Akurat

Mengenal Mazhab Syiah Dan Karakternya Dalam Islam

Thony H | 1 September 2023, 16:52 WIB
Mengenal Mazhab Syiah Dan Karakternya Dalam Islam

AKURAT.CO, Secara bahasa, kata "Syiah" (bahasa Arab: شيعة) berasal dari akar kata "Shi'ah", yang berarti "pengikut" atau "pendukung". Dalam konteks Islam, istilah "Syiah" mengacu pada kelompok-kelompok yang mengikuti atau mendukung pemimpin-pemimpin tertentu dalam sejarah Islam, terutama Imam-imam yang mereka yakini sebagai pemimpin yang terpilih secara ilahi dan keturunan dari Nabi Muhammad SAW.

Secara istilah, "Syiah" merujuk pada salah satu dari dua mazhab utama dalam Islam, yaitu Mazhab Syiah. Mazhab ini memiliki keyakinan yang berbeda dalam hal kepemimpinan dan suksesi dalam umat Islam dibandingkan dengan Mazhab Sunni, yang merupakan mazhab utama lainnya dalam Islam.

Mazhab Syiah meyakini bahwa Imam-imam adalah pemimpin yang memiliki otoritas ilahi dan keturunan yang diwariskan secara langsung dari Nabi Muhammad, sementara Mazhab Sunni lebih menekankan pemilihan pemimpin melalui konsensus komunitas Muslim (ijma) atau pemilihan oleh syura (konsultasi).

Baca Juga: Stafsus Menag Sesalkan Langkah Walikota Bandung Resmikan Gedung Dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah

Jadi, secara bahasa, "Syiah" berarti "pengikut" atau "pendukung," sedangkan secara istilah, ini merujuk pada salah satu mazhab utama dalam Islam yang memiliki keyakinan khusus tentang kepemimpinan dalam umat Islam.

Mazhab Syiah sendiri merupakan salah satu dari dua mazhab utama dalam Islam, yang lainnya adalah Mazhab Sunni. Perbedaan antara keduanya terutama berkaitan dengan pandangan mereka terhadap pemimpin-pemimpin awal umat Islam, yang disebut sebagai "Imam" dalam Mazhab Syiah.

Berikut beberapa karakteristik utama Mazhab Syiah:

1. Keyakinan tentang Imamah

Mazhab Syiah meyakini bahwa pemimpin umat Islam yang sejati adalah Imam-imam yang dipilih secara ilahi dan keturunan dari Nabi Muhammad SAW, dimulai dengan Imam Ali bin Abi Thalib, dan diikuti oleh Imam-imam lainnya. Mereka meyakini bahwa Imam-imam ini memiliki otoritas ilahi untuk membimbing umat Islam.

2. Karakterisasi Imam Ali

Syiah sangat menghormati dan menganggap Imam Ali sebagai pemimpin yang lebih utama daripada para khalifah Sunni yang pertama. Mereka meyakini bahwa Ali adalah pewaris langsung Nabi Muhammad.

Baca Juga: Mengenal Ahlussunah wal Jama'ah dalam Islam

3. Penghormatan terhadap Ahlul Bayt

Syiah sangat menghormati dan mencintai keluarga Nabi Muhammad, yang disebut Ahlul Bayt. Mereka percaya bahwa Ahlul Bayt memiliki otoritas spiritual yang tinggi.

4. Perayaan Ashura

Perayaan Ashura adalah momen penting dalam kalender Syiah yang mengenang peristiwa penting dalam sejarah Islam, termasuk peristiwa tragedi Karbala di mana cucu Nabi Muhammad, Imam Hussein, terbunuh.

5. Penggunaan Taqiyah

Beberapa Syiah menggunakan praktik taqiyah, yang berarti menyembunyikan keyakinan mereka dalam situasi-situasi tertentu jika mereka merasa terancam.

Perlu diingat bahwa Mazhab Syiah memiliki berbagai aliran dan faksi yang berbeda, seperti Syiah Dua Belas Imam (Ithna Ashariyyah) yang merupakan aliran mayoritas, Syiah Ismaili, dan lain-lain. Setiap aliran ini memiliki perbedaan dalam keyakinan dan praktik mereka.

Penting untuk diingat bahwa walaupun terdapat perbedaan antara Mazhab Syiah dan Sunni, keduanya masih memiliki banyak persamaan dalam hal keyakinan dasar seperti keimanan kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW, serta pelaksanaan ibadah-ibadah pokok dalam Islam seperti salat, puasa, dan zakat.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
Lufaefi
Editor
Lufaefi