Cara Membersihkan Lidah yang Benar agar Mulut Tetap Sehat: Panduan Lengkap yang Mudah Diikuti

AKURAT.CO Menjaga kebersihan mulut tidak cukup hanya dengan rutin menggosok gigi. Ada satu bagian penting yang sering dilupakan, padahal turut menentukan kesehatan rongga mulut dan kesegaran napas: lidah. Permukaan lidah yang dipenuhi papila mudah menjadi tempat berkumpulnya bakteri, sisa makanan, dan sel kulit mati. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa memicu bau mulut, lidah berwarna putih, bahkan menurunkan kemampuan indra pengecap.
Belakangan, semakin banyak penelitian yang menegaskan manfaat membersihkan lidah secara teratur. Bahkan, orang yang rutin melakukannya dua kali sehari disebut memiliki kemampuan mengecap rasa yang lebih baik. Tidak heran jika rutinitas ini kini mulai dianggap sama pentingnya dengan menyikat gigi. Lalu, bagaimana cara membersihkan lidah yang benar dan aman? Berikut penjelasan lengkapnya.
Mengapa Membersihkan Lidah Itu Penting?
Lidah adalah bagian mulut yang selalu bersentuhan dengan makanan dan minuman. Tanpa dibersihkan, bakteri mudah terperangkap di celah-celahnya. Inilah yang menyebabkan bau tidak sedap, plak, hingga perubahan warna lidah.
Selain menjaga agar napas tetap segar, membersihkan lidah berperan dalam:
-
Mengurangi risiko bakteri berkembang biak
-
Mencegah lidah berwarna putih atau kuning
-
Membantu melindungi gigi dan gusi
-
Menjaga sensasi rasa agar tetap optimal
Karena itu, membersihkan lidah sebaiknya dilakukan setiap hari sebagai bagian dari rutinitas kebersihan mulut.
Cara Membersihkan Lidah yang Benar dan Aman
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk membersihkan lidah. Masing-masing punya kelebihan tersendiri. Kamu bisa memilih sesuai kenyamanan dan alat yang tersedia.
1. Membersihkan Lidah dengan Pengerok Lidah (Tongue Scraper)
Tongue scraper adalah alat khusus untuk mengangkat lapisan kotoran di permukaan lidah. Banyak penelitian menyebutkan bahwa alat ini lebih efektif dibandingkan sikat gigi dalam mengurangi bakteri penyebab bau mulut. Bentuknya beragam, mulai dari model oval seperti sendok hingga yang bisa ditekuk membentuk huruf V.
Cara menggunakannya cukup sederhana. Buka mulut dan julurkan lidah sejauh mungkin, lalu letakkan alat di pangkal lidah. Jika mudah merasa tersedak, kamu bisa memulainya dari tengah. Setelah itu, tarik perlahan dari belakang ke depan sambil menekan lembut. Lap kotoran yang menempel pada alat dengan tisu atau bilas menggunakan air hangat. Ulangi dua sampai lima kali hingga permukaan lidah terasa bersih.
Setelah selesai, cuci scraper dengan air hangat dan sabun, lalu keringkan. Simpan di tempat bersih agar tetap higienis. Idealnya, pengerokan dilakukan sekali atau dua kali sehari.
2. Membersihkan Lidah dengan Sikat Gigi
Kalau tidak punya tongue scraper, sikat gigi berbulu halus bisa menjadi alternatif. Cara ini memang tidak seefektif scraper, tetapi tetap membantu mengangkat kotoran di permukaan lidah.
Prosesnya hampir sama: julurkan lidah, arahkan sikat ke bagian belakang, lalu gosok perlahan ke arah depan. Jangan lupa membuang air liur secara berkala agar mulut tetap nyaman. Setelah selesai, bilas mulut dengan air bersih.
Ada kondisi tertentu yang memungkinkan penggunaan campuran air dan hidrogen peroksida—misalnya ketika lidah tampak sangat putih atau kuning. Namun, metode ini tidak boleh dilakukan setiap hari dan biasanya digunakan dalam kondisi medis tertentu, seperti pasien yang menjalani operasi. Pastikan berkumur air bersih setelah menggunakannya.
3. Membersihkan Lidah dengan Obat Kumur
Obat kumur bisa membantu membersihkan lidah, terutama bila digunakan setelah menyikat gigi. Pilihlah jenis yang bersifat terapeutik, yaitu yang mengandung zat aktif seperti fluor, cetylpyridinium chloride, atau peroksida. Zat-zat ini dikenal efektif mengendalikan bakteri penyebab bau mulut, gingivitis, dan pembentukan plak.
Tuang obat kumur sesuai takaran—biasanya sekitar tiga sendok teh—kemudian kumur selama 30 detik. Buang cairannya, jangan ditelan. Cara ini cocok untuk menjaga kebersihan mulut di sela-sela aktivitas harian.
4. Minum Air Putih Secara Rutin
Air putih sering dianggap sepele, padahal memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan mulut. Minum air setidaknya dua liter sehari membantu mengalirkan bakteri dan sisa makanan yang menempel di lidah. Kebiasaan ini juga dapat mengurangi bau mulut, terutama jika dilakukan pada pagi hari sebelum beraktivitas.
Meskipun efeknya tidak sekuat tongue scraper atau obat kumur, kebiasaan minum air putih sangat mendukung kebersihan lidah dan kesehatan rongga mulut secara keseluruhan.
5. Berkumur dengan Air Garam
Air garam dikenal mampu meningkatkan pH mulut sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Cara membuatnya pun sangat mudah: larutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Gunakan larutan tersebut untuk berkumur selama beberapa detik. Jangan menelannya.
Metode ini cocok dilakukan saat mulut terasa tidak nyaman atau ketika kamu ingin mengurangi bakteri tanpa menggunakan obat kumur berbahan kimia.
6. Menghindari Aksesori Lidah yang Berisiko
Tindik lidah memang terlihat unik bagi sebagian orang, tetapi aksesori ini berpotensi memicu infeksi jika tidak dirawat dengan benar. Tindik juga bisa menimbulkan iritasi pada gusi, merusak gigi, atau bahkan tertelan jika terlepas. Jika kamu menginginkan lidah dan mulut tetap sehat, mengurangi risiko-risiko ini adalah langkah yang bijak.
Tips Tambahan Agar Kebersihan Lidah Terjaga Optimal
Selain membersihkan lidah, beberapa langkah lain juga perlu diperhatikan:
-
Gunakan benang gigi untuk mengangkat sisa makanan di sela-sela gigi
-
Pilih pasta gigi berfluoride
-
Kurangi makanan tinggi gula
-
Hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
Kebiasaan-kebiasaan tersebut membantu menjaga kebersihan rongga mulut secara menyeluruh sehingga kebersihan lidah juga lebih terjaga.
Kesimpulan
Membersihkan lidah adalah bagian penting dari rutinitas kebersihan mulut yang sering diabaikan. Dengan teknik yang benar—mulai dari menggunakan tongue scraper, sikat gigi, obat kumur, hingga berkumur dengan air garam—kamu bisa menjaga mulut tetap segar, mencegah bau mulut, dan mempertahankan kesehatan lidah. Rutinitas sederhana ini bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Kalau kamu ingin terus mendapatkan panduan kesehatan lainnya yang praktis dan mudah diterapkan, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO.
Baca Juga: Kenapa Mual Setiap Habis Makan? Inilah Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Perlu Diwaspadai
Baca Juga: Apakah Boleh Minum Kopi setelah Mengonsumsi Obat? Ini Penjelasan yang Akurat
FAQ
1. Kenapa lidah harus dibersihkan setiap hari?
Lidah menampung bakteri, sisa makanan, dan sel kulit mati yang bisa menyebabkan bau mulut, plak, serta perubahan warna. Membersihkannya setiap hari menjaga mulut tetap segar dan sehat.
2. Alat apa yang paling efektif untuk membersihkan lidah?
Pengerok lidah atau tongue scraper dianggap paling efektif karena mampu mengangkat lapisan kotoran di permukaan lidah lebih baik dibandingkan sikat gigi.
3. Berapa kali sehari sebaiknya membersihkan lidah?
Umumnya dianjurkan dilakukan 1–2 kali sehari, terutama setelah menyikat gigi di pagi dan malam hari.
4. Apakah membersihkan lidah bisa mengatasi bau mulut?
Ya. Dengan menghilangkan bakteri penyebab bau pada permukaan lidah, kebiasaan ini dapat membantu mengurangi bau mulut secara signifikan.
5. Apakah aman menggunakan sikat gigi untuk membersihkan lidah?
Aman, selama menggunakan sikat berbulu halus dan menyikatnya dengan lembut. Namun, efektivitasnya tidak sebesar tongue scraper.
6. Kapan sebaiknya menggunakan campuran air dan hidrogen peroksida?
Campuran ini dapat digunakan bila lidah tampak putih atau kuning, tetapi tidak disarankan untuk penggunaan harian. Biasanya hanya digunakan untuk kondisi khusus dan harus dibilas dengan air setelahnya.
7. Apakah obat kumur bisa menggantikan alat pembersih lidah?
Obat kumur membantu mengontrol bakteri, tetapi tidak bisa sepenuhnya menggantikan pengerokan atau penyikatan lidah. Kombinasinya justru lebih efektif.
8. Apakah boleh membersihkan lidah sampai bagian paling belakang?
Boleh saja, tetapi lakukan perlahan untuk menghindari refleks muntah. Jika tidak nyaman, cukup mulai dari bagian tengah lidah.
9. Apakah berkumur dengan air garam cukup untuk membersihkan lidah?
Air garam membantu mengurangi bakteri, tetapi tidak mengangkat lapisan kotoran secara menyeluruh. Tetap perlu dibantu dengan tongue scraper atau sikat gigi.
10. Apa yang menyebabkan lidah berwarna putih?
Biasanya karena penumpukan bakteri, dehidrasi, atau kebersihan mulut yang kurang. Pada beberapa kasus bisa disebabkan kondisi medis tertentu, sehingga perlu diperiksa jika tidak membaik.
11. Apakah tindik lidah berdampak pada kesehatan lidah?
Ya. Tindik dapat meningkatkan risiko infeksi, iritasi gusi, kerusakan gigi, hingga risiko tertelan jika aksesori terlepas.
12. Apakah minum air putih bisa membantu kebersihan lidah?
Bisa. Air putih membantu mendorong bakteri dan sisa makanan. Meski tidak seefektif alat khusus, kebiasaan ini mendukung kebersihan mulut secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









