Akurat

Deteksi Dini Demam Berdarah: Kenali Gejala Awal dan Tindakan Tepat di Rumah

Eko Krisyanto | 10 Januari 2026, 23:02 WIB
Deteksi Dini Demam Berdarah: Kenali Gejala Awal dan Tindakan Tepat di Rumah

AKURAT.CO Deteksi dini demam berdarah sangat penting untuk mencegah komplikasi serius yang dapat mengancam nyawa. Gejala awal sering muncul sebelum kondisi memburuk.

Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini di rumah, orang tua maupun pasien dapat segera mengambil langkah tepat sebelum mendapatkan penanganan medis.

Gejala Awal Demam Berdarah yang Bisa Dikenali di Rumah

Demam tinggi mendadak

Demam berdarah umumnya ditandai dengan kenaikan suhu tubuh secara tiba-tiba hingga di atas 40°C dan dapat berlangsung selama 2–7 hari. Pola demam sering naik turun, dikenal sebagai siklus pelana kuda, yakni demam mereda sementara lalu meningkat kembali.

Sakit kepala dan nyeri otot

Pasien kerap mengalami sakit kepala hebat, terutama di area dahi atau belakang mata. Nyeri otot, tulang, dan sendi juga sering dirasakan dan terasa cukup intens.

Mual dan muntah

Gejala mual dan muntah biasanya muncul pada hari ke-2 hingga ke-7, yang dapat menyebabkan penurunan nafsu makan secara signifikan.

Kelelahan dan tubuh lemas

Rasa lemas dan kelelahan berlebihan merupakan respons tubuh terhadap infeksi virus dengue.

Ruam atau bintik merah

Ruam atau bintik merah pada kulit umumnya muncul setelah demam mulai menurun dan menjadi salah satu tanda khas demam berdarah.

Baca Juga: Hukum Puasa Senin Kamis Tanpa Sahur dalam Islam

Waktu muncul gejala

Gejala biasanya mulai terlihat 4–7 hari setelah gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue, sehingga kewaspadaan sejak awal sangat diperlukan.

Tindakan Awal yang Bisa Dilakukan di Rumah

Pastikan istirahat yang cukup

Istirahat yang optimal sangat penting agar tubuh dapat melawan infeksi dan mempercepat pemulihan, terutama pada anak-anak.

Penuhi kebutuhan cairan

Cairan harus tercukupi melalui air putih, oralit, sup hangat, atau jus buah tanpa tambahan gula untuk mencegah dehidrasi akibat demam, muntah, atau diare.

Gunakan parasetamol untuk demam

Parasetamol aman digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Hindari penggunaan aspirin atau ibuprofen karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Kompres dengan air hangat

Kompres hangat pada dahi, ketiak, atau lipatan paha membantu menurunkan suhu tubuh secara aman dan nyaman.

Berikan makanan bergizi

Sajikan makanan ringan dan mudah dicerna seperti bubur, sup ayam, atau buah-buahan untuk menjaga asupan nutrisi meskipun nafsu makan menurun.

Pantau tanda bahaya

Segera waspadai tanda perburukan seperti mimisan terus-menerus, muntah berulang, nyeri perut hebat, atau tanda dehidrasi seperti bibir kering, urine berwarna gelap, dan mata cekung.

Kondisi ini menandakan fase kritis yang memerlukan penanganan medis segera.

Baca Juga: PDIP Pilih Jalur Konstitusional Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD

Pencegahan Demam Berdarah di Lingkungan Rumah

Menguras tempat penampungan air

Bersihkan ember, bak mandi, toren, botol bekas, dan penampungan air lainnya minimal seminggu sekali. Menyikat dinding penampungan membantu menghilangkan telur nyamuk.

Menutup penampungan air

Pastikan seluruh wadah air tertutup rapat agar nyamuk tidak dapat bertelur.

Mengubur atau mendaur ulang barang bekas

Buang atau daur ulang kaleng, botol, ban bekas, dan barang lain yang berpotensi menampung air hujan.

Pencegahan tambahan di rumah

Gunakan kelambu atau kasa anti-nyamuk pada pintu dan jendela, lotion anti-nyamuk, serta jaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar untuk mencegah genangan air.

Lindungi diri dengan pakaian yang tepat

Kenakan pakaian tertutup, terutama pada pagi dan sore hari saat nyamuk Aedes aegypti aktif, guna mengurangi risiko gigitan.

Penutup

Mendeteksi gejala demam berdarah sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi serius.

Dengan pemantauan cermat dan tindakan cepat di rumah—seperti menjaga hidrasi, istirahat cukup, dan kewaspadaan terhadap tanda bahaya—penanganan dapat lebih efektif sebelum mendapatkan perawatan medis dan membantu mempercepat pemulihan.

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.