Kenapa Trombosit Turun? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Meningkatkannya

AKURAT.CO Kenapa trombosit turun? Trombosit adalah sel darah kecil yang memiliki peran vital: membantu darah membeku saat tubuh terluka. Saat jumlahnya menurun di bawah batas normal, yakni 150.000–450.000 per mikroliter darah, kondisi ini disebut trombositopenia. Penurunan trombosit tidak hanya membuat tubuh mudah memar atau mimisan, tetapi juga bisa meningkatkan risiko perdarahan serius bila tidak ditangani dengan tepat.
Fenomena trombosit turun kerap terjadi di Indonesia, terutama karena faktor penyakit endemik seperti demam berdarah dengue (DBD). Namun, ada banyak kondisi lain yang bisa menjadi pemicu. Artikel ini membahas secara lengkap penyebab trombosit turun, gejala yang perlu diwaspadai, dan cara meningkatkan jumlah trombosit secara alami maupun medis.
Apa Saja Penyebab Trombosit Turun?
1. Infeksi Virus
Infeksi virus menjadi penyebab trombosit turun yang paling umum. Virus tertentu bisa menyerang sumsum tulang, tempat trombosit diproduksi, sehingga jumlahnya menurun. Contohnya:
-
Dengue (DBD): Penurunan trombosit biasanya drastis dan cepat, meningkatkan risiko perdarahan hebat.
-
Campak, chikungunya, hepatitis B dan C, HIV: Virus-virus ini juga bisa merusak sumsum tulang atau membuat sistem imun menghancurkan trombosit.
Pada kasus DBD, gejala yang muncul biasanya termasuk demam tinggi, nyeri otot, serta kulit mudah memar atau berdarah.
2. Gangguan Autoimun
Pada kondisi autoimun, sistem imun tubuh justru menyerang sel sehat, termasuk trombosit. Contohnya:
-
Lupus: Selain trombosit turun, penderitanya biasanya mengalami nyeri sendi, sariawan berulang, atau rambut rontok.
-
Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP): Trombosit dihancurkan berlebihan sehingga jumlahnya menurun drastis.
Orang dengan penyakit autoimun mungkin baru sadar trombosit turun ketika muncul memar tanpa sebab atau bintik merah di kulit.
3. Efek Samping Obat
Beberapa obat dapat menurunkan trombosit, baik dengan mengurangi produksinya di sumsum tulang maupun mempercepat penghancurannya. Contohnya:
-
Antibiotik tertentu, seperti chloramphenicol atau sulfa
-
Obat antikejang, misalnya carbamazepine
-
Obat pengencer darah, seperti heparin
-
Obat kemoterapi untuk kanker
Efek ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah obat dihentikan, tetapi tetap penting melaporkan gejala memar atau perdarahan kepada dokter.
4. Gangguan pada Sumsum Tulang
Sumsum tulang adalah pusat produksi trombosit. Jika mengalami gangguan, produksi trombosit menurun drastis. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hal ini antara lain:
-
Leukemia atau kanker darah lainnya
-
Anemia aplastik, di mana sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah cukup
-
Penyebaran kanker ke sumsum tulang
Gejalanya biasanya lebih luas, termasuk mudah lelah, pucat, atau sering terkena infeksi. Pada anak-anak, leukemia bisa diawali dengan demam tanpa sebab jelas, pembesaran kelenjar getah bening, atau gusi mudah berdarah.
5. Pembesaran Limpa
Limpa berfungsi menyaring sel darah tua, termasuk trombosit. Jika limpa membesar akibat infeksi kronis, sirosis, atau penyakit darah, organ ini menahan terlalu banyak trombosit sehingga jumlah yang beredar di darah berkurang.
Gejala pembesaran limpa bisa termasuk perut kiri atas terasa penuh, cepat kenyang, atau mudah nyeri.
6. Kehamilan
Trombosit turun ringan bisa terjadi pada sebagian ibu hamil, terutama di trimester akhir, akibat perubahan hormon dan penyesuaian sistem sirkulasi darah. Namun, penurunan trombosit yang berat bisa menandakan komplikasi serius seperti preeklamsia atau HELLP syndrome, sehingga pemeriksaan rutin selama kehamilan sangat dianjurkan.
Gejala Trombosit Turun yang Perlu Diwaspadai
Trombosit rendah sering kali tidak menimbulkan gejala jika masih tergolong ringan. Namun, jika jumlahnya sangat rendah, Anda bisa merasakan tanda-tanda berikut:
-
Mudah muncul memar atau lebam tanpa sebab
-
Mimisan atau gusi berdarah
-
Bintik merah kecil di kulit
-
Perdarahan sulit berhenti saat terluka
Jika gejala muncul bersamaan dengan demam tinggi, nyeri otot, atau tubuh terasa sangat lemah, segera periksakan diri ke dokter.
Bagaimana Cara Meningkatkan Jumlah Trombosit?
Penanganan trombosit turun tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
-
Obat-obatan: Kortikosteroid, imunoglobulin, rituximab, atau obat seperti eltrombopag dan romiplostim, disesuaikan kondisi medis.
-
Transfusi trombosit: Dilakukan jika jumlah trombosit sangat rendah dan risiko perdarahan tinggi.
-
Splenektomi: Operasi pengangkatan limpa jika pembesaran limpa menjadi penyebab dan obat-obatan tidak efektif.
Selain perawatan medis, beberapa bahan alami juga terbukti membantu meningkatkan trombosit:
-
Jambu biji: Mengandung quercetin dan trombinol yang bisa merangsang produksi trombosit baru dan membunuh virus penyebab trombosit turun.
-
Makanan kaya zat besi: Seperti kacang-kacangan, tahu, kerang, daging sapi tanpa lemak, bayam, kentang, dan dark chocolate. Zat besi membantu produksi sel darah merah dan trombosit.
Konsultasikan selalu dengan dokter dan ahli gizi sebelum mencoba cara-cara alami, terutama jika penurunan trombosit disebabkan oleh penyakit serius.
Trombosit turun bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari infeksi virus hingga gangguan sumsum tulang dan autoimun. Mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini sangat penting agar risiko perdarahan bisa dicegah. Dengan pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan penanganan medis tepat, trombosit bisa kembali normal dan tubuh tetap terlindungi.
Kalau kamu tertarik dengan perkembangan ini, pantau terus update kesehatan dan tips seputar trombosit di AKURAT.CO.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menjaga Tekanan Darah Tetap Normal
Baca Juga: Kenapa Trombosit Cepat Turun Saat Demam Berdarah? Ini Penjelasannya
FAQ
1. Apa itu trombosit dan fungsinya dalam tubuh?
Trombosit adalah sel darah kecil yang membantu proses pembekuan darah. Tanpa trombosit yang cukup, tubuh lebih mudah mengalami perdarahan saat terluka.
2. Apa penyebab trombosit turun (trombositopenia)?
Penyebab trombosit turun beragam, antara lain: infeksi virus (DBD, HIV, hepatitis), penyakit autoimun (lupus, ITP), efek samping obat tertentu, gangguan sumsum tulang, pembesaran limpa, dan kehamilan.
3. Bagaimana gejala trombosit turun yang harus diwaspadai?
Gejala trombosit rendah meliputi: mudah memar atau lebam tanpa sebab, mimisan atau gusi berdarah, bintik merah kecil di kulit, dan perdarahan sulit berhenti. Jika disertai demam tinggi atau nyeri otot, segera periksa ke dokter.
4. Apakah trombosit turun bisa terjadi karena obat-obatan?
Ya. Beberapa obat dapat menurunkan trombosit, misalnya antibiotik tertentu (chloramphenicol, sulfa), obat antikejang (carbamazepine), obat pengencer darah (heparin), atau obat kemoterapi.
5. Bisakah kehamilan menyebabkan trombosit turun?
Sebagian ibu hamil, terutama di trimester akhir, bisa mengalami penurunan trombosit ringan. Namun, penurunan yang berat bisa menandakan komplikasi serius seperti preeklamsia atau HELLP syndrome.
6. Bagaimana cara menaikkan trombosit yang turun?
Cara meningkatkan trombosit bergantung pada penyebabnya: obat-obatan (kortikosteroid, imunoglobulin, rituximab), transfusi trombosit, atau operasi splenektomi jika terkait pembesaran limpa. Cara alami juga bisa membantu, misalnya konsumsi jambu biji dan makanan kaya zat besi seperti bayam, kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak.
7. Apakah trombosit turun bisa sembuh sendiri?
Jika penyebabnya ringan, misalnya infeksi virus yang tidak parah, trombosit bisa kembali normal seiring pemulihan tubuh. Namun, jika disebabkan penyakit serius atau gangguan sumsum tulang, penanganan medis diperlukan.
8. Kapan harus ke dokter jika trombosit turun?
Segera ke dokter jika mengalami gejala perdarahan, memar tanpa sebab, mimisan, atau jika jumlah trombosit sangat rendah, terutama bila disertai demam tinggi, nyeri otot, atau tubuh terasa lemah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









