Akurat

Kenapa Kita Sering Merasa Malas Padahal Tidak Capek?

Eko Krisyanto | 1 Februari 2026, 23:39 WIB
Kenapa Kita Sering Merasa Malas Padahal Tidak Capek?

AKURAT.CO Pernah merasa tidak capek secara fisik, tetapi tetap malas melakukan apa pun? Tubuh terasa baik-baik saja, namun pikiran enggan bergerak dan motivasi seperti hilang.

Kondisi ini cukup umum dialami banyak orang dan sering menimbulkan rasa bersalah karena dianggap kurang produktif.

Padahal, rasa malas tidak selalu berkaitan dengan kelelahan fisik. Ada berbagai faktor psikologis dan mental yang memengaruhi munculnya rasa malas meski tubuh tidak terasa lelah.

Baca Juga: Strategi Menghilangkan Malas di Pagi Hari

Malas Tidak Selalu Berarti Tubuh Lelah

Banyak orang menyamakan rasa malas dengan kelelahan. Padahal, kelelahan fisik dan kelelahan mental adalah dua hal yang berbeda. Seseorang bisa saja cukup tidur, tidak banyak aktivitas berat, tetapi tetap merasa enggan melakukan tugas sehari-hari.

Rasa malas dalam kondisi ini biasanya berasal dari pikiran, emosi, atau kondisi psikologis tertentu, bukan dari keterbatasan energi fisik.

Penyebab Merasa Malas Padahal Tidak Capek

1. Kurangnya Motivasi dan Tujuan yang Jelas

Salah satu penyebab utama rasa malas adalah tidak adanya tujuan yang terasa bermakna. Ketika seseorang tidak melihat alasan kuat di balik suatu aktivitas, otak cenderung menunda atau menolak untuk bergerak.

Aktivitas yang dilakukan tanpa makna pribadi sering terasa berat, meskipun secara fisik tidak melelahkan.

2. Kelelahan Mental dan Emosional

Tekanan pikiran, overthinking, stres ringan yang berkepanjangan, atau emosi yang tidak tersalurkan dapat menyebabkan kelelahan mental. Kondisi ini membuat seseorang sulit memulai aktivitas, meski tubuh masih memiliki energi.

Kelelahan mental sering kali tidak disadari karena tidak menimbulkan rasa sakit fisik.

3. Terlalu Banyak Distraksi

Paparan media sosial, notifikasi tanpa henti, dan kebiasaan multitasking membuat otak terus bekerja tanpa fokus. Akibatnya, saat harus mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi, muncul rasa malas dan keengganan.

Otak yang terbiasa dengan stimulasi instan akan kesulitan menghadapi tugas yang membutuhkan usaha lebih.

4. Kurang Tantangan atau Justru Terlalu Berat

Rasa malas juga bisa muncul ketika aktivitas terasa terlalu mudah dan membosankan, atau sebaliknya terlalu berat dan menakutkan. Dalam dua kondisi ini, otak cenderung memilih untuk menghindar.

Ketidakseimbangan antara kemampuan dan tingkat kesulitan tugas dapat memicu penundaan.

5. Pola Hidup yang Tidak Seimbang

Meskipun tidak capek, pola hidup seperti kurang gerak, jarang terpapar sinar matahari, atau jam tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi suasana hati dan motivasi. Tubuh mungkin terasa baik, tetapi ritme biologis terganggu.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas! Ini 5 Kebiasaan Sederhana untuk Hilangkan Rasa Malas

Apakah Rasa Malas Ini Normal?

Merasa malas sesekali adalah hal yang normal. Namun, jika rasa malas berlangsung lama, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai perasaan hampa dan kehilangan minat, kondisi ini perlu diperhatikan lebih serius.

Rasa malas yang berkepanjangan bisa menjadi sinyal adanya masalah psikologis ringan hingga sedang.

Cara Mengatasi Rasa Malas Meski Tidak Capek

Mengatasi rasa malas tidak selalu membutuhkan istirahat tambahan. Yang lebih penting adalah memahami penyebabnya.

Mulailah dengan menetapkan tujuan kecil dan realistis. Memecah tugas besar menjadi langkah-langkah sederhana dapat membantu otak merasa lebih siap untuk memulai.

Mengurangi distraksi, mengatur waktu layar, serta memberi jeda bagi pikiran juga bisa membantu mengembalikan fokus.

Selain itu, aktivitas ringan seperti berjalan sebentar atau mengganti suasana sering kali cukup untuk memicu kembali motivasi.

Merasa malas padahal tidak capek adalah kondisi yang manusiawi.

Dengan memahami penyebabnya, seseorang bisa mengambil langkah yang lebih tepat untuk mengelola energi mental dan kembali produktif tanpa menyalahkan diri sendiri.

Arika Yafi Fawazzain (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R