Kenapa Sulit Menikmati Waktu Santai?

AKURAT.CO Saat akhirnya punya waktu luang, sebagian orang justru sulit merasa benar-benar santai.
Tubuh sudah berhenti beraktivitas, tapi pikiran masih terus berjalan. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari dan berkaitan dengan kebiasaan mental sehari-hari.
Pikiran Masih Terikat dengan Tugas
Meski sedang santai, pikiran masih memikirkan pekerjaan atau tanggung jawab lain.
Otak belum benar-benar berhenti bekerja. Akibatnya, rasa rileks sulit muncul.
Terbiasa Hidup Serba Sibuk
Rutinitas yang padat membuat tubuh terbiasa bergerak cepat. Saat berhenti, muncul rasa tidak nyaman. Kondisi ini membuat waktu santai terasa canggung.
Rasa Bersalah Saat Tidak Produktif
Sebagian orang merasa bersalah ketika tidak melakukan apa-apa. Pikiran ini membuat waktu santai terasa tidak nikmat. Santai dianggap sebagai pemborosan waktu.
Terlalu Banyak Gangguan
Notifikasi ponsel, media sosial, dan pesan masuk mengganggu fokus. Pikiran terus terpecah. Akibatnya, momen santai tidak terasa utuh.
Kurang Terhubung dengan Diri Sendiri
Waktu santai seharusnya digunakan untuk menikmati momen. Namun, kurangnya kesadaran diri membuat pikiran terus melayang. Tubuh hadir, tapi pikiran tidak.
FAQ Seputar Sulit Menikmati Waktu Santai
Apakah sulit menikmati waktu santai itu normal?
Normal, terutama bagi orang yang terbiasa dengan rutinitas padat.
Kenapa justru merasa gelisah saat sedang santai?
Karena otak belum terbiasa berhenti dan masih mencari stimulasi.
Apa yang bisa dilakukan agar lebih menikmati waktu luang?
Mengurangi distraksi dan memberi izin pada diri sendiri untuk beristirahat bisa membantu.
Sulit menikmati waktu santai sering berkaitan dengan pola pikir dan kebiasaan hidup.
Dengan mengenali penyebabnya, momen santai bisa terasa lebih bermakna. Istirahat bukanlah kemalasan, melainkan kebutuhan.
Laporan: Caesaria Salsabila/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









