Akurat

Perbedaan BPJS Kesehatan PBI dan Non-PBI: Cek Fakta Seputar Kabar Pasien Cuci Darah yang Viral

Dani Zahra | 9 Februari 2026, 22:40 WIB
Perbedaan BPJS Kesehatan PBI dan Non-PBI: Cek Fakta Seputar Kabar Pasien Cuci Darah yang Viral

AKURAT.CO Perbedaan BPJS Kesehatan PBI dan Non-PBI kembali menjadi sorotan setelah ramai kabar pasien cuci darah yang disebut-sebut tak bisa mengakses layanan medis.

Isu ini mencuat seiring keluhan sejumlah warga yang mendapati status BPJS Kesehatan PBI mereka mendadak tidak aktif, padahal sebelumnya masih digunakan.

Perubahan status tersebut bukan terjadi tanpa sebab. Pemerintah tengah melakukan pembaruan data penerima bantuan sosial melalui sistem DTSEN, yang bertujuan menyaring ulang peserta agar bantuan negara benar-benar diberikan kepada kelompok yang berhak.

Baca Juga: YLKI: Penonaktifan Mendadak PBI BPJS Kesehatan Bentuk Maladministrasi Negara

Situasi ini kemudian mendorong digelarnya rapat lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, serta DPR pada Senin, 9 Februari 2026.

Fokus utama rapat tersebut adalah membahas dampak penonaktifan massal BPJS PBI terhadap akses layanan kesehatan masyarakat.

Hasilnya, pemerintah memutuskan memberikan masa tenggang selama tiga bulan bagi sekitar 11 juta peserta BPJS PBI yang statusnya sempat dinonaktifkan.

Selama periode transisi ini, peserta tetap bisa memperoleh layanan kesehatan gratis sambil menunggu penyesuaian data selesai.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak hanya bergantung pada kebijakan transisi. Mengecek status BPJS Kesehatan secara berkala tetap penting agar tidak mengalami kendala layanan di kemudian hari.

Di tengah simpang siur informasi yang beredar, memahami perbedaan BPJS Kesehatan PBI dan Non-PBI menjadi hal krusial agar masyarakat tidak salah kaprah.

Perbedaan BPJS Kesehatan PBI dan Non-PBI

Secara garis besar, kepesertaan BPJS Kesehatan dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu PBI dan Non-PBI, dengan karakteristik yang sangat berbeda.

1. BPJS Kesehatan PBI

BPJS PBI diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori fakir miskin atau tidak mampu berdasarkan pendataan resmi pemerintah.

Peserta PBI tidak dibebani biaya iuran bulanan karena seluruh kewajibannya ditanggung negara. Skema ini dibuat agar kelompok rentan tetap mendapatkan perlindungan kesehatan tanpa hambatan biaya.

2. BPJS Kesehatan Non PBI

Berbeda dengan PBI, peserta Non-PBI berasal dari kelompok masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi.

Mereka wajib membayar iuran BPJS Kesehatan secara mandiri setiap bulan. Peserta Non-PBI mencakup pekerja dengan gaji tetap, pekerja mandiri, hingga individu non-pekerja seperti pensiunan atau investor.

Perbedaan BPJS Kesehatan PBI dan Non-PBI terletak pada sumber pembiayaan iuran dan sasaran penerima manfaat.

PBI sepenuhnya disubsidi pemerintah untuk warga kurang mampu, sedangkan Non-PBI ditujukan bagi masyarakat yang membiayai kepesertaan BPJS Kesehatan dari dana pribadi.

Dengan memahami perbedaan BPJS Kesehatan PBI dan Non-PBI, masyarakat diharapkan tidak lagi salah menafsirkan informasi yang beredar di media sosial.

Perubahan status kepesertaan bukan berarti hak layanan kesehatan langsung hilang, terutama dengan adanya masa transisi yang diberikan pemerintah.

Namun, langkah paling aman tetaplah memastikan status BPJS Kesehatan aktif secara berkala agar akses layanan medis tidak terkendala di kemudian hari.

Baca Juga: Menkes Dorong Reaktivasi Otomatis PBI BPJS Untuk Pasien Kritis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D