Akurat

Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Stroke agar Tidak Kambuh

Herry Supriyatna | 21 Januari 2026, 23:30 WIB
Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Stroke agar Tidak Kambuh

AKURAT.CO Stroke adalah penyakit yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah.

Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak dan menimbulkan gangguan fungsi tubuh, seperti sulit berbicara, lumpuh, hingga kehilangan keseimbangan.

Karena dampaknya yang serius, stroke memerlukan penanganan dan perawatan jangka panjang. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah pola makan.

Pasalnya, beberapa jenis makanan dapat memperburuk kondisi pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya serangan stroke ulang.

Lalu, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari oleh penderita stroke? Berikut penjelasannya.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Stroke

Bagi penderita stroke, pemilihan makanan sangat berperan dalam mencegah komplikasi dan kekambuhan. Berikut beberapa jenis makanan yang perlu dibatasi atau dihindari:

1. Makanan Instan dan Olahan Kemasan

Makanan instan seperti mi instan, sosis, nugget, daging olahan, dan camilan kemasan umumnya mengandung natrium, nitrat, dan nitrit sebagai pengawet.

Zat-zat ini dapat membuat pembuluh darah mengeras dan menyempit, sehingga meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

Kondisi tersebut berpotensi memicu stroke kambuh. Oleh karena itu, penderita stroke dianjurkan lebih memilih makanan segar yang diolah sendiri.

Baca Juga: Mengenal Stroke Iskemik: Penyebab, Gejala, dan Faktor Risiko

2. Makanan Tinggi Garam

Asupan garam berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, yang merupakan salah satu faktor utama risiko stroke berulang.

Makanan seperti ikan asin, makanan kalengan, mi instan, sosis, makanan cepat saji, serta camilan gurih kemasan sebaiknya dibatasi.

Idealnya, konsumsi garam dibatasi maksimal 1.500 miligram per hari atau sekitar satu sendok teh.

3. Makanan Tinggi Gula

Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah, memicu obesitas, serta merusak pembuluh darah. Kondisi ini dapat memperberat risiko stroke dan komplikasinya.

Penderita stroke disarankan membatasi konsumsi gula hingga maksimal empat sendok makan per hari, serta mengurangi minuman bersoda, kue manis, dan makanan ringan tinggi gula.

4. Makanan Tinggi Lemak Jenuh dan Lemak Trans

Lemak jenuh dan lemak trans dikenal sebagai lemak “jahat” karena dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Penumpukan kolesterol ini dapat menyumbat pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke otak.

Lemak jenuh banyak ditemukan dalam daging merah, kulit ayam, dan produk susu tinggi lemak, sedangkan lemak trans terdapat pada gorengan, makanan cepat saji, biskuit, donat, margarin, dan camilan olahan.

5. Minuman Beralkohol

Konsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah otak.

Bagi penderita stroke, alkohol sebaiknya dihindari sepenuhnya, terutama jika disertai penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.

Pilihan Makanan Sehat untuk Penderita Stroke

Selain menghindari makanan tertentu, penderita stroke juga perlu menerapkan pola makan sehat untuk mendukung pemulihan dan mencegah kekambuhan.

1. Sayur dan Buah Segar

Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan asparagus kaya antioksidan yang membantu melindungi sel otak dari kerusakan.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Tambah 32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas, Perluas Layanan ke 5 Rute Baru

Buah-buahan seperti apel, pisang, jeruk, pir, dan tomat juga mengandung vitamin, mineral, serta serat yang baik bagi kesehatan pembuluh darah.

2. Ikan Berlemak Sehat

Ikan merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi jantung dan pembuluh darah. Omega-3 membantu menurunkan kolesterol jahat dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

Jenis ikan yang dianjurkan antara lain salmon, tuna, lele, dan nila, dengan frekuensi konsumsi minimal dua kali seminggu.

3. Biji-bijian Utuh dan Kacang-kacangan

Oatmeal, roti gandum, nasi merah, dan quinoa mengandung serat tinggi yang membantu menurunkan kolesterol dan menjaga kestabilan gula darah.

Sementara kacang-kacangan seperti almond, kacang merah, dan biji labu kaya magnesium, zat besi, serta vitamin B yang mendukung fungsi saraf dan otak.

4. Produk Susu Rendah Lemak

Susu, yoghurt, dan keju rendah lemak dapat menjadi sumber kalsium dan protein tanpa meningkatkan kadar kolesterol. Asupan ini juga membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan tulang selama masa pemulihan.

5. Makanan Kaya Kalium dan Vitamin

Kalium berperan penting dalam menyeimbangkan kadar natrium dan mengontrol tekanan darah. Sumber kalium yang baik antara lain pisang, kentang, ubi jalar, dan tomat.

Selain itu, vitamin B6, B12, C, dan E yang terdapat dalam jeruk, sereal, dan bawang putih juga membantu proses perbaikan jaringan tubuh pasca stroke.

Baca Juga: Pencabutan Izin 28 Perusahaan Dinilai Belum Cukup, Negara Diminta Kawal Pemulihan Hutan Sumatera

Kesimpulan

Penderita stroke perlu menghindari makanan yang dapat memperburuk kondisi pembuluh darah dan meningkatkan risiko kekambuhan.

Sebagai gantinya, penerapan pola makan sehat dan seimbang dengan asupan bergizi dapat membantu mempercepat pemulihan serta menjaga kualitas hidup tetap optimal.

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.