Dosa Besar Aparat yang Gunakan Cara Brutal saat Atasi Demonstrasi

AKURAT.CO Demonstrasi merupakan salah satu bentuk aspirasi masyarakat dalam menyampaikan pendapatnya. Dalam konteks negara modern, aksi ini bahkan dijamin oleh konstitusi selama dilakukan secara damai.
Namun, sejarah sering kali mencatat bahwa aksi demonstrasi berakhir dengan kekerasan, bukan karena tindakan peserta semata, melainkan karena aparat yang mengatasi aksi tersebut menggunakan cara-cara brutal.
Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sangat menekankan larangan berbuat zalim, terlebih jika dilakukan oleh pihak berkuasa terhadap rakyat yang seharusnya mereka lindungi.
Dalam Al-Qur’an, Allah dengan tegas melarang perbuatan zalim dalam bentuk apa pun. Firman-Nya:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
Artinya: Dan janganlah sekali-kali engkau mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah hanya menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (QS. Ibrahim: 42).
Baca Juga: Doa untuk Negeri agar Dijauhkan dari Pemimpin yang Zalim
Ayat ini menegaskan bahwa setiap tindakan zalim, sekecil apa pun, tidak akan luput dari pengawasan Allah. Apalagi kezaliman yang dilakukan aparat negara terhadap rakyat yang lemah.
Menggunakan cara-cara brutal seperti memukul, menembak gas air mata secara sembarangan, atau bahkan melukai demonstran yang tidak bersenjata termasuk kezaliman yang berat dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Rasulullah SAW juga memperingatkan dalam sebuah hadis:
اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
Artinya: Takutlah kalian terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doa itu dengan Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa berbahayanya kedudukan orang yang menzalimi. Ketika aparat menggunakan cara brutal dan menindas rakyat, mereka bukan hanya melukai fisik, tetapi juga hati, yang berpotensi melahirkan doa-doa dari orang terzalimi. Dan doa tersebut memiliki kedudukan istimewa, karena langsung sampai kepada Allah tanpa penghalang.
Lebih jauh, kezaliman aparat tidak hanya dosa individu, tetapi juga berakibat sosial. Ia merusak kepercayaan masyarakat terhadap hukum, menciptakan rasa takut, dan menyuburkan kebencian terhadap otoritas. Padahal, tugas utama aparat adalah menjaga keamanan dan melindungi rakyat, bukan menambah penderitaan mereka.
Dalam konteks ini, kezaliman aparat bisa termasuk ke dalam kategori dosa besar. Imam al-Dzahabi dalam kitab al-Kabair memasukkan kezaliman sebagai salah satu dosa besar, karena dampaknya sangat luas dan menimbulkan kerusakan. Kekerasan aparat terhadap demonstran damai adalah bentuk nyata dari kezaliman itu.
Allah juga memperingatkan dalam firman-Nya:
وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ
Artinya: Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. (QS. Asy-Syu’ara: 227)
Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa setiap bentuk kezaliman, termasuk kekerasan aparat kepada rakyat, akan berbuah kebinasaan bagi pelakunya, baik di dunia maupun akhirat.
Baca Juga: Doa untuk Negeri agar Dijauhkan dari Perpecahan dan Kekacauan
Maka, aparat harus selalu ingat bahwa tugas mereka adalah amanah, bukan kesempatan untuk menunjukkan kekuasaan secara sewenang-wenang.
Menghadapi demonstrasi dengan cara brutal bukan hanya menciderai hak asasi manusia, tetapi juga mencatatkan dosa besar di sisi Allah. Jalan terbaik adalah mengedepankan dialog, kesabaran, dan penggunaan cara-cara yang proporsional.
Dengan demikian, Islam menempatkan aparat yang zalim sebagai pihak yang sangat dicela. Doa orang-orang yang terzalimi akan menjadi saksi, dan kezaliman yang dilakukan atas nama kekuasaan tidak akan pernah dibiarkan tanpa balasan dari Allah.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa
- 10Prabowo: Kesejahteraan Jangan Hanya Jadi Slogan, Penghasilan Rakyat Harus Meningkat Nyata








