Akurat

Antisipasi Dengue di Musim Hujan, Langkah Bersama Cegah DBD Hadir di Kota Medan

Mukodah | 1 Desember 2024, 21:10 WIB
Antisipasi Dengue di Musim Hujan, Langkah Bersama Cegah DBD Hadir di Kota Medan

AKURAT.CO Memasuki musim hujan, ancaman dengue semakin nyata.

Meski penyebaran virus dengue di daerah tropis dan subtropis terjadi sepanjang tahun, namun tingginya curah hujan dapat mempengaruhi siklus hidup nyamuk atau tingkat replikasi virus.

Sebab, jumlah hari hujan yang tinggi umumnya mendukung perkembangan nyamuk.

Kementerian Kesehatan mencatat, sampai dengan minggu ke-46 tahun 2024, terdapat 218.356 kasus dengue di Indonesia, dengan kematian sebanyak 1.259 kasus.

Sementara itu, dengue di Provinsi Sumatera Utara masuk dalam 10 besar kasus tertinggi di Indonesia dengan jumlah 7.761.

Serta lima daerah dengan kematian tertinggi sebanyak 52 kasus setelah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menanggapi hal tersebut dan mengantisipasi datangnya musim hujan di penghujung tahun, PT Takeda Innovative Medicines bekerja sama dengan Kemenkes, pemerintah dan pemangku kepentingan kembali menggelar acara Langkah Bersama Cegah DBD pada 29 November sampai 1 Desember 2024 di Kota Medan.

Baca Juga: Takeda Global Apresiasi Kepemimpinan Indonesia dalam Pencegahan dan Penanggulangan DBD
 
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes, dr. Ina Agustina Isturini, menyampaikan apresiasi kepada PT Takeda Innovative Medicines atas komitmen yang tidak pernah putus dalam memerangi dengue di Indonesia.

"Dengue masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Pekerjaan rumah kita masih banyak untuk memberantas dengue dan mencapai tujuan bersama nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. Sebagaimana dicanangkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui melalui The Global Strategy for Dengue Prevention and Control 2012-2020 dan A Road Map for Neglected Tropical Diseases (NTDs) 2021-2030," jelasnya.

Menurut Ina, pemerintah telah menetapkan Strategi Nasional Penanganan Dengue 2021-2025 untuk menekan angka kasus.

Namun, keberhasilan strategi ini tidak semata-mata bergantung pada upaya pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Langkah-langkah seperti menjaga penerapan 3M Plus yang konsisten serta melengkapi perlindungan dengan vaksinasi adalah bagian dari pendekatan menyeluruh untuk mencegah dengue.

"Apalagi saat ini kita mulai menghadapi musim penghujan, di mana kasus kejadian dengue biasanya mulai mengalami peningkatan. Untuk itu, kami mengapresiasi upaya yang secara terus menerus dilakukan oleh Takeda dalam mengedukasi masyarakat seputar bahaya dengue," ujarnya.

Baca Juga: Tekan Kasus DBD, Dinkes Sebar Nyamuk Wolbachia di Jakarta Barat

"Kami berharap upaya bersama ini dapat membuat masyarakat semakin teredukasi akan bahaya virus dengue. Sehingga tergerak untuk lebih waspada dan sama-sama memberantas penyakit yang mengancam jiwa ini," sambung Ina.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, menyoroti tingginya kasus infeksi dengue saat ini.

Tahun 2024 sampai dengan tanggal 28 November pihaknya telah mencatat sejumlah 7.994 kasus dengue di Sumut dengan 52 kematian.

Kasus tertinggi terjadi Kabupaten Karo, Kota Medan, Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Nias Selatan.

Kasus dengue tersebut dapat diperkirakan mengalami peningkatan 100 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebanyak 4.687 kasus dengan kematian 24 orang.

"Dalam upaya menekan angka kasus tersebut, kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan setiap strategi pencegahan dan penanggulangan dengue diimplementasikan secara efektif. Komitmen ini mencerminkan keselarasan yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk melindungi masyarakat dari ancaman dengue," terang Faisal.

Baca Juga: Syarat dan Cara Mendapatkan Vaksin DBD, Program Nasional untuk Melindungi Diri dari Virus Nyamuk

Menurutnya, keberhasilan dalam memerangi dengue akan dapat dicapai apabila terjalin kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta serta seluruh lapisan masyarakat.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memerangi dengue dan menyampaikan keprihatinan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh penyakit ini.

"Dengue menimbulkan beban yang besar, baik bagi pasien, keluarga mereka maupun negara. Setiap jiwa yang menjadi korban adalah sebuah tragedi yang seharusnya dapat dicegah dan setiap kasus adalah pengingat bahwa kita harus berbuat lebih banyak. Langkah Bersama Cegah DBD adalah sebuah panggilan bagi kita semua untuk bertanggung jawab, proaktif dan bersatu dalam memerangi dengue," jelasnya.

Andreas percaya bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah dan pemangku kepentingan lainnya akan dapat membuat perbedaan nyata.

"Bersama, kita memiliki kekuatan untuk memerangi dengue, tetapi kita harus bertindak sekarang. Ini berarti meningkatkan kesadaran, mengedukasi diri sendiri dan orang lain. Serta memperkuat upaya pengendalian nyamuk melalui langkah 3M Plus. Selain itu, masyarakat juga perlu mempertimbangkan metode pencegahan yang inovatif yang telah direkomendasikan oleh para ahli medis untuk anak-anak maupun orang dewasa," jelasnya.

Baca Juga: Catat! 7 Cara Efektif Mencegah Penyakit DBD di Rumah
 
"Di Takeda, kami berkomitmen untuk menjadi mitra jangka panjang dalam memerangi dengue. Komitmen kami tidak hanya mencakup perluasan akses terhadap obat-obatan dan vaksin inovatif, tetapi juga melibatkan kerja sama aktif dengan berbagai pihak untuk mengembangkan pendekatan komprehensif dalam pencegahan dengue. Mari kita ambil langkah bersama, memastikan bahwa tindakan kita hari ini akan menciptakan hari esok yang lebih aman dari dengue dan lebih sehat bagi semua orang di Medan dan Indonesia," Andreas berpesan, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (1/12/2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK