Akurat

Gigi Tonggos: Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Eko Krisyanto | 30 November 2025, 16:10 WIB
Gigi Tonggos: Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Memiliki gigi rapi dan senyum percaya diri merupakan harapan semua orang.

Tetapi, tidak semua orang memiliki posisi gigi yang ideal. Jika kamu atau anakmu mengalami kondisi di mana gigi atas tampak terlalu maju dibanding gigi bawah, mungkin itu gigi tonggos.

Kondisi ini lebih dari masalah estetika tetapi bisa memengaruhi kenyamanan makan, bicara, bahkan kesehatan mulut secara keseluruhan.

Gigi tonggos terjadi saat deretan gigi atas atau rahang atas terlalu maju dibanding gigi bawah.

Gigi tonggos termasuk salah satu bentuk Maloklusi Gigi, yaitu ketidaksesuaian posisi antara rahang dan gigi atas bawah.

Gigi tonggos yang parah akan menghambat fungsi normal mulut menyebabkan iritasi pada gusi, bibir, atau lidah, bahkan membuat bibir sulit menutup sempurna.

Penyebab Gigi Tonggos

1. Faktor Genetik > Struktur rahang dan posisi gigi bisa disebabkan oleh faktor genetik. Jika rahang atas terlalu besar, atau rahang bawah terlalu kecil. gigi atas bisa tampak menonjol.

2. Kebiasaan sejak masa kecil > Menghisap jempol, menghisap dot atau empeng yang dapat memberi tekanan pada langit-langit dan mengubah arah tumbuh gigi permanen.

3. Kebiasaan mendorong lidah > Menjulurkan lidah terus menerus ke depan, akan memberi dorongan yang membuat gigi depan beranjak ke depan.

4. Kehilangan gigi atau pertumbuhan gigi tidak normal > Jika gigi tanggal, bergeser, tumbuh dengan posisi aneh, atau ada gangguan pada gigi/rahang, ini akan menyebabkan susunan gigi tidak ideal.

5. Kebiasaan negatif lain > Menggertakkan gigi saat tidur, kebiasaan menggigit kuku atau benda keras juga dapat berkontribusi pada perkembangan gigi tonggos.

Dampak dan Komplikasi Gigi Tonggos

1. Kesulitan mengunyah makanan atau menggigit dengan benar karena gigi tidak bertemu dengan posisi normal.

2. Gangguan saat bicara, terutama pengucapan huruf tertentu akibat susunan gigi depan yang maju.

3. Iritasi atau luka pada gusi, bibir, atau lidah karena gigi depan menonjol.

4. Potensi masalah pada rahang, pencernaan, bahkan kepercayaan diri yang menurun.

Cara Mengatasi Gigi Tonggos

1. Pemasangan Kawat Gigi/Behel
2. Menggunakan Aligners Transparan
3. Perluasan Palatal
4. Operasi Rahang

Pencegahan dan Perawatan Dini

1. Hindari kebiasaan menghisap jempol, dot, atau empeng setelah anak berusia 2-3 tahun.

2. Waspadai kebiasaan mendorong lidah ke depan, menelan dengan lidah agak maju, atau menjulurkan lidah tanpa sadar.

3. Pastikan gigi susu tidak dicabut terlalu dini tanpa pengawasan dokter karena memengaruhi pertumbuhan gigi permanen.

4. Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin, sedini mungkin, agar dokter bisa mendeteksi potensi maloklusi atau pertumbuhan gigi tidak normal serta memberikan intervensi jika perlu.

Gigi tonggos muncul karena beberapa faktor seperti genetik, kebiasaan masa kecil, atau kondisi mulut yang mengganggu pertumbuhan gigi.

Walaupun terdengar sepele tetapi ternyata kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mulut, fungsi mengunyah, bicara, bahkan kepercayaan diri.

Dengan melakukan perawatan seperti pemasangan behel atau aligner, perluasan rahang, hingga bedah ortodontik, gigi tonggos bisa diperbaiki.

Jika kamu atau anakmu menunjukkan tanda-tanda gigi tonggos, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter gigi atau ortodontis untuk menentukan metode terbaik.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK