Kenapa Sering Mengigau Saat Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Sebagian orang pernah mengalami mengigau saat tidur, mulai dari berbicara sendiri, berteriak, tertawa, hingga merespons seolah sedang berinteraksi dengan orang lain. Meski terlihat aneh atau mengkhawatirkan, mengigau sebenarnya cukup umum terjadi dan sering kali tidak berbahaya.
Namun, jika mengigau terjadi terlalu sering atau semakin parah, kondisi ini bisa menandakan adanya gangguan tertentu. Lalu, kenapa sering mengigau saat tidur? Simak penjelasan lengkap penyebab dan cara mengatasinya berikut ini.
Baca Juga: Gara-gara Rio Dewanto Pulang Malam, Anak Jadi Sering Mengigau
Apa Itu Mengigau Saat Tidur?
Mengigau atau sleep talking adalah kondisi ketika seseorang berbicara saat tidur tanpa disadari. Ucapan yang keluar bisa berupa kata-kata tidak jelas, kalimat pendek, hingga percakapan panjang.
Mengigau dapat terjadi pada semua usia dan biasanya muncul saat fase tidur ringan (non-REM) atau REM. Sebagian besar orang yang mengigau tidak mengingat kejadian tersebut setelah bangun tidur.
Baca Juga: Kamu yang Suka Mengigau Harus Baca Ini
Penyebab Sering Mengigau Saat Tidur
Mengigau sering dipicu kombinasi faktor fisik, psikologis, dan gaya hidup. Berikut penyebab paling umum:
1. Stres dan Gangguan Emosional
Stres berkepanjangan, kecemasan, atau depresi membuat otak sulit beristirahat sepenuhnya saat tidur. Kondisi ini dapat memicu bicara tanpa sadar atau mengigau.
Pada kasus tertentu, mengigau juga berkaitan dengan PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), yaitu gangguan psikologis akibat pengalaman traumatis.
Penderita PTSD sering mengalami mimpi buruk dan tidur tidak nyenyak, sehingga otak tetap aktif dan memicu mengigau, berteriak, atau gelisah saat tidur.
2. Kurang Tidur atau Kelelahan
Tidur kurang dari 7 jam per hari atau kebiasaan begadang mengganggu siklus tidur normal. Saat tubuh dan otak kelelahan, risiko mengigau saat tidur menjadi lebih tinggi.
3. Demam atau Kondisi Sakit
Demam dan infeksi membuat kualitas tidur menurun. Saat tubuh melawan penyakit, aktivitas otak meningkat dan bisa memicu mengigau, terutama pada anak-anak.
4. Konsumsi Alkohol, Obat, atau Zat Tertentu
Alkohol serta beberapa obat seperti obat penenang atau antidepresan dapat memengaruhi sistem saraf dan fase tidur REM. Kondisi ini membuat tidur tidak stabil dan meningkatkan kemungkinan mengigau, terutama jika dikonsumsi 4–6 jam sebelum tidur.
5. Gangguan Tidur Tertentu
Mengigau saat tidur juga sering berkaitan dengan gangguan tidur (parasomnia), yaitu kondisi ketika otak tidak sepenuhnya beristirahat saat tidur.
- Sleepwalking (somnambulisme)
Mengigau sambil berjalan atau melakukan aktivitas tanpa sadar pada fase tidur non-REM, biasanya disertai bicara tidak jelas.
- Night terror
Terbangun setengah sadar dengan jeritan, panik, atau gerakan tiba-tiba, lalu diikuti mengigau emosional. Lebih sering terjadi pada anak, tetapi bisa dialami orang dewasa.
- Sleep apnea
Gangguan henti napas saat tidur yang memecah siklus tidur dan memicu mengigau akibat kurangnya suplai oksigen.
- REM Sleep Behavior Disorder (RBD)
Kondisi ketika otot tidak relaks saat fase REM, sehingga penderita bisa berbicara, berteriak, atau bergerak mengikuti mimpi.
Jika mengigau sering terjadi dan disertai gangguan tidur lain, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan seperti polisomnografi guna diagnosis dan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Harus Bagaimana Jika Sering Mengigau?
Cara Mengatasi Sering Mengigau Saat Tidur
Mengigau dapat dikurangi dengan memperbaiki kualitas tidur dan mengatasi penyebabnya.
- Tidur cukup 7–9 jam dengan jadwal tidur dan bangun yang teratur.
- Kelola stres melalui relaksasi, meditasi, atau yoga sebelum tidur.
- Hindari alkohol, kafein, dan makanan berat di malam hari.
- Ciptakan lingkungan tidur yang tenang, gelap, dan sejuk.
- Jika mengigau sering atau semakin parah, konsultasikan ke dokter untuk terapi atau pengobatan yang sesuai.
Mengigau umumnya tidak berbahaya, tetapi perlu perhatian jika sering atau disertai gejala lain.
Dengan kebiasaan tidur yang baik, mengigau bisa diminimalkan sehingga tidur lebih nyenyak dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









