Akurat

Apa Aliran Islam Hizbullah dan Houthi yang Bantu Hamas Lawan Israel?

Fajar Rizky Ramadhan | 9 September 2024, 10:37 WIB
Apa Aliran Islam Hizbullah dan Houthi yang Bantu Hamas Lawan Israel?

AKURAT.CO Dalam konflik yang melibatkan Hamas melawan Israel, dua kelompok yang sering disebut terlibat dalam dukungan kepada Hamas adalah Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman.

Kedua kelompok ini, meskipun beroperasi di wilayah yang berbeda, berbagi kesamaan dalam ideologi dan afiliasi sektarian.

1. Hizbullah

Hizbullah adalah organisasi militan dan politik yang berbasis di Lebanon, didirikan pada tahun 1982 sebagai tanggapan atas invasi Israel ke Lebanon.

Kelompok ini mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari aliran Syiah, lebih spesifik lagi mereka sangat dipengaruhi oleh ideologi revolusi Iran dan Ayatollah Khomeini.

Hizbullah bersekutu dengan Iran dan menerima bantuan militer, finansial, serta logistik dari Teheran.

Kelompok ini juga memiliki hubungan erat dengan pemerintah Suriah, yang dipimpin oleh Bashar al-Assad, yang juga didukung oleh Iran.

Dari perspektif ilmiah, Hizbullah memiliki struktur militer yang kuat dan pengaruh politik yang signifikan di Lebanon.

Selain itu, Hizbullah dianggap sebagai proxy Iran dalam konflik regional, termasuk dalam perlawanan terhadap Israel.

Baca Juga: Nessa Salsa Menikah 6 Bulan Tak Disentuh Oleh Suaminya, Apa Hukum Suami Tak Memberi Nafkah Batin Menurut Islam?

Dalam konteks bantuan kepada Hamas, Hizbullah dan Hamas memiliki tujuan bersama dalam perlawanan terhadap Israel meskipun secara teologis ada perbedaan besar, karena Hamas adalah kelompok yang beraliran Sunni.

Namun, persamaan dalam musuh bersama (Israel) memungkinkan kerjasama antara dua kelompok ini.

2. Houthi

Kelompok Houthi, atau yang dikenal sebagai Ansar Allah, adalah gerakan pemberontak yang berasal dari Yaman utara.

Mereka juga beraliran Syiah, tetapi lebih tepatnya merupakan pengikut Zaidiyah, cabang Syiah yang berbeda dengan Syiah yang dianut oleh Iran dan Hizbullah.

Meski begitu, Houthi memiliki hubungan strategis dengan Iran, yang memberikan dukungan politik dan militer kepada mereka dalam perang saudara Yaman.

Houthi terlibat dalam pertempuran melawan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi di Yaman, tetapi mereka juga mengadopsi retorika anti-Israel yang serupa dengan Hizbullah dan Iran.

Kelompok ini telah menyatakan solidaritas dengan Hamas dalam beberapa kesempatan dan mengutuk serangan Israel terhadap Palestina.

Hubungan Antara Hizbullah, Houthi, dan Hamas

Meskipun Hamas adalah kelompok Sunni, mereka telah menerima dukungan politik dan logistik dari Iran, yang berafiliasi dengan Hizbullah dan Houthi.

Ketiganya berbagi narasi anti-Israel dan solidaritas dengan perjuangan Palestina. Iran memainkan peran penting sebagai penghubung di antara kelompok-kelompok ini, terutama dengan mendukung gerakan perlawanan melawan Israel sebagai bagian dari strategi geopolitiknya di Timur Tengah.

Baca Juga: Gilang Dony Pertamina Diduga Lakukan Selingkuh Saat Istri Hamil, Apa Hukumnya dalam Islam?

Secara ilmiah, keterlibatan Hizbullah dan Houthi dalam mendukung Hamas tidak semata-mata didasarkan pada afiliasi keagamaan, tetapi lebih pada kepentingan politik dan geopolitik.

Hal ini menunjukkan bahwa aliran agama bisa fleksibel ketika ada tujuan strategis yang lebih besar, seperti perlawanan terhadap Israel dan pengaruh regional Iran.

Hizbullah dan Houthi, meskipun berasal dari aliran Syiah yang berbeda, berperan dalam mendukung Hamas, yang merupakan kelompok Sunni, dalam konflik melawan Israel.

Kerjasama ini terutama didorong oleh kepentingan politik dan strategi regional Iran yang ingin memperluas pengaruhnya di Timur Tengah melalui berbagai proxy yang memiliki musuh bersama dalam hal ini, Israel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.