Mazhab Hamas Sunni Atau Syiah? Ini Penjelasannya Lengkap, Jangan Salah Menilai!

AKURAT.CO - Salah satu isu yang mencuat di sosial media selama berlangsungnya kekerasan Israel kepada Palestina adalah soal Mazhab Hamas, organisasi militer dari Gaza, apakah ia Sunni atau Syiah.
Sebagian orang menganggap Hamas sebagai kelompok Sunni. Namun sebagian yang lain menganggapnya sebagai kelompok Syiah.
Dilansir melalui beberapa sumber, ini penjelasan lengkap terkait Mazhab Hamas apakah Sunni atau Syiah.
Baca Juga: 5 Perbedaan Hamas Dan ISIS, Awas Jangan Samakan Pejuang Palestina Dengan Kelompok Teroris
Hamas adalah sebuah organisasi gerakan Islam yang mayoritas anggotanya adalah Sunni. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa di dalam kelompok tersebut juga terdapat variasi dalam praktik keagamaan dan politik di antara anggotanya.
Hamas, yang didirikan pada tahun 1987 di Jalur Gaza dan Tepi Barat, memiliki akar ideologis yang bersumber dari Islam Sunni. Dalam perjalanannya, organisasi ini telah menjadi entitas politik dan militer yang signifikan di wilayah Israel dan Palestina.
Sebagai kelompok Sunni, Hamas terinspirasi oleh nilai-nilai Islam yang mengedepankan solidaritas umat Muslim dan perlawanan terhadap pendudukan. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun mayoritas anggotanya berasal dari tradisi Sunni, Hamas juga mencakup spektrum pandangan yang bervariasi dalam kaitannya dengan politik dan agama.
Baca Juga: Profil Hamas, Organisasi Politik Yang Bertekad Menghabisi Israel Di Tanah Palestina
Sejak awal berdirinya, Hamas telah aktif dalam perlawanan terhadap pendudukan Israel, dengan menyandang status sebagai organisasi perlawanan terhadap Zionisme. Meskipun memiliki akar Sunni yang kuat, hubungannya dengan negara-negara regional, termasuk Iran yang mayoritas Syiah, menambah kompleksitas dinamika politik di kawasan tersebut.
Penting untuk diingat bahwa identitas Hamas tidak sepenuhnya terpaku pada perbedaan Sunni atau Syiah. Faktanya, dalam konflik yang berlarut-larut di Timur Tengah, pertautan identitas agama sering kali saling bertumpang tindih dengan pertimbangan politik dan nasionalistik.
Dengan menggabungkan elemen Sunni dan realitas politik di kawasan tersebut, Hamas terus berperan sebagai pemain kunci dalam dinamika konflik di Israel dan Palestina. Seiring waktu, organisasi ini telah mengalami perkembangan yang kompleks, mencerminkan kenyataan politik yang terus berubah di Timur Tengah.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









