Mengenal Stroke Iskemik: Penyebab, Gejala, dan Faktor Risiko

AKURAT.CO Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah menuju otak tersumbat, sehingga sel-sel otak mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi.
Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi tubuh secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan kerusakan serius.
Dampaknya bisa langsung dirasakan, mulai dari gangguan gerak, bicara, koordinasi, hingga fungsi organ tubuh lainnya.
Oleh karena itu, pemahaman tentang penyebab dan gejala stroke iskemik menjadi sangat penting.
Bagaimana Stroke Iskemik Terjadi?
Stroke iskemik terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh sumbatan.
Sumbatan ini umumnya berasal dari gumpalan darah atau penumpukan plak kolesterol (aterosklerosis) yang menyempitkan pembuluh darah.
Kondisi ini termasuk dalam keadaan darurat medis. Pasalnya, sel-sel otak dapat mengalami kerusakan hanya dalam hitungan menit, dan risiko kecacatan akan meningkat apabila penanganan terlambat dilakukan.
Secara umum, stroke iskemik terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
Baca Juga: Pemprov Jakarta Tambah 32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas, Perluas Layanan ke 5 Rute Baru
-
Stroke Emboli, terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di bagian tubuh lain, seperti jantung, lalu terbawa aliran darah hingga menyumbat pembuluh darah di otak.
-
Stroke Trombotik, terjadi akibat penumpukan plak kolesterol di dinding arteri, terutama di pembuluh darah leher yang menyuplai darah ke otak.
Gejala dan Tanda Stroke Iskemik
Gejala stroke iskemik biasanya muncul secara mendadak dan bervariasi, tergantung pada bagian otak yang terdampak. Beberapa tanda yang umum meliputi:
-
Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, termasuk wajah, lengan, atau tungkai.
-
Gangguan keseimbangan dan kesulitan mengendalikan gerakan.
-
Gangguan bicara, seperti sulit mengucapkan kata-kata atau memahami pembicaraan.
-
Gangguan penglihatan, mulai dari pandangan kabur hingga kehilangan penglihatan sebagian.
-
Pusing, sakit kepala hebat, mual, atau muntah.
-
Kebingungan dan gangguan daya ingat.
Dalam kondisi yang lebih berat, stroke iskemik dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, perubahan perilaku, hilangnya kemampuan berbicara, koma, bahkan kematian.
Siapa yang Berisiko Mengalami Stroke Iskemik?
Stroke iskemik dapat menyerang siapa saja, namun risikonya lebih tinggi pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu maupun gaya hidup yang kurang sehat.
Faktor kesehatan yang meningkatkan risiko antara lain:
Baca Juga: Antisipasi Banjir, Pramono Siap Berlakukan WFH dan PJJ di Jakarta
-
Usia di atas 55 tahun
-
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
-
Penyakit jantung, termasuk gangguan irama jantung dan penyakit katup jantung
-
Diabetes
-
Kolesterol tinggi dan penyempitan pembuluh darah
-
Obesitas
-
Riwayat stroke atau serangan jantung sebelumnya
-
Fibrilasi atrium dan kardiomiopati
-
Riwayat keluarga dengan stroke
Sementara itu, faktor gaya hidup yang berpengaruh meliputi:
-
Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
-
Kurang aktivitas fisik
-
Pola makan tinggi lemak jenuh dan kalori
-
Penggunaan narkoba, seperti kokain atau amfetamin
-
Tingkat stres yang tinggi
Kesimpulan
Stroke iskemik terjadi akibat tersumbatnya aliran darah ke otak, yang menyebabkan gangguan fungsi tubuh secara mendadak.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerusakan permanen apabila tidak ditangani dengan cepat.
Mengenali gejala sejak dini serta memahami faktor risiko menjadi kunci penting untuk mendapatkan penanganan medis segera dan mencegah dampak yang lebih berat.
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








