Akurat

Kenapa Gigi Geraham Mudah Berlubang? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Eko Krisyanto | 30 November 2025, 19:11 WIB
Kenapa Gigi Geraham Mudah Berlubang? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

AKURAT.CO Gigi geraham atau gigi belakang adalah bagian penting untuk mengunyah makanan setiap hari.

Perannya yang besar membuat gigi ini bekerja jauh lebih keras dibanding gigi lainnya. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa gigi geraham justru lebih rentan mengalami kerusakan dan mudah berlubang.

Kondisi ini sering muncul tiba-tiba, bahkan tanpa gejala awal yang jelas, sehingga baru disadari ketika rasa ngilu hingga nyeri muncul saat mengunyah.

Selain itu, letak gigi geraham yang berada di bagian paling belakang mulut membuat proses pembersihannya lebih sulit.

Sisa makanan yang tidak terangkat dengan baik bisa berubah menjadi plak dan mempercepat kerusakan enamel.

Jika tidak ditangani, masalah kecil ini bisa berkembang menjadi lubang besar yang mengganggu kenyamanan makan dan berdampak buruk pada kesehatan mulut secara keseluruhan.

Penyebab Gigi Geraham Mudah Berlubang

Berikut adalah alasan utama kenapa gigi geraham atau gigi belakang mudah sekali berlubang:

1. Bentuk Gigi yang Banyak Lekukan

Gigi geraham memiliki permukaan kunyah yang penuh lekukan, celah, dan alur alami.

Struktur ini membuat makanan lebih mudah tersangkut dan plak lebih mudah terbentuk.

Jika tidak dibersihkan secara menyeluruh, bakteri akan berkembang dan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi.

2. Posisi Gigi yang Sulit Dibersihkan

Letaknya berada di area paling belakang membuat gigi geraham sulit dijangkau oleh sikat gigi.

Banyak orang hanya fokus pada bagian depan, sehingga area belakang sering terlewat dan tidak dibersihkan secara optimal.

3. Penumpukan Plak dan Bakteri

Sisa makanan yang terperangkap di sela-sela gigi geraham dapat berubah menjadi plak.

Plak yang dibiarkan akan menghasilkan asam yang secara perlahan melubangi lapisan enamel hingga menembus ke bagian gigi yang lebih dalam.

4. Konsumsi Makanan Manis dan Lengket

Makanan manis dan lengket seperti permen, cokelat, roti, atau kue mudah menempel pada gigi belakang.

Ketika partikel makanan ini tersisa terlalu lama, bakteri akan mengolahnya menjadi asam yang dapat merusak permukaan gigi.

5. Mulut Kering dan Kekurangan Fluoride

Air liur berfungsi melindungi gigi dengan menetralkan asam dan membantu membersihkan sisa makanan. Saat mulut kering, perlindungan ini berkurang.

Begitu juga jika asupan fluoride kurang, enamel gigi menjadi lebih lemah, mudah rusak, dan berlubang.

6. Asam Lambung atau Kondisi Kesehatan Tertentu

Naiknya asam lambung ke mulut dapat mengikis enamel dari dalam, membuat gigi belakang semakin rentan terhadap kerusakan dan pembentukan lubang.

7. Enamel Gigi yang Menipis Seiring Usia

Dengan bertambahnya usia, enamel gigi dapat mengalami aus. Ketika lapisan pelindung gigi ini menipis, gigi geraham menjadi lebih mudah terserang bakteri dan zat asam.

Gejala yang Perlu Diperhatikan Saat Gigi Berisiko Berlubang

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan agar kamu bisa mendeteksi lebih awal ketika gigi berisiko copot atau berlubang, antara lain:

● Muncul noda putih, kecokelatan, atau hitam pada permukaan gigi
● Permukaan gigi terasa cekung atau berubah teksturnya
● Sensitivitas terhadap makanan atau minuman panas, dingin dan manis
● Rasa ngilu atau nyeri saat mengunyah
● Bau mulut atau rasa tidak nyaman di bagian belakang rahang.

Cara Mencegah Kerusakan pada Gigi Geraham

Untuk menjaga kesehatan gigi geraham atau gigi belakang, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut:

● Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride
● Menggunakan teknik menyikat yang benar agar lekukan gigi geraham terjangkau
● Mengurangi konsumsi makanan manis, lengket, dan bertepung
● Banyak minum air untuk menjaga produksi air liur tetap optimal
● Rutin memeriksakan gigi minimal enam bulan sekali
● Melakukan pembersihan profesional (scaling) untuk menghilangkan plak dan karang gigi
● Segera menambal gigi jika ditemukan lubang kecil agar tidak membesar.

Gigi geraham atau gigi belakang memang lebih mudah berlubang karena bentuknya yang berlekuk, posisinya yang sulit dijangkau, serta kebiasaan makan dan kebersihan mulut yang kurang optimal.

Meski demikian, kerusakan pada gigi geraham bisa dicegah dengan perawatan harian yang konsisten dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.

Semakin cepat kerusakan terdeteksi, semakin besar peluang gigi geraham tetap sehat dan berfungsi baik dalam jangka panjang.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK