Apa Penyebab Penyakit Tipes dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

AKURAT.CO Penyakit tipes atau demam tifoid disebabkan oleh infeksi dari bakteri Salmonella Typhi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Di Indonesia, tipes tetap menjadi persoalan kesehatan yang serius, dengan angka kejadian berkisar antara 358 hingga 810 kasus per 100. 000 jiwa setiap tahunnya, menurut Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2024.
Bakteri ini menyerang sistem pencernaan serta aliran darah, menyebabkan demam tinggi yang berkepanjangan dan bahkan komplikasi serius.
Faktor sanitasi yang jelek dan kebiasaan hidup yang tidak bersih menjadi penyebab utama penyebaran tipes dalam masyarakat. Memahami apa yang menyebabkan penyakit ini sangat penting agar Anda dapat melindungi diri dan keluarga dari infeksi tersebut.
Baca Juga: Kenali Jenis Bakteri Penyebab Tipes dan Cara Penyebarannya yang Perlu Diwaspadai
Penyebab Utama Penyakit Tipes
Bakteri Salmonella Typhi sebagai Penyebab Utama
Penyebab penyakit tipes adalah bakteri Salmonella typhi, yang hanya mampu menginfeksi manusia. Bakteri ini dapat bertahan di dalam usus dan aliran darah penderita kemudian dikeluarkan melalui feses. Jika seseorang tidak mencuci tangan dengan baik setelah buang air besar, bakteri dapat berpindah ke makanan atau minuman yang sedang disiapkan.
Penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2023) menunjukkan bahwa bakteri tipes bisa bertahan hidup dalam kondisi yang sanitasi buruk. Mereka dapat hidup selama beberapa hari di air atau makanan yang terkontaminasi, menunggu untuk menginfeksi orang selanjutnya.
Jalur Penularan yang Harus Diwaspadai
Penyebaran tipes berjalan melalui jalur fekal-oral, yang berarti bakteri dari feses penderita dapat masuk ke mulut orang sehat. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam publikasi tahun 2024, terdapat beberapa cara penularan yang umum terjadi:
Makanan dari pedagang kaki lima yang diolah dengan tangan kotor atau menggunakan air yang tidak bersih
Es yang terbuat dari air mentah yang terkontaminasi
Sayuran mentah yang dicuci menggunakan air tercemar
Kontak langsung dengan penderita yang tidak menjaga kebersihan dirinya
Mereka yang telah sembuh dari tipes juga dapat menjadi pembawa bakteri tanpa mengalami gejala.
Data dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) tahun 2023 menunjukkan bahwa 3 hingga 5% dari penderita menjadi pembawa kronis yang terus mengeluarkan bakteri melalui feses lebih dari satu tahun.
Siapa Saja yang Berisiko Terkena Tipes?
Kelompok Rentan Terhadap Infeksi
Anak-anak dan remaja berusia 5 hingga 19 tahun adalah kelompok yang paling sering terkena tipes karena sistem imun mereka yang belum sepenuhnya berkembang.
Laporan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta tahun 2024 menunjukkan bahwa 60% dari kasus tipes terjadi pada kelompok usia ini. Mereka juga lebih sering membeli makanan di luar tanpa memperhatikan faktor kebersihan.
Orang dewasa dengan sistem imun yang lemah, seperti penderita HIV atau mereka yang menggunakan obat imunosupresan, memiliki risiko lebih tinggi tertular. Kondisi seperti stres, kelelahan, dan malnutrisi juga menyebabkan tubuh tidak mampu melawan bakteri tipes.
Faktor Lingkungan yang Meningkatkan Risiko
Tinggal di wilayah dengan akses yang terbatas terhadap air bersih memberi dampak negatif terhadap terjadinya penularan tipes. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (2024) menunjukkan bahwa area dengan sanitasi yang buruk memiliki risiko penularan tipes empat kali lebih tinggi. Kepadatan penduduk yang tinggi serta pembuangan limbah yang tidak teratur juga memperburuk situasi.
