Dampak Kurang Tidur terhadap Kesehatan Kulit Wajah

AKURAT.CO Tidur merupakan kebutuhan biologis yang sangat penting bagi manusia. Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan, mulai dari memperbaiki jaringan, menyeimbangkan hormon, hingga meregenerasi sel.
Salah satu organ yang paling merasakan manfaat dari proses ini adalah kulit wajah. Tak heran jika tidur kerap disebut sebagai beauty sleep atau perawatan kecantikan alami.
Namun, di tengah kesibukan dan gaya hidup modern, banyak orang mengorbankan waktu tidur karena pekerjaan, aktivitas sosial, atau kebiasaan begadang.
Padahal, kurang tidur tidak hanya membuat tubuh terasa lelah, tetapi juga berdampak nyata pada kesehatan kulit.
Sejumlah penelitian medis bahkan menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat mempercepat penuaan kulit serta memicu berbagai masalah dermatologis.
Berikut beberapa dampak kurang tidur terhadap kulit wajah yang perlu diwaspadai.
1. Kulit Tampak Kusam dan Kehilangan Cahaya Alami
Saat tidur, aliran darah ke kulit meningkat sehingga wajah terlihat lebih cerah dan segar keesokan harinya.
Jika waktu tidur tidak tercukupi, sirkulasi darah menjadi kurang optimal.
Baca Juga: SMARTFREN Gandeng MNC Pictures Luncurkan Web Series Yang Penting Ada Cinta, Bidik Gen Z dan Milenial
Akibatnya, kulit tampak kusam, pucat, dan kehilangan kilau alaminya. Kondisi ini sering disebut sebagai tired look atau wajah terlihat lelah.
2. Muncul Lingkaran Hitam dan Kantung Mata
Kurang tidur menyebabkan pembuluh darah di sekitar mata melebar sehingga membentuk lingkaran hitam. Selain itu, penumpukan cairan di area bawah mata dapat menimbulkan kantung mata.
Kombinasi keduanya membuat wajah terlihat tidak segar dan tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
3. Mempercepat Penuaan Dini
Tidur berperan penting dalam produksi kolagen, protein yang menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit.
Kurang tidur dapat menurunkan produksi kolagen, sehingga kulit menjadi lebih kendur dan garis halus serta keriput muncul lebih cepat.
Studi dermatologi menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari lima jam per malam cenderung memiliki tanda penuaan dini yang lebih jelas dibandingkan mereka yang tidur cukup.
4. Meningkatkan Risiko Jerawat dan Peradangan
Tidur yang tidak memadai dapat meningkatkan kadar hormon stres atau kortisol dalam tubuh.
Kortisol berlebih memicu peradangan kulit, memperburuk jerawat, dan mengganggu keseimbangan produksi minyak.
Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan berjerawat, iritasi, dan sulit pulih dari peradangan.
5. Regenerasi Sel Kulit Tidak Optimal
Proses regenerasi sel kulit berlangsung paling aktif pada malam hari saat tubuh beristirahat. Jika waktu tidur terganggu, perbaikan sel tidak berjalan maksimal.
Kondisi ini membuat bekas jerawat, noda hitam, atau kerusakan kulit akibat sinar matahari membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
6. Kulit Menjadi Lebih Kering dan Sensitif
Kurang tidur juga memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh. Kulit pun kehilangan kelembapannya, terasa lebih kering, kasar, dan mudah teriritasi.
Kulit kering cenderung memperlihatkan garis halus lebih jelas, sehingga tanda penuaan tampak semakin nyata.
Baca Juga: Anggaran Bongkar Tiang Monorel
7. Melemahnya Lapisan Pelindung Kulit
Tidur yang cukup membantu menjaga fungsi skin barrier atau lapisan pelindung kulit.
Ketika kualitas tidur buruk, lapisan ini dapat melemah, membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi, alergi, serta kerusakan akibat polusi dan paparan sinar ultraviolet.
Kurang tidur bukan hanya persoalan rasa lelah, tetapi juga berdampak besar pada kesehatan dan penampilan kulit wajah.
Menjaga pola tidur yang cukup dan berkualitas menjadi langkah penting untuk mempertahankan kulit tetap sehat, cerah, dan awet muda secara alami.
Laporan: Bunga Adinda/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









