Akurat

BAB Warna Hitam, Kenapa Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Lengkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

Naufal Lanten | 25 November 2025, 17:44 WIB
BAB Warna Hitam, Kenapa Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Lengkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Perubahan warna tinja sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi petunjuk penting tentang kondisi tubuh. Salah satunya adalah ketika BAB berubah menjadi hitam. Kondisi ini tidak selalu berbahaya, namun tetap perlu dipahami karena bisa menandakan adanya masalah pada saluran pencernaan. BAB berwarna hitam (melena) umumnya muncul ketika ada pendarahan di organ pencernaan bagian atas, seperti kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari. Namun, ada juga penyebab lain yang sifatnya ringan dan tidak memerlukan penanganan khusus.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap kenapa BAB bisa berwarna hitam, apa saja pemicunya, hingga bagaimana cara mengatasinya dengan tepat.


Mengapa Warna BAB Bisa Berubah?

Warna tinja normalnya cokelat, yang berasal dari proses pemecahan sel darah merah yang menghasilkan pigmen bernama bilirubin. Pigmen ini kemudian bercampur dengan zat lain di sistem pencernaan dan memberikan warna khas pada feses.

Namun, warna tersebut bisa berubah tergantung banyak faktor, seperti makanan yang dikonsumsi, jumlah cairan empedu, hingga keberadaan darah pada saluran cerna. Jika darah masuk ke sistem pencernaan bagian atas dan bercampur dengan asam lambung, warnanya akan berubah menjadi hitam pekat seperti oli. Inilah yang membuat BAB terlihat sangat gelap ketika terjadi perdarahan.


Penyebab BAB Warna Hitam yang Perlu Diketahui

1. Pengaruh Makanan Berwarna Gelap

Salah satu penyebab BAB hitam yang paling umum adalah makanan. Beberapa makanan berpigmen kuat seperti bluberi, buah bit, anggur hitam, atau makanan berwarna ungu pekat dapat mengubah warna feses menjadi lebih gelap. Pigmen dari makanan tersebut biasanya tidak terserap sepenuhnya di usus, sehingga ikut keluar bersama tinja. Kondisi ini tidak berbahaya dan akan hilang setelah berhenti mengonsumsi makanan tersebut.

2. Efek Obat dan Suplemen

Beberapa obat tertentu dapat menyebabkan perubahan warna feses. Obat yang mengandung bismuth subsalicylate bisa bereaksi dengan zat di saluran cerna dan membentuk bismuth sulfide, senyawa berwarna hitam yang dikeluarkan bersama tinja. Suplemen zat besi juga sering menimbulkan feses hitam. Jika perubahan warna terjadi setelah mengonsumsi obat atau suplemen tertentu, kondisi ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

3. Perdarahan pada Saluran Cerna

Perdarahan internal adalah penyebab yang paling harus diwaspadai. Ketika darah keluar dari saluran cerna bagian atas — seperti kerongkongan, lambung, atau duodenum — dan bercampur dengan asam lambung, warnanya akan menjadi hitam pekat. Kondisi ini dikenal sebagai melena. Beberapa gejala yang mungkin menyertai antara lain mual, muntah darah, pusing, kulit pucat, hingga sesak napas.

Pendarahan bisa dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Gastritis (radang lambung akibat infeksi bakteri, konsumsi alkohol, makanan pedas, atau penggunaan obat antiinflamasi dalam waktu lama),

  • Tukak lambung, yaitu luka pada dinding lambung yang bisa berdarah,

  • Sindrom Mallory-Weiss, robekan pada kerongkongan akibat muntah hebat,

  • Varises esofagus yang pecah,

  • Kanker kerongkongan atau lambung.

4. Polip Usus

Polip adalah benjolan kecil di usus besar atau rektum yang bisa berdarah. Meski banyak kasus polip bersifat jinak, beberapa bisa berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani dengan tepat. Darah dari polip akan ikut terbawa ke tinja dan membuat warnanya menjadi lebih gelap.

5. Angiodisplasia

Ini adalah kelainan pembuluh darah di lapisan usus yang dapat menyebabkan pendarahan. Meski penyebab pastinya belum diketahui, kondisi ini bisa membuat feses tampak hitam.

6. Varises Esofagus

Ketika pembuluh darah di kerongkongan membesar akibat gangguan hati atau kondisi tertentu, pembuluh tersebut bisa pecah dan menyebabkan perdarahan. Darah yang mengalir ke saluran cerna akan membuat tinja tampak kehitaman.

7. Kolitis Ulseratif

Peradangan kronis pada usus besar juga memungkinkan terjadinya pendarahan. Jika terjadi perdarahan yang cukup banyak, warna tinja bisa berubah menjadi hitam. Pola makan yang tidak sehat diduga menjadi salah satu faktor risiko penyakit ini.

8. Robekan pada Esofagus (Mallory-Weiss Tear)

Muntah atau batuk yang terlalu kuat dapat merobek lapisan dalam kerongkongan. Robekan ini menimbulkan perdarahan sehingga menyebabkan feses berubah warna.

9. Tumor atau Kanker pada Saluran Pencernaan

Tumor jinak maupun ganas di organ seperti lambung, esofagus, atau usus dapat menyebabkan perdarahan. Seiring berkembangnya tumor, pembuluh darah di sekitar dinding saluran cerna bisa terkikis dan mengeluarkan darah, yang kemudian memicu perubahan warna feses menjadi hitam.


Cara Mengatasi BAB Warna Hitam

Langkah pertama adalah memastikan penyebabnya. Jika warna hitam muncul setelah mengonsumsi makanan berpigmen atau suplemen zat besi, kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Namun, jika perubahan warna terjadi tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan medis diperlukan untuk menilai kondisi saluran pencernaan, terutama jika disertai gejala lain seperti muntah darah, nyeri perut hebat, atau penurunan berat badan.

Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, hingga endoskopi. Setelah penyebabnya ditemukan, beberapa tindakan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Prosedur kauterisasi untuk menghentikan perdarahan.

  • Pemasangan kateter khusus guna membatasi aliran darah ke area yang luka.

  • Suntikan obat penggumpal darah melalui tindakan endoskopi.

  • Pemasangan klip atau pengikat untuk mengatasi pembuluh darah yang bengkak.

  • Transfusi darah bila pasien mengalami pendarahan hebat.

  • Pemberian proton pump inhibitor untuk membantu pemulihan tukak lambung.

  • Pemberian antibiotik, terutama jika perdarahan disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori.

  • Bilas lambung dengan selang khusus jika perdarahan terjadi di saluran cerna bagian atas.

Setiap tindakan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan fasilitas medis yang tersedia.


Kapan Harus ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan jika BAB hitam terjadi selama beberapa hari tanpa alasan yang jelas. Tanda bahaya lainnya meliputi:

  • Sesak napas,

  • Pusing atau hampir pingsan,

  • Muntah darah,

  • Perubahan berat badan secara drastis,

  • Nyeri perut yang tidak biasa.

Semua kondisi tersebut dapat menunjukkan masalah yang lebih serius pada saluran cerna.


Kesimpulan

BAB warna hitam tidak selalu berbahaya, tetapi tidak boleh diabaikan. Mulai dari makanan berpigmen, efek samping obat, hingga perdarahan internal bisa menjadi penyebabnya. Memahami tanda-tanda yang muncul dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini. Jika kondisinya tidak membaik atau disertai gejala serius, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Kenali Penyebab Sakit Buang Air Kecil saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan
 
 

FAQ Seputar BAB Warna Hitam

1. Apakah BAB warna hitam selalu berbahaya?

Tidak selalu. BAB yang menghitam bisa dipicu oleh makanan berwarna gelap, suplemen zat besi, atau obat tertentu. Namun, jika tidak ada pemicu yang jelas atau disertai gejala lain seperti muntah darah, pusing, atau berat badan turun, kondisi ini bisa menandakan perdarahan di saluran cerna dan perlu diperiksa oleh dokter.

2. Makanan apa saja yang bisa membuat BAB berwarna hitam?

Beberapa makanan dapat mengubah warna feses menjadi lebih gelap, seperti buah bit, bluberi, anggur hitam, atau makanan dengan pewarna gelap. Warna BAB biasanya kembali normal setelah berhenti mengonsumsi makanan tersebut.

3. Apakah suplemen zat besi bisa menyebabkan BAB hitam?

Ya. Suplemen zat besi dan obat bismuth subsalicylate dapat membuat feses menghitam karena reaksi kimia di saluran pencernaan. Kondisi ini wajar dan tidak berbahaya.

4. Apa tanda BAB hitam karena perdarahan?

BAB hitam akibat perdarahan biasanya terlihat sangat gelap, pekat, dan bertekstur seperti oli. Gejala lain yang bisa menyertai antara lain kulit pucat, kram perut, muntah darah, mudah lelah, hingga sesak napas.

5. Penyakit apa saja yang dapat memicu BAB berwarna hitam?

Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan BAB hitam meliputi gastritis, tukak lambung, polip usus, angiodisplasia, varises esofagus, kolitis ulseratif, sindrom Mallory-Weiss, hingga kanker saluran cerna.

6. Kapan harus ke dokter jika BAB berwarna hitam?

Segera periksakan diri jika BAB hitam berlangsung lebih dari beberapa hari tanpa penyebab yang jelas, atau muncul bersamaan dengan muntah darah, pusing, sesak napas, atau penurunan berat badan.

7. Apakah polip usus bisa membuat feses menghitam?

Ya. Polip yang mengalami perdarahan dapat membuat feses berubah menjadi hitam. Meskipun banyak polip bersifat jinak, beberapa di antaranya berpotensi berkembang menjadi kanker.

8. Bagaimana dokter mendiagnosis penyebab BAB hitam?

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, endoskopi, atau tes lain sesuai kondisi pasien. Diagnosis penting untuk menentukan apakah penyebabnya ringan atau termasuk perdarahan serius.

9. Bagaimana cara mengatasi BAB berwarna hitam?

Penanganan disesuaikan dengan penyebabnya. Jika berasal dari makanan/suplemen, biasanya tidak memerlukan pengobatan. Jika akibat perdarahan, dokter dapat melakukan tindakan seperti kauterisasi, penyuntikan obat penggumpal darah, pemasangan kateter khusus, pemberian PPI, antibiotik, transfusi darah, hingga bilas lambung.

10. Apakah feses hitam bisa menandakan kanker?

Bisa. Pada kasus tertentu, kanker kerongkongan, lambung, atau usus dapat menyebabkan perdarahan sehingga feses terlihat hitam. Karena itu, perubahan warna BAB yang tidak normal sebaiknya tidak diabaikan.

11. Apakah stres bisa menyebabkan BAB hitam?

Stres tidak secara langsung membuat BAB menghitam. Namun, stres dapat memperburuk gangguan lambung seperti gastritis, yang pada kondisi parah bisa memicu perdarahan dan mengubah warna feses menjadi gelap.

12. Apakah dehidrasi bisa mengubah warna feses menjadi hitam?

Dehidrasi biasanya membuat feses lebih keras dan lebih gelap, tetapi jarang membuatnya benar-benar hitam. Jika feses tampak hitam pekat, kemungkinan penyebabnya bukan sekadar dehidrasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.