Efek Tidur Terlalu Lama terhadap Kepala dan Daya Konsentrasi

AKURAT.CO Bagi sebagian orang, akhir pekan adalah momen balas dendam untuk tidur.
Bangun siang hari dari tidur dianggap sebagai cara paling ampuh untuk memulihkan tenaga setelah seminggu penuh aktivitas.
Namun, alih-alih merasa segar, tidak sedikit yang justru terbangun dengan kepala berat, pusing, bahkan tubuh terasa lebih lemas dibanding hari biasa.
Fenomena ini bukan hal sepele dan sering disalahartikan sebagai "kurang minum" atau "salah posisi tidur."
Padahal, tidur terlalu lama memang bisa memicu rasa pusing dan ketidaknyamanan pada tubuh, terutama jika terjadi berulang.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh ketika seseorang tidur melebihi kebutuhan alaminya?
Pusing Setelah Tidur Lama, Siapa yang Mengalaminya?
Keluhan pusing akibat tidur terlalu lama bisa dialami siapa saja. Mulai dari mahasiswa yang tidur siang berjam-jam, pekerja yang bangun siang saat libur, hingga lansia yang menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur.
Namun, keluhan ini paling sering dirasakan oleh:
• orang dengan jadwal tidur tidak teratur,
• individu yang sering begadang lalu "menebusnya" dengan tidur panjang,
• orang yang jarang bergerak atau kurang aktivitas fisik,
• serta mereka yang memiliki gangguan kualitas tidur.
Menariknya, rasa pusing ini tidak selalu muncul saat bangun. Pada sebagian orang, pusing justru terasa satu hingga dua jam setelah terjaga, disertai rasa mengantuk yang tidak wajar.
Apa Penyebab Tidur Terlalu Lama Bisa Membuat Kepala Pusing?
Tidur bukan sekadar memejamkan mata. Selama tidur, tubuh menjalankan berbagai proses biologis penting, termasuk pengaturan hormon, aliran darah, hingga kerja sistem saraf.
Ketika durasi tidur terlalu panjang, keseimbangan proses tersebut bisa terganggu.
Beberapa penyebab utama munculnya pusing setelah tidur terlalu lama antara lain:
1. Gangguan ritme biologis tubuh
Tubuh manusia memiliki jam biologis alami yang mengatur kapan harus tidur dan bangun.
Tidur terlalu lama dapat mengacaukan ritme ini, sehingga otak mengalami kebingungan transisi dari fase istirahat ke fase aktif. Akibatnya, muncul rasa berat di kepala dan sulit fokus.
2. Perubahan aliran darah ke otak
Saat tidur dalam waktu lama, posisi tubuh yang tidak berubah dapat memengaruhi sirkulasi darah.
Ketika bangun secara mendadak, aliran darah ke otak bisa terlambat menyesuaikan diri, sehingga memicu pusing atau sensasi melayang.
3. Ketidakseimbangan zat kimia otak
Tidur berlebihan dapat memengaruhi produksi dan kerja neurotransmitter di otak, seperti serotonin dan dopamin.
Ketidakseimbangan zat ini sering dikaitkan dengan sakit kepala, suasana hati buruk, hingga rasa lesu berkepanjangan.
4. Kadar gula darah yang menurun
Semakin lama tidur, semakin panjang pula tubuh tidak mendapatkan asupan makanan.
Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memicu penurunan gula darah yang berujung pada pusing, gemetar, atau lemas setelah bangun.
5. Kualitas tidur yang buruk meski durasinya Panjang
Tidur lama tidak selalu berarti tidur nyenyak. Seseorang bisa menghabiskan 10 jam di tempat tidur, tetapi sering terbangun, tidur tidak dalam, atau tidak mencapai fase tidur restoratif. Akibatnya, tubuh justru merasa "capek dua kali."
Kapan Tidur Lama Masih Wajar, dan Kapan Perlu Diwaspadai?
Tidur lebih lama dari biasanya masih tergolong wajar jika terjadi sesekali, misalnya setelah aktivitas fisik berat atau kurang tidur sebelumnya.
Namun, kondisi ini patut diwaspadai jika:
• Tidur lebih dari 9-10 jam hampir setiap hari,
• Tetap merasa pusing dan mengantuk meski sudah tidur lama,
• Sulit bangun pagi secara konsisten,
• Atau pusing disertai keluhan lain seperti nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, dan sulit berkonsentrasi.
Jika dibiarkan, pola tidur berlebihan bisa menjadi tanda masalah kesehatan lain, mulai dari gangguan metabolisme, gangguan suasana hati, hingga masalah pada sistem saraf.
Bagaimana Cara Mencegah Pusing Akibat Tidur Terlalu Lama?
Kunci utama bukan pada "berapa lama tidur" melainkan seberapa berkualitas tidur tersebut.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah pusing akibat tidur berlebihan antara lain:
1. Menjaga jam tidur dan bangun yang konsisten
Usahakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Kebiasaan ini membantu tubuh mengenali pola istirahat yang sehat.
2. Bangun secara bertahap, jangan mendadak
Berikan waktu beberapa menit setelah bangun untuk duduk atau meregangkan tubuh sebelum berdiri. Cara ini membantu aliran darah menyesuaikan diri.
3. Batasi tidur siang
Tidur siang terlalu lama dapat mengganggu tidur malam dan membuat tubuh "kebanyakan istirahat." Idealnya, tidur siang cukup 20-30 menit.
4. Perbanyak aktivitas fisik ringan
Bergerak secara rutin membantu tubuh mengatur energi dan membuat tidur malam lebih efektif.
5. Perhatikan sinyal tubuh
Jika rasa pusing sering muncul meski durasi tidur sudah ideal, jangan abaikan. Tubuh sering kali memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak seimbang.
Tidur memang penting, tetapi tidur berlebihan bukan solusi untuk kelelahan. Justru, tidur yang terlalu lama dapat membuat tubuh kehilangan ritme alaminya dan memicu berbagai keluhan, termasuk pusing yang mengganggu aktivitas.
Alih-alih mengejar durasi, fokuslah pada keteraturan dan kualitas tidur. Ketika tubuh mendapatkan istirahat yang cukup dan tepat, bangun pagi tidak lagi terasa berat, dan kepala pun terbebas dari rasa pusing yang tidak perlu.
Laporan: Mutiara MY/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









