Antisipasi Banjir, Pramono Siap Berlakukan WFH dan PJJ di Jakarta

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyiapkan skema darurat berupa kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) serta Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir di tengah cuaca ekstrem.
Pramono bersyukur, hujan deras yang terjadi pada akhir pekan lalu, hingga menyebabkan sejumlah wilayah tergenang, bertepatan dengan libur panjang.
Kondisi tersebut membuat Pemprov DKI tidak perlu memberlakukan kebijakan WFH bagi pegawai maupun PJJ bagi peserta didik.
“Kalau memang akan terulang kembali, mudah-mudahan tidak ya, karena kemarin curah hujan terjadi di hari Sabtu-Minggu dan kebetulan libur panjang, sehingga tidak memerlukan work from home,” kata Pramono di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Namun demikian, ia menegaskan, apabila kondisi serupa terjadi pada hari kerja, Pemprov DKI tidak akan ragu menerapkan kebijakan WFH dan PJJ, khususnya untuk melindungi peserta didik.
Baca Juga: Pencabutan Izin 28 Perusahaan Dinilai Belum Cukup, Negara Diminta Kawal Pemulihan Hutan Sumatera
“Kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan terjadi di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita,” ujarnya.
Pramono menambahkan, saat ini Pemprov DKI terus melakukan langkah mitigasi banjir dengan memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta memastikan seluruh fasilitas pompa air berfungsi optimal.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran operasi modifikasi cuaca hingga satu bulan ke depan.
Kebijakan ini berbeda dari sebelumnya, di mana anggaran OMC umumnya hanya disiapkan untuk satu hingga tiga hari.
“Operasi modifikasi cuaca sekarang anggarannya dipersiapkan sampai satu bulan penuh. Biasanya hanya satu, dua, atau tiga hari,” tutup Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










