Akurat

5 Keutamaan Menafkahi Keluarga Beserta Dalilnya, Patut Diteladani Para Suami Hebat

Fahri Hilmi | 14 November 2023, 12:58 WIB
5 Keutamaan Menafkahi Keluarga Beserta Dalilnya, Patut Diteladani Para Suami Hebat

AKURAT.CO, Dalam Islam, menafkahi keluarga bukan hanya menjadi kewajiban bagi seorang kepala keluarga, melainkan turut diiringi dengan keutamaan dan pahala yang besar bagi pelakunya.

Menafkahi keluarga merupakan ajaran Islam yang sanagat mulia.

Kewajiban menafkahi keluarga ini dijelaskan Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 233:

وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَاۚ

Wa ‘alal-maulûdi lahû rizquhunna wa kiswatuhunna bil-ma‘rûf, Lâ tukallafu nafsun illâ wus‘ahâ,

Artinya: “ Dan kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya.” (QS. Al-Baqarah: 233).

Baca Juga: Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 54: Orang-orang Palestina Yang Wafat Terbunuh Oleh Israel Ternyata Tidak Mati

Berdasarkan ayat tersebut, Allah SWT menetapkan kewajiban bagi seorang ayah untuk mampu memenuhi kebutuhan keluarganya dari sisi pangan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Disisi lain, kewajiban ini juga diiringi dengan keringanan bahwa pemenuhan nafkah keluarga disesuaikan dengan kemampuan orang tersebut. Sebagaimana setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda-beda, baik yang berkecukupan, sederhana, maupun kekurangan.

Bersamaan dengan perintah ini, Allah SWT menetapkan ganjaran yang besar bagi seorang muslim yang menjalankan kewajiban dalam memenuhi nafkah keluarganya, diantaranya:

  1. Memberi Nafkah Adalah Sedekah Terbaik

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, bahwa setiap nafkah yang dikeluarkan untuk keluarga akan bernilai sedekah bagi pelakunya.

وقد قال صلى الله عليه و سلم ما أنفقه الرجل على أهله فهو صدقة وإن الرجل ليؤجر في اللقمة يرفعها إلى في امرأته

“Rasulullah SAW bersabda: “Nafkah yang diberikan seorang kepala rumah tangga kepada keluarganya bernilai sedekah. Sungguh, seseorang diberi ganjaran karena meski sesuap nasi yang dia masukkan ke dalam mulut keluarganya”,” (HR Muttafaq alaih).

  1. Dicintai Allah SWT

Selain itu, Allah SWT juga mencintai hamba-hambanya yang menjalankan perintahNya untuk memenuhi nafkah keluarganya. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, dimana Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga: Tafsir Mimpi Jika Bermimpi Melaksanakan Ibadah Haji Di Tanah Suci

إن الله يحب الفقير المتعفف أبا العيال

(artinya): “Allah menyukai orang fakir yang apik dan yang menjadi tulang punggung keluarganya” (HR Ibnu Majah).

  1. Memberi Nafkah Lebih Baik Dari Berjihad

Dalam sebuah hadits dijelaskan: “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW memberikan pengajaran berharga tentang keutamaan berinfak dan menafkahi keluarga. Beliau bersabda:

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِك

(artinya): “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi)” (HR. Muslim no. 995).

  1. Jaminan Masuk Surga

Allah SWT juga menjanjikan balasan surga bagi hamba-hambaNya yang mengurus nafkah keluarganya dengan baik. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

من عال ثلاث بنات فأدبهن وزوجهن وأحسن إليهن فله الجنة

(artinya): “Siapa saja yang mengasuh tiga putri, lalu mendidik mereka, mengawinkan, dan memperlakukan tiga putrinya itu dengan baik, maka ia berhak mendapat surga” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dari Abu Sa'id).

  1. Menghilangkan Dosa

Salah satu keutamaan lain dari memberikan nafkah keluarga yakni sebagai cara menghilangkan doa. Dalam sebuah hadits dijelaskan:

عن رسول الله صلى الله عليه و سلم أنه قال من الذنوب ذنوب لا يكفرها إلا الهم بطلب المعيشة

“Rasulullah SAW bersabda “Dari sekian dosa terdapat jenis dosa yang tidak dapat ditebus kecuali dengan kebimbangan untuk mencari penghidupan (keluarga)’” (HR At-Thabarani, Abu Nu'aim, dan Al-Khatib).

Wallahu A'lam.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Fahri Hilmi
Lufaefi
Editor
Lufaefi