Akurat

Usaha Tak Menghianati Hasil, Peserta LIGHTweight Challenge Turun Berat Badan hingga 19kg!

Yosi Winosa | 20 Februari 2026, 16:12 WIB
Usaha Tak Menghianati Hasil, Peserta LIGHTweight Challenge Turun Berat Badan hingga 19kg!

AKURAT.CO LIGHTweight Challenge (LWC) 2025, ajang kompetisi penurunan berat badan yang dicetuskan oleh LIGHThouse Clinic sejak 2014, telah sampai pada hasil akhir.

Perjalanan 22 Peserta LWC 2025 sejak bulan Oktober 2025 lalu, kini telah rampung. Tiga peserta telah keluar sebagai pemenang dari kompetisi ini dengan persentase penurunan berat badan antara 18%-23% dari berat badan (bb) awal selama 12 Minggu.

Kebanyakan, orang melakukan usaha penurunan berat badan secara mandiri tanpa pengetahuan mengenai nutrisi, termasuk Feybe Arsella Manoppo, 32 tahun, seorang Ibu dan pegawai, telah berhasil menurunkan berat badannya lebih dari 14 kg atau setara 23% weight loss, serta lingkar perut berkurang sebanyak 17cm setelah mengikuti LWC 2025 di LIGHThouse Clinic.

Baca Juga: LIGHThouse Clinic buka cabang baru di Neo Soho Jakarta Barat

"Saya mengalami kenaikan berat badan secara drastis setelah melahirkan pada tahun 2024. Setelah bb naik drastis bagian paha, lengan dan perut naik size-nya dan ini membuat saya merasa insecure. Saya sudah coba berbagai cara untuk turunkan bb disertai olahraga, namun tidak berhasil. Saat menjalani program diet bersama LIGHThouse, saya merasa menemukan tempat yang tepat untuk memandu saya melakukan program penurunan berat badan yang selama ini terasa mustahil", cerita Feybe.

Setelah mengikuti LWC 2025, Feybe mematuhi pola makan serta melakukan treatment di LIGHThouse Clinic selama 12 minggu, sehingga selain berhasil menurunkan berat badan, ia kini memiliki pengetahuan terkait nutrisi yang lebih baik, dan mampu memilih gaya hidup lebih sehat serta memulai kebiasaan-kebiasaan baik yang berkaitan dengan kebiasaan makan yang sebelumnya tidak disadari.

Apa yang peserta LWC rasakan selama melakukan perjalanan diet 12 minggu merupakan hal yang sama yang akan diterima pasien LIGHThouse yang memiliki masalah serupa. Pasien akan dibimbing selama 12 minggu oleh dokter, ahli gizi, dan psikolog dalam program LW12 (LIGHTweight 12 Minggu) serta pemberian suplemen pengatur nafsu makan dan pembakar lemak sesuai dengan dosis yang dibutuhkan masing-masing pasien.

Program ini bertujuan tidak hanya menurunkan berat badan secara optimal, tetapi juga membentuk kebiasaan baru agar peserta mampu mempertahankan hasilnya dalam jangka panjang.

Chief Marketing Officer LIGHT Group, Anna Yesito Wibowo, mengatakan bahwa sebagai pioneer weight control centre yang telah beroperasi selama 22 tahun, banyak pasien yang datang ke LIGHThouse Clinic dengan berbagai macam masalah yang mereka hadapi.

Seiring dengan berjalannya waktu, tantangan para pejuang diet makin variatif. Misalnya, tidak hanya faktor internal, tetapi faktor eksternal juga tidak kalah pentingnya, dan faktor-faktor diluar kendali termasuk dari lingkungan di sekitar kita dan seberapa dalam pengetahuan dan pemahaman terhadap nutrisi yang bisa di akses di media sosial.

"Di LIGHThouse, kami paham dengan segala tantangan tersebut dan untuk itu kami selalu siap memberikan pendampingan pada pasien dalam melakukan perjalanan penurunan berat badannya, dengan tujuan agar pasien mampu membentuk pola pikir baru dan kebiasaan sehat jangka panjang," ujar Anna.

Peserta LWC lainnya, yaitu Herfiena Oshita, 37 tahun, bobotnya berhasil turun lebih dari 19kg dengan persentase penurunan berat badan lebih dari 19%.

"Saya memiliki kebiasaan makan berlebih saat sedang stress tinggi, akibatnya bb saya naik hingga hingga 103 kg. Sejak saat itu, saya merasa kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari, mobilitas terganggu, menstruasi tidak teratur. Setelah menjalani program diet di LIGHThouse Clinic, dan berhasil turun bb, perubahan ini drastis buat saya dan saya bangga dengan pencapaian ini," ujar Herfiena.

"Mengikuti coaching dari Ahli Gizi di LIGHThouse Clinic memberikan saya pemahaman yang baik terkait nutrisi makanan, ini bekal yang baik karena sudah menjelang bulan Ramadan, dulu saat Ramadan saya bisa kalap, tapi sekarang saya sudah lebih memahami makanan mana yang lebih baik untuk dikonsumsi," tambahnya.

Dengan berakhirnya program LWC 2025 menjelang bulan Ramadan, para peserta kini memasuki fase penting dalam mempertahankan hasil penurunan berat badan. Perubahan pola makan selama puasa sering menjadi tantangan, terutama saat memasuki momen berbuka dan Lebaran.

Karena itu, LIGHThouse Clinic turut membagikan panduan sederhana agar pola makan terkontrol dan tetap sehat, sebagai berikut:

  1. Saat Sahur, konsumsi makanan tinggi protein dan berkuah
  2. Saat Berbuka, hindari gorengan dan makanan berlemak
  3. Penderita GERD, hindari makanan pedas, asam, alkohol, serta makanan yang dapat menghasilkan gas.

Nutrition Program Manager LIGHThouse Clinic, Veronica, menegaskan bahwa berat badan turun bukan karena puasa satu hari, tetapi defisit kalori yang konsisten. Ramadan adalah momen membangun pola makan lebih terkontrol.

LIGHThouse Clinic saat ini hadir di Jabodetabek, Surabaya, Medan, dan Makassar, menyediakan layanan weight management dengan dukungan nutrisi dan psikolog untuk membantu pasien mencapai hasil optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.