Kenapa Musim Hujan Bikin Cepat Lapar? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Pernahkah Anda merasa perut tiba-tiba keroncongan tak lama setelah hujan turun dan udara mulai mendingin?
Fenomena ini dialami oleh hampir semua orang. Keinginan untuk menyantap makanan hangat, mi instan, atau camilan berlemak seolah meningkat drastis saat cuaca mendung.
Ternyata, dorongan untuk makan lebih banyak saat musim hujan bukan sekadar lapar mata, melainkan ada mekanisme biologis yang bekerja di dalam tubuh kita.
Hubungan Antara Suhu Dingin dan Metabolisme
Penyebab utama rasa lapar ini adalah upaya tubuh untuk mempertahankan diri dari suhu lingkungan yang menurun.
Proses ini melibatkan sistem metabolisme yang bekerja lebih keras dari biasanya.
1. Proses Termoregulasi Tubuh
Tubuh manusia dirancang untuk selalu berada pada suhu stabil sekitar 37 derajat Celcius. Saat hujan turun dan udara menjadi dingin, suhu tubuh cenderung ikut turun.
Untuk melawannya, tubuh melakukan termoregulasi, yaitu membakar kalori lebih banyak untuk menghasilkan energi panas.
Karena cadangan energi terbakar lebih cepat, otak segera mengirimkan sinyal lapar agar Anda segera mengisi ulang "bahan bakar" tersebut.
2. Penurunan Kadar Serotonin
Kurangnya paparan sinar matahari saat musim hujan ternyata memengaruhi suasana hati (mood). Sinar matahari memicu produksi serotonin, hormon yang memberikan rasa nyaman dan kenyang.
Ketika mendung berlangsung lama, kadar serotonin turun, dan tubuh secara otomatis mencari cara instan untuk meningkatkannya kembali - salah satunya dengan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula.
Faktor Psikologis: Makan sebagai "Comfort Food"
Selain faktor biologis, ada aspek psikologis yang membuat kita lebih sering makan saat hujan:
- Efek Relaksasi: Suara rintik hujan dan suasana redup sering kali menciptakan efek kantuk dan rileks.
Dalam kondisi ini, banyak orang cenderung ingin melakukan aktivitas yang menyenangkan, dan makan adalah cara termudah untuk mendapatkan rasa nyaman tersebut.
- Kurangnya Aktivitas (Sedenter): Hujan sering kali membatasi pergerakan kita di luar ruangan.
Akibatnya, kita lebih banyak berdiam diri di dalam rumah. Rasa bosan saat tidak ada aktivitas sering kali disalahartikan oleh otak sebagai rasa lapar, sehingga kita menjadi lebih sering mencari camilan.
FAQ: Rasa Lapar Saat Cuaca Dingin
Apakah wajar jika berat badan naik saat musim hujan?
Sangat wajar jika asupan makan tidak terkontrol. Kombinasi antara metabolisme yang menuntut energi lebih dan kurangnya aktivitas fisik (olahraga) membuat kalori lebih mudah menumpuk menjadi lemak.
Makanan apa yang terbaik dikonsumsi saat hujan agar tidak cepat lapar lagi?
Pilihlah makanan yang kaya protein dan serat, seperti sup ayam, kacang-kacangan, atau oat hangat. Protein dan serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih stabil dibandingkan gorengan atau mi instan.
Mengapa kita cenderung ingin makanan yang hangat saat hujan?
Makanan hangat membantu meningkatkan suhu tubuh secara langsung dari dalam ke luar. Ini memberikan efek nyaman yang instan bagi sistem pencernaan dan saraf yang sedang kedinginan.
Kesimpulan
Kenapa musim hujan bikin cepat lapar adalah karena tubuh kita sedang bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu tetap hangat.
Dengan memahami bahwa ini adalah proses alami, Anda bisa lebih bijak dalam memilih jenis makanan agar tetap sehat dan berat badan tetap terjaga meskipun nafsu makan sedang meningkat.
Laporan: Nasywa Mutiara Pratista/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









