Akurat

Selingkuhan dengan Teman Sekantor Tak Hanya Rusak Moral, tapi Juga Dosa Besar

Fajar Rizky Ramadhan | 24 Juli 2025, 07:00 WIB
Selingkuhan dengan Teman Sekantor Tak Hanya Rusak Moral, tapi Juga Dosa Besar

AKURAT.CO Fenomena perselingkuhan di lingkungan kerja kini bukan sekadar isu internal rumah tangga atau etika perusahaan—ia telah menjelma menjadi ancaman moral yang menggerogoti nilai-nilai sosial dan agama secara terbuka.

Tidak sedikit rumah tangga yang hancur akibat hubungan gelap antara rekan kerja yang semula hanya "teman ngobrol di kantor".

Bahkan, sebagian orang membenarkan perbuatannya dengan alasan merasa “diperhatikan”, “nyambung secara emosional”, atau “lebih dimengerti daripada pasangan di rumah”.

Namun dalam perspektif Islam, hubungan semacam ini bukan hanya pelanggaran etika, tapi juga termasuk dalam kategori dosa besar. Selingkuh, dalam bentuk apapun, adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah pernikahan, sekaligus bukti lemahnya iman terhadap peringatan Allah.

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan larangan untuk mendekati perbuatan zina:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra’: 32)

Larangan ini tidak hanya meliputi perzinaan secara fisik, tetapi mencakup segala aktivitas yang mengarah kepada hubungan tidak halal: obrolan yang menggoda, tatapan berlebihan, menyimpan rasa suka secara diam-diam, hingga berduaan dengan rekan kerja yang bukan mahram dalam suasana yang tidak perlu.

Lingkungan kerja yang intens dan kompetitif seringkali menciptakan kedekatan emosional antar karyawan. Di sinilah iman harus menjadi filter. Jika tidak, godaan untuk curhat personal, saling perhatian, atau mencari pelarian dari masalah rumah tangga akan menjelma menjadi ikatan tak halal yang berbahaya.

Baca Juga: Viral! Sister Hong Menyamar Jadi Wanita dan Berhubungan Seksual dengan Sesama Pria, Ini Hukumnya Menurut Islam

Rasulullah ﷺ memberikan peringatan tegas:

ما خلا رجل بامرأة إلا كان الشيطان ثالثهما

"Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat (berduaan) dengan seorang wanita, melainkan yang ketiganya adalah setan." (HR. Tirmidzi)

Kata "khalwat" di sini bukan hanya berarti berada di ruangan tertutup, tetapi juga kondisi komunikasi intens dan privat yang menutup ruang kontrol sosial. Artinya, sekalipun berada di ruang publik seperti kantor, jika komunikasi sudah melewati batas wajar dan mengandung syahwat, maka setan sudah ikut bermain di dalamnya.

Selingkuh dengan teman sekantor juga merusak sistem moral organisasi. Ia memicu rasa tidak nyaman antar rekan kerja lain, menciptakan konflik kepentingan, hingga mencoreng citra profesionalisme.

Lebih jauh lagi, dampaknya bisa meluas ke lingkungan sosial, bahkan menjadi penyebab utama perceraian yang menyisakan luka bagi anak-anak dan keluarga.

Islam sangat menjunjung tinggi institusi keluarga dan kesucian hubungan suami-istri. Allah memerintahkan untuk menjaga pandangan dan kehormatan diri:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya'; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An-Nur: 30)

Pesan ini bukan hanya untuk laki-laki, tapi juga perempuan beriman di tempat kerja. Islam mengajarkan bahwa menjaga batas bukan bentuk kekolotan, tapi bentuk perlindungan diri dari dosa dan kehancuran sosial.

Di akhir zaman, banyak yang memandang dosa dengan ringan hanya karena tidak langsung terlihat akibatnya. Padahal, setiap langkah menuju selingkuh akan ditulis dan dipertanggungjawabkan. Ingat, dosa bisa tertutupi dari mata manusia, tapi tidak dari pandangan Allah.

Baca Juga: Ramai Kasus Selingkuh dengan Teman Sekantor, Hati-Hati Dosa Besar!

Bagi siapa pun yang sedang tergoda atau sudah terjebak dalam hubungan gelap dengan rekan kerja, pintu taubat selalu terbuka. Segera berhenti, perbaiki diri, dan minta ampun kepada Allah.

Jangan tunggu aib terbuka atau kehormatan hancur baru sadar. Karena kehancuran moral bisa diperbaiki, tapi dosa di hadapan Allah hanya bisa ditebus dengan taubat yang sungguh-sungguh.

Selingkuh itu bukan soal cinta, tapi soal hilangnya rasa takut kepada Allah. Maka, kembalilah sebelum semuanya terlambat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.