Super Flu Virus yang Sedang Marak: Apa Itu dan Seberapa Berbahaya?

AKURAT.CO Saat ini, varian Influenza A (H3N2) subclade K, yang popular disebut "super flu" telah teridentifikasi di Indonesia menimbulkan kekhawatiran karena penularannya yang cepat.
Meskipun istilah "super flu" bukanlah diagnosis medis resmi, varian ini menyoroti perlunya kewaspadaan terhadap gejala yang mungkin lebih berat dibandingkan flu musiman biasa, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Berikut definisi, penyebaran, dan pencegahan Super Flu Virus.
Definisi Super Flu Virus
Super flu adalah istilah populer yang digunakan masyarakat awam untuk merujuk pada lonjakan kasus influenza yang disebabkan oleh dominasi varian subclade K dari virus influenza A (H3N2).
Istilah ini tidak memiliki makna medis resmi dan tidak dianggap sebagai penyakit baru secara klinis, melainkan menggambarkan situasi ketika infeksi influenza menyebar dengan cepat dan menyebabkan gejala yang terasa lebih berat pada sebagian orang.
Subclade K sendiri merupakan cabang mutasi terbaru dari virus Influenza A (H3N2) yang telah bersirkulasi selama puluhan tahun.
Para ilmuwan pertama kali mendeteksinya pada Juni 2025, dan sejak saat itu, virus ini menyebar dengan sangat cepat di berbagai negara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak November 2025 telah menyatakan bahwa virus H3N2 subclade K telah mengalami setidaknya tujuh kali mutasi dan mendominasi di sejumlah negara di belahan bumi di atas khatulistiwa.
Penyebaran dan Kasus di Indonesia
Super flu, atau influenza A (H3N2) subclade K, telah teridentifikasi di Indonesia sejak 25 Desember 2025.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat adanya 62 kasus hingga akhir Desember 2025, yang tersebar di delapan provinsi dengan jumlah terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Mayoritas pasien yang terinfeksi adalah perempuan dan anak-anak.
Varian ini dikenal memiliki tingkat penularan yang tinggi, bahkan satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada dua hingga tiga orang di sekitarnya.
Gejala Super Flu
Gejala super flu umumnya mirip dengan flu musiman biasa, namun seringkali terasa lebih berat dan muncul secara mendadak. Gejala umum meliputi:
- Demam tinggi: Dapat mencapai 39-41 derajat Celcius.
- Sakit tenggorokan: Merupakan salah satu keluhan umum.
- Nyeri otot atau badan (myalgia): Gejala ini bisa sangat berat.
- Hidung berair atau tersumbat: Juga sering terjadi.
- Kelelahan ekstrem: Gejala ini banyak dikeluhkan dan dapat membuat penderitanya tidak mampu beraktivitas selama beberapa hari.
- Batuk: Seringkali batuk kering.
- Sakit kepala: Merupakan gejala yang umum ditemukan.
- Menggigil: Juga sering dikeluhkan pasien.
Perbedaan utama dengan flu biasa terletak pada intensitas gejala dan kecepatan munculnya.
Flu biasanya muncul secara tiba-tiba dalam dua hingga tiga hari setelah terpapar virus, sementara pilek cenderung berkembang perlahan selama beberapa hari.
Pencegahan dan Penanganan
Untuk menghadapi ancaman "super flu", berbagai langkah pencegahan dan penanganan direkomendasikan:
Pencegahan
- Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Menerapkan PHBS adalah langkah pencegahan utama.
- Mencuci tangan: Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer, sangat penting.
- Etika batuk dan bersin: Menutup mulut dan hidung dengan lengan atau tisu saat batuk atau bersin, lalu segera membuang tisu ke tempat sampah.
- Menggunakan masker: Disarankan menggunakan masker di tempat-tempat ramai di dalam ruangan, terutama saat sakit, untuk mencegah penularan.
- Menjaga jarak: Menjaga jarak saat tidak fit.
- Vaksinasi Influenza: Tetap direkomendasikan untuk mencegah gejala yang berat dan menurunkan risiko komplikasi serta kematian, meskipun tidak sepenuhnya ampuh mencegah penularan atau sesuai sepenuhnya dengan subclade K yang dominan.
Penanganan
- Deteksi dini: Jika sakit, disarankan untuk melakukan tes untuk mengetahui penyakit yang diderita, terutama karena gejala COVID-19 dapat sangat mirip.
- Segera ke fasilitas kesehatan: Apabila gejala flu memberat, berlangsung lama, atau tidak kunjung membaik, segera berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
- Perawatan suportif: Pengobatan super flu sama dengan flu pada umumnya, berfokus pada penanganan infeksi itu sendiri. Ini termasuk istirahat cukup, menjaga asupan cairan, serta penggunaan obat penurun demam dan pereda nyeri.
- Obat antivirus: Obat antivirus seperti oseltamivir efektif jika diberikan dalam 48 jam pertama setelah gejala muncul, dapat memperpendek durasi gejala dan menurunkan risiko komplikasi.
- Konsultasi dengan petugas kesehatan: Bila sakit memberat, atau jika ada beberapa orang dengan gejala serupa di lingkungan yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