Baca Juga: Lisa Mariana Resmi Jadi Tersangka, Absen Sakit Tipes
Gejala Tipes yang Harus dikenali
Gejala dari penyakit tipes biasanya muncul secara bertahap setelah 1 hingga 3 minggu terpapar bakteri. Pada minggu pertama, penderita akan mengalami demam yang naik turun dan mencapai suhu tinggi setiap malam hingga 39-40°C. Sakit kepala yang parah, lemas, dan nyeri otot juga menjadi keluhan.
Pada minggu kedua, gejala semakin memburuk menurut Panduan Praktik Klinis PAPDI 2023:
Demam tinggi yang terus menerus
Lidah berwarna kotor dengan bagian tengah berwarna putih dan tepi berwarna merah.
Perut terasa kembung, serta mengalami sembelit atau diare.
Terdapat bintik merah di kulit dada dan perut (spot mawar).
Jika tidak diobati, tipes dapat menyebabkan masalah serius seperti perdarahan di usus, kebocoran usus, dan infeksi di otak.
Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami demam tinggi yang berlangsung lebih dari tiga hari.
Cara Menghindari Penyakit Tipes
Menjaga Kebersihan Diri
Kunci utama untuk mencegah tifus adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Pedoman dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2024 menekankan betapa pentingnya mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan seusai berinteraksi dengan barang kotor. Bersihkan kuku secara teratur karena bakteri dapat bersembunyi di sana.
Di saat tidak ada air dan sabun, gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%. Ajarkan pada anak-anak pentingnya hidup bersih agar menjadi kebiasaan sehari-hari mereka.
Memilih Makanan dan Minuman yang Aman
Makanlah makanan yang sudah dimasak dengan baik dan sajikan selagi panas.
Hindari makanan mentah atau setengah matang, terutama dari penjual yang tidak menjaga kebersihan. Kupas buah sendiri dan cuci sayur dengan air mengalir.
Minum air yang sudah dimasak sampai mendidih atau air dalam kemasan yang terpercaya.
Penelitian dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa 70% kasus tifus terkait dengan konsumsi air atau es batu yang terkontaminasi.
Vaksin Tipes
Vaksin tipes memberikan perlindungan antara 70-80% selama 2 sampai 3 tahun menurut rekomendasi dari IDAI tahun 2024. Ada dua jenis vaksin: suntikan (ViCPS) untuk anak-anak di atas 2 tahun dan oral (Ty21a) untuk anak-anak di atas 6 tahun. Vaksinasi disarankan untuk mereka yang tinggal di daerah endemis atau yang akan pergi ke lokasi berisiko tinggi.
Pengobatan Tipes yang Benar
Tipes harus diobati dengan antibiotik sesuai arahan dokter. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia tahun 2023 melaporkan adanya peningkatan pola resistensi bakteri Salmonella Typhi terhadap beberapa antibiotik di Indonesia, sehingga pemilihan antibiotik harus dilakukan dengan cermat. Pengobatan biasanya berlangsung antara 7 hingga 14 hari dan harus diselesaikan meskipun gejala sudah menunjukkan perbaikan.
Selama masa sakit, pasien perlu mendapatkan cukup istirahat dan banyak mengonsumsi cairan untuk mencegah dehidrasi. Sebaiknya makanlah makanan lunak yang kaya kalori dan protein untuk membantu proses penyembuhan. Hindari makanan pedas, asam, dan yang tinggi serat karena dapat mengiritasi usus.
Hindari membeli antibiotik tanpa resep dokter karena hal ini dapat menyebabkan resistensi bakteri. Jika tipes tidak diobati sepenuhnya, maka ada risiko kambuh dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius.
Penyebab utama penyakit tipes adalah bakteri Salmonella Typhi yang menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Upaya pencegahan yang paling efektif adalah dengan menjaga kebersihan diri, memilih makanan yang aman, dan melakukan vaksinasi.
Kenali gejala sedini mungkin dan segeralah mengunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat sebelum komplikasi terjadi.
Dengan memahami penyebab dan cara penyebaran tipes berdasarkan data dan pedoman kesehatan yang terbaru, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit yang bisa dicegah ini.
Tia Ayulia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








