Akurat

Kenali Perubahan Psikologis yang Terjadi pada Remaja Saat Masa Pubertas

Redaksi Akurat | 22 Februari 2026, 21:30 WIB
Kenali Perubahan Psikologis yang Terjadi pada Remaja Saat Masa Pubertas

AKURAT.CO Masa pubertas adalah salah satu fase penting dalam kehidupan manusia yang menandai peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa.

Pada fase ini, seseorang tidak hanya mengalami perubahan fisik, tetapi juga perubahan psikologis yang cukup kompleks. Perubahan ini dipengaruhi oleh perkembangan hormon, otak, serta lingkungan sosial yang mulai lebih luas.

Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja perubahan psikologis yang terjadi pada masa pubertas agar dapat mendampingi remaja dengan lebih bijak.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Tubuh pada Masa Pubertas? Ikuti 7 Hal Berikut!

Apa yang Terjadi pada Masa Pubertas?

Masa pubertas merupakan masa di mana tubuh mulai mengalami kematangan seksual dan perkembangan pesat, baik secara fisik maupun emosional.

Secara psikologis, remaja mulai menunjukkan perubahan dalam cara berpikir, merasakan, dan berperilaku. Hal ini dipengaruhi oleh lonjakan hormon yang dapat memengaruhi suasana hati, serta perkembangan otak yang belum sepenuhnya matang.

Bagian otak yang mengatur emosi berkembang lebih cepat dibanding bagian yang mengontrol logika dan pengambilan keputusan. Akibatnya, remaja sering kali bertindak impulsif atau emosional.

Selain itu, pada masa pubertas remaja mulai berhadapan dengan tekanan sosial, baik dari lingkungan sekolah, teman sebaya, maupun media.

Mereka juga mulai mencari jati diri dan berusaha menemukan siapa diri mereka sebenarnya di tengah berbagai pengaruh luar.

Perubahan Psikologis pada Masa Pubertas

Berikut ini beberapa perubahan psikologis yang umum dialami oleh remaja saat memasuki masa pubertas:

1. Emosi yang Tidak Stabil

Remaja sering kali mengalami perubahan suasana hati yang cepat.

Dalam satu waktu bisa merasa bahagia, lalu tiba-tiba sedih atau marah tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini wajar karena pengaruh hormon yang meningkat serta proses adaptasi terhadap perubahan yang mereka alami.

2. Pencarian Jati Diri

Masa pubertas juga menjadi fase di mana remaja mulai mencari identitas diri.

Mereka mulai bertanya-tanya tentang siapa diri mereka, apa tujuan hidup mereka, dan bagaimana mereka ingin dilihat oleh orang lain. Proses ini sering kali disertai dengan keinginan untuk mencoba hal-hal baru dan membentuk karakter yang berbeda dari masa sebelumnya.

3. Kesadaran terhadap Citra Tubuh

Perubahan fisik yang terjadi di masa pubertas membuat remaja menjadi lebih sadar terhadap penampilan mereka.

Mereka mulai memperhatikan bagaimana orang lain memandang tubuhnya dan sering kali membandingkan diri dengan teman sebaya atau figur publik.

Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat menimbulkan ketidakpuasan terhadap tubuh dan menurunkan rasa percaya diri.

4. Keinginan untuk Mandiri dan Privasi

Remaja mulai menunjukkan keinginan untuk lebih mandiri dan memiliki ruang pribadi. Mereka ingin membuat keputusan sendiri dan cenderung menolak kontrol yang terlalu ketat dari orang tua.

Meski terkadang menimbulkan konflik, hal ini sebenarnya merupakan bagian alami dari proses menuju kedewasaan.

5. Ketertarikan terhadap Lawan Jenis

Perubahan hormon pada masa pubertas juga memicu munculnya ketertarikan terhadap lawan jenis.

Remaja mulai belajar memahami perasaan romantis, yang sering kali diiringi kebingungan dan perasaan baru yang belum pernah dialami sebelumnya.

6. Pengaruh Teman Sebaya yang Meningkat

Teman sebaya mulai memiliki peran besar dalam kehidupan remaja.

Mereka menjadi tempat berbagi cerita, mencari dukungan, bahkan menentukan keputusan tertentu. Karena itu, lingkungan pertemanan yang positif sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis remaja.

7. Konflik dengan Orang Tua 

Karena keinginan untuk mandiri semakin kuat, remaja sering kali berbenturan dengan orang tua.

Mereka merasa ingin diakui sebagai individu yang mampu mengambil keputusan sendiri, sementara orang tua masih ingin melindungi. Konflik ini wajar selama tetap dihadapi dengan komunikasi yang sehat.

8. Peningkatan Rasa Ingin Tahu dan Eksplorasi

Remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia di sekitarnya.

Mereka mulai mengeksplorasi hal-hal baru, mencoba aktivitas berbeda, bahkan terkadang mengambil risiko. Oleh karena itu, bimbingan dan pengawasan yang bijak dari orang tua tetap dibutuhkan.

Baca Juga: Pubertas Kedua pada Laki-laki, Mengetahui Perubahan dan Sikap Pasangan

Mengapa Penting Memahami Perubahan Psikologis pada Masa Pubertas?

Memahami perubahan psikologis pada masa pubertas penting agar orang tua, guru, dan lingkungan sekitar dapat memberikan dukungan yang tepat.

Dengan pemahaman yang baik, orang dewasa bisa membantu remaja melewati fase ini tanpa tekanan berlebihan.

Dukungan yang positif dapat meningkatkan rasa percaya diri, membantu mereka mengelola emosi, serta menghindarkan dari perilaku berisiko.

Sebaliknya, kurangnya pemahaman dapat membuat remaja merasa tidak dimengerti, sehingga berpotensi menimbulkan masalah emosional seperti stres, kecemasan, atau bahkan depresi.

Oleh karena itu, komunikasi terbuka dan sikap empati sangat dibutuhkan dalam menghadapi remaja yang sedang mengalami perubahan psikologis.

Cara Mendampingi Remaja di Masa Pubertas

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu remaja melewati masa pubertas dengan baik antara lain:

  1. Menjadi pendengar yang baik: Biarkan remaja bercerita tanpa dihakimi.
  2. Bangun komunikasi terbuka: Sampaikan bahwa perubahan yang terjadi adalah hal yang wajar.
  3. Berikan batasan yang sehat: Aturan tetap perlu, namun jangan terlalu mengekang.
  4. Dorong kegiatan positif: Arahkan mereka untuk menyalurkan energi dan minta ke hal yang bermanfaat.
  5. Berikan dukungan emosional: Tunjukkan kasih sayang dan kepercayaan agar remaja merasa diterima.
  6. Perhatikan kesehatan mental: Bila remaja menunjukkan tanda stres atau gangguan emosi, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Perubahan psikologis pada masa pubertas merupakan bagian alami dari proses tumbuh dewasa. Fase ini ditandai dengan emosi yang tidak stabil, pencarian jati diri, serta peningkatan kebutuhan akan kemandirian.

Dukungan dari keluarga, guru, dan lingkungan sekitar sangat penting agar remaja dapat tumbuh menjadi individu yang sehat secara mental dan sosial.

Dengan pemahaman, komunikasi, dan kasih sayang, masa pubertas bisa menjadi tahap yang membentuk karakter positif dan kesiapan menuju kedewasaan.

Vania Tri Yuniar (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.