
Bunuh Diri Bukan Solusi untuk Menghindari Masalah, Muslim Wajib Ingat!

AKURAT.CO, Terjadinya konflik dan ujian yang berat merupakan bagian dari kehidupan manusia di dunia. Namun untuk menghadapinya, manusia kerap menyerah bahkan memilih mengakhiri penderitaan dengan bunuh diri sebagai jalan pintas dari setiap masalah di hidupnya.

Solusi dari permasalahan hidup dalam Islam tidak akan didapatkan seseorang dengan melakukan bunuh diri, sebagaimana perilaku ini dilarang dan menjadi dosa besar bagi pelakunya yang tidak sabar dan tidak berserah dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.

ن جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   : كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ بِهِ جُرْحٌ، فَجَزِعَ، فَأَخَذَ سِكِّينًا فَحَزَّ بِهَا يَدَهُ، فَمَارَقَأَ الدَّمُ حَتَّى مَاتَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: بَادَرَنِي عَبْدِي بِنَفْسِهِ، حَرَّمْتُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ

Baca Juga: Bunuh Diri dalam Islam: Dosa Besar dan Siksa Akhirat Bagi Pelakunya

Artinya: “Dari Jundub bin Abdullah, dia berkata: Rasûlullâh SAW bersabda: “Dahulu ada seorang laki-laki sebelum kamu yang mengalami luka, lalu dia berkeluh kesah, kemudian dia mengambil pisau, lalu dia memotong tangannya. Kemudian darah tidak berhenti mengalir sampai dia mati. Allâh Azza wa Jalla berfirman: “HambaKu mendahuluiKu terhadap dirinya, Aku haramkan surga baginya”. (HR. Al-Bukhari, no. 3463).

Dalam menjalani kehidupan, penting bagi seorang muslim untuk bersikap tawakal, bersabar, dan mengedepankan keimanan dalam menjalani nikmat, ujian, maupun musibah, yang seluruhnya merupakan ketetapan Allah SWT bagi kehidupan manusia di dunia.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 51, berikut:

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ 

Qul lay yushîbanâ illâ mâ kataballâhu lanâ, huwa maulânâ wa ‘alallâhi falyatawakkalil-mu’minum

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad): “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. At-Taubah: 51).

Bersamaan dengan ayat tersebut, Allah SWT menjelaskan bahwa setiap ujian yang diberikanNya, senantiasa diiringi dengan kemudahan dan solusi, sehingga manusia tidak boleh berputus asa dari rahmat dan bantuan Allah SWT.

Baca Juga: 4 Jenis Nafkah Mantan Suami kepada Anak dan Istrinya Setelah Cerai dalam Islam, Suami Wajib Mengerti!

Perintah ini banyak dijelaskan Allah SWT dalam firman-firmanNya, salah satunya dalam surat Az-Zumar ayat 53:

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًاۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Qul ya ‘ibâdiyalladzîna asrafû ‘alâ anfusihim lâ taqnathû mir raḫmatillâh, innallâha yaghfirudz-dzunûba jamî‘â, innahû huwal-ghafûrur-rahiim

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53).

Berdasarkan dalil-dalil dan penjelasan tersebut, maka bunuh diri hanya akan mendatangkan kerugian dan siksa bagi manusia, baik di dunia dan akhirat, sehingga bukan merupakan pilihan untuk mengatasi masalah dan ujian hidup, melainkan dengan berserah dan meminta bantuan kepada Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Fahri Hilmi
Lufaefi
Editor
Lufaefi