Akurat

Jangan Panik! Begini Cara Memastikan Orang Benar-benar Sudah Meninggal Dunia

Eko Krisyanto | 1 Desember 2025, 16:22 WIB
Jangan Panik! Begini Cara Memastikan Orang Benar-benar Sudah Meninggal Dunia

AKURAT.CO Saat seseorang terlihat tidak bernapas atau tidak bergerak sama sekali akan memunculkan pertanyaan "sudah meninggal atau belum?"

Hal ini tidak hanya membuat bingung secara emosional tetapi juga menyangkut aspek medis yang krusial.

Memahami tanda-tanda kematian secara medis dan sehari-hari dapat membantu kita bertindak dengan tepat.

Tanda-tanda Utama yang Harus Diperhatikan

1. Henti napas dan tidak ada denyut nadi
Salah satu indikasi utama yang menunjukkan seseorang telah meninggal yaitu tidak adanya napas serta denyut nadi yang tidak terdeteksi.

2. Tidak ada respons terhadap rangsangan
Jika tidak menunjukkan respon sedikitpun terhadap rangsangan maka ini sebagai pertanda kematian medis.

3. Pemeriksaan respons pupil dan refleks
Metode pemeriksaan pupil dengan cara menyinari mata memakai senter sebagai salah satu langkah yang mudah dilakukan. Metode lain yaitu "cermin di bawah hidung" untuk melihat embun napas.

Tanda Fisik yang Menjelang atau Setelah Kematian

1. Tubuh menjadi sangat lelah, sering mengantuk, atau tak sadarkan diri.
2. Mengalami penurunan nafsu makan atau minum karena fungsi tubuh melemah.
3. Perubahan nafas, misalnya nafas menjadi sangat dalam atau cepat dengan jeda antar nafas.
4. Tangan dan kaki terasa dingin, kulit bisa berubah warna karena sirkulasi darah melemah.
5. Setelah kematian terjadi, perubahan post mortem seperti otot menjadi kaku, pengendapan darah menyebabkan area memerah kebiruan, suhu tubuh menurun.

Penting untuk Memastikan dengan Benar

1. Menghindari kesalahan diagnosis seperti ada laporan orang yang "dinyatakan meninggal" padahal masih bernyawa.
2. Tindakan lanjutan yang tepat seperti penghentian perawatan atau prosedur lainnya bisa salah jika seseorang masih hidup tapi dinyatakan meninggal. Sebaliknya, jika benar meninggal maka proses selanjutnya bisa segera dilakukan.
3. Ketenangan keluarga terhadap kondisi orang yang mereka kasihi.
4. Kepatuhan prosedur medis/forensik seperti penentuan kematian secara formal harus melalui prosedur dengan memeriksa denyut nadi, napas, respons pupula, bahkan EKG.

Langkah yang Harus Dilakukan jika Menemukan Orang Diduga Meninggal

1. Pastikan lingkungan sekitar aman.
2. Lakukan pemeriksaan dasar:
● Periksa kesadaran.
● Periksa napas.
● Periksa denyut nadi.
● Periksa respons pupil.
3. Jika napas dan denyut nadi tidak terdeteksi, segera hubungi layanan darurat medis atau bawa ke rumah sakit terdekat.
4. Hindari mengambil kesimpulan sendiri tanpa pemeriksaan profesional.
5. Jika sudah dinyatakan meninggal oleh tenaga medis, lakukan proses selanjutnya.
6. Jika berada di rumah dan menunggu ambulans, catat waktu, kondisi tubuh, posisi tubuh, dan hindari memindahkan tubuh terlalu cepat agar tidak mengganggu pemeriksaan lebih lanjut.

Catatan dan Peringatan

1. Pemeriksaan di atas bukan pengganti pemeriksaan profesional. Untuk kepastian resmi tetap diperlukan tenaga medis atau institusi yang berwenang.

2. Kondisi medis tertentu bisa membuat orang terlihat sudah meninggal padahal belum.

3. Selalu bertindak dengan hormat dan penuh kasih sayang saat menghadapi situasi kritis ini karena konteksnya sangat emosional untuk keluarga dan korban.

4. Jika kondisi terjadi di rumah, pastikan keluarga segera dibimbing untuk menghubungi fasilitas medis dan hindari membuat keputusan sendiri yang bisa menimbulkan risiko hukum atau kemanusiaan.

Mengetahui apakah seseorang benar-benar telah meninggal bukan hal sepele. Beberapa tanda utama seperti henti napas, tidak adanya denyut nadi, dan respon pupil serta perubahan fisik bisa menjadi petunjuk yang kuat.

Namun, untuk kepastian hukum dan medis, pemeriksaan profesional tetap mutlak diperlukan. Dengan pemahaman yang tepat, kita bisa bertindak cepat, tepat dan penuh empati dalam situasi yang sangat sulit.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK