Bolehkah Penderita Gagal Ginjal Berpuasa? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Menjalani ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu. Namun bagi penderita gagal ginjal (hemodialisis) yang harus menjalani cuci darah, sering muncul pertanyaan “apakah tetap boleh berpuasa?"
Ada kondisi tertentu yang membuat pasien tidak dianjurkan berpuasa, tetapi pada situasi tertentu masih dimungkinkan berpuasa dengan syarat ketat.
Cuci darah (hemodialisis) adalah terapi pengganti fungsi ginjal ketika organ itu tidak lagi mampu menyaring limbah dan kelebihan cairan dalam tubuh.
Pasien biasanya harus melakukannya secara rutin seumur hidup. Saat ginjal bekerja, tubuh tidak mampu mengatur tekanan darah, keseimbangan elektrolit, hingga pembentukan sel darah merah secara normal.
Baca Juga: Penyebab Hamdan ATT Meninggal Dunia, Berjuang Lawan Penyakit Ginjal hingga Komplikasi
Pasien cuci darah (hemodialisis) tidak disarankan untuk berpuasa karena risiko kesehatan cukup tinggi. Risiko yang bisa terjadi seperti:
- Dehidrasi berat akibat pembatasan cairan.
- Gangguan keseimbangan elektrolit.
- Penurunan tekanan darah dan pingsan.
- Komplikasi jantung.
- Kram otot, nyeri dada, hingga penurunan kesadaran.
Kondisi Pasien yang Tidak Dianjurkan Puasa
- Tekanan darah tidak stabil.
- Hb rendah (di bawah ±9).
- Diabetes tidak terkontrol.
- Sering komplikasi saat dialisis.
- Mudah pusing, lemas, atau kram otot.
Pasien cuci darah boleh berpuasa, tetapi sangat terbatas dan harus dengan izin dokter.
Jika ingin berpuasa, pasien harus memenuhi syarat berikut:
- Kondisi tubuh stabil.
- Tekanan darah stabil.
- Tidak mengalami komplikasi saat dialisis.
- Pemeriksaan laboratorium aman.
- Persetujuan dokter.
Baca Juga: RSUD Puri Husada Pangkas Jadwal Cuci Darah, KPCDI: Ini Pembiaran Terhadap Nyawa!
Tips Aman Berpuasa bagi Pasien Cuci Darah
Sahur & Berbuka
- Atur cairan sesuai anjuran medis
- Hindari makanan tinggi kalium dan garam
- Jangan minum berlebihan sekaligus
Aktivitas Harian
- Hindari aktivitas berat
- Istirahat secukupnya
- Pantau tekanan darah
Batalkan puasa jika muncul gejala:
- Keringat dingin
- Pusing atau pandangan berputar
- Nyeri dada
- Kram otot
- Lemas ekstrem
Cuci darah dapat membatalkan puasa, karena proses dialisis memasukkan cairan elektrolit dan obat melalui infus sehingga secara medis dan fikih termasuk pembatal puasa.
Dalam kajian fikih kesehatan, pasien sakit kronis yang berisiko jika berpuasa mendapat keringanan (rukhsah) untuk:
- Tidak berpuasa.
- Mengganti di hari lain (jika mampu).
- Membayar fidyah (jika permanen tidak mampu).
Pasien cuci darah umumnya tidak dianjurkan berpuasa karena risiko kesehatan serius. Namun dalam kondisi stabil dan disertai izin dokter, puasa masih bisa dilakukan dengan pengawasan ketat.
Jika sedang menjalani cuci darah, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan berpuasa.
Marina Yeremin Sindika Sari (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






