Berapa Lama Gigi Bungsu Tumbuh? Ini Waktu Normalnya

AKURAT.CO Banyak orang mulai merasakan ketidaknyamanan di bagian belakang rahang ketika gigi bungsu muncul pada usia remaja akhir hingga awal dewasa. Kondisi ini membuat pertanyaan mengenai durasi pertumbuhan gigi bungsu semakin sering muncul. Jadi, sebenarnya berapa lama gigi bungsu tumbuh?
Baca Juga: Kenali 4 Efek Dari Impaksi Gigi Bungsu
Apa Itu Gigi Bungsu?
Gigi bungsu merupakan geraham ketiga yang posisinya berada di bagian paling belakang baik pada rahang atas maupun bawah. Gigi ini menjadi gigi permanen terakhir yang muncul, dan umumnya mulai tumbuh pada rentang usia 17 hingga 25 tahun.
Berapa Lama Gigi Bungsu Tumbuh?
Gigi bungsu umumnya mulai muncul pada usia 17 - 25 tahun dengan proses erupsi yang dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung kondisi rahang setiap individu.
Pertumbuhan akarnya pun dapat berlanjut selama bertahun-tahun setelah mahkota terlihat, bahkan sampai usia sekitar 40 tahun.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Gigi Berlubang secara Alami Tanpa ke Dokter
Tanda-Tanda Gigi Bungsu Mulai Tumbuh
1. Rasa nyeri di belakang gusi
Muncul rasa sakit tajam atau tumpul di area gusi bagian belakang, terkadang menjalar hingga telinga atau kepala, terutama saat mengunyah makanan keras.
2. Gusi meradang
Gusi tampak bengkak, kemerahan, dan terasa lebih sensitif karena tekanan gigi yang mulai menembus jaringan.
3. Benjolan atau titik putih
Terlihat benjolan kecil atau warna putih di gusi belakang sebagai tanda awal mahkota gigi mulai muncul ke permukaan.
4. Rahang kaku
Kesulitan membuka mulut lebar atau mengunyah akibat kekakuan di area rahang.
5. Bau mulut
Aroma mulut menjadi kurang sedap karena sisa makanan mudah tersangkut di celah yang sulit dibersihkan.
Risiko Bila Pertumbuhan Tidak Normal
1. Infeksi dan abses
Infeksi bisa terjadi ketika bakteri terjebak di sekitar gusi yang memicu peradangan berat dan berpotensi menyebar hingga ke kelenjar getah bening.
2. Kerusakan gigi di sekitarnya
Tekanan dari gigi bungsu dapat mengikis enamel gigi tetangga yang menyebabkan gigi berlubang, susunan gigi berjejal, atau gangguan gigitan.
3. Kista atau pertumbuhan abnormal
Meski jarang, impaksi yang berlangsung lama dapat memicu terbentuknya kista atau kelainan jaringan lainnya.
4. Nyeri berkepanjangan
Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri kronis di rahang, kepala, telinga, bahkan memicu sinusitis bila gigi bungsi atas yang terlibat.
5. Gangguan saraf dan masalah gusi
Gigi bungsi yang tumbuh dekat saraf mandibula berisiko menimbulkan cedera saraf, sementara penumpukan plak dapat memperburuk kesehatan periodontal.
Dengan memahami batas waktu pertumbuhan dan gejala yang perlu diwaspadai, kita bisa lebih cepat mengenali bila ada masalah pada gigi bungsu.
Mengikuti saran medis dasar juga membantu mencegah risiko yang tidak perlu.
Jika keluhan makin menggangu, pemeriksaan ke dokter gigi adalah langkah paling aman.
Aqila Shafiqa Aryaputri/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









