Akurat

Cara Mencegah Gigi Semakin Berlubang, Ketahui Penyebab dan Langkah Pencegahannya

Ratu Tiara | 30 November 2025, 11:58 WIB
Cara Mencegah Gigi Semakin Berlubang, Ketahui Penyebab dan Langkah Pencegahannya

AKURAT.CO Gigi berlubang tidak terjadi begitu saja. Prosesnya dimulai dari penumpukan bakteri yang hidup di dalam mulut, termasuk pada gigi, gusi, dan lidah.

Sebagian bakteri bersifat baik, tetapi sebagian lainnya memicu pembentukan asam dari sisa makanan, terutama yang mengandung gula.

Asam inilah yang perlahan mengikis enamel hingga muncul lubang pada gigi.

Bila tidak dicegah, kerusakan dapat bertambah besar dan menimbulkan nyeri, sensitivitas, hingga infeksi. Itulah mengapa perawatan gigi sehari-hari sangat penting diperhatikan.

Lantas, apa saja penyebab gigi makin mudah berlubang dan bagaimana cara mencegahnya?

Baca Juga: Apakah Gigi Berlubang Bisa Sembuh Sendiri? Ini Penjelasannya

Mengapa Gigi Mudah Berlubang?

Proses terjadinya karies gigi sering kali dipengaruhi oleh pola makan, kebersihan mulut, serta kondisi biologis dalam rongga mulut.

Plak menjadi penyebab utama karena mengandung bakteri yang menghasilkan asam setelah kita makan makanan manis atau berkarbohidrat.

Bila plak tidak dibersihkan, asam terus menyerang enamel dan akhirnya membentuk lubang.

Konsumsi gula berlebihan dan kebiasaan ngemil sepanjang hari juga mempercepat proses ini.

Sisa gula memicu bakteri menghasilkan lebih banyak asam sehingga enamel makin cepat rusak. Selain itu, mulut kering membuat produksi air liur menurun. Padahal, air liur berfungsi menetralisir asam dan membantu membersihkan sisa makanan.

Bentuk gigi juga berpengaruh. Gigi geraham yang memiliki celah atau lekukan dalam cenderung lebih sulit dibersihkan.

Makanan mudah tersangkut dan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab karies.

Baca Juga: 5 Jurus Ampuh Biar Gigi Berlubang Tak Semakin Parah

Cara Mencegah Gigi Berlubang

Menyikat Gigi Secara Teratur

Kebiasaan paling dasar namun vital adalah menyikat gigi setidaknya dua kali sehari.

Lakukan setelah sarapan dan sebelum tidur untuk memastikan plak tidak menumpuk.

Jika selesai makan makanan manis, membersihkan gigi bisa membantu menurunkan risiko terbentuknya lubang baru.

Menyikat dengan teknik yang benar membuat seluruh permukaan gigi lebih bersih.

Memilih Sikat Gigi yang Sesuai

Pemilihan sikat gigi tidak bisa sembarangan karena bentuk mulut setiap orang berbeda.

Pilih sikat dengan ukuran kepala yang pas agar bisa menjangkau gigi belakang.

Sikat yang tepat akan membantu mengangkat plak dengan lebih efektif dan membuat proses pembersihan menjadi optimal.

Menggunakan Pasta Gigi Berfluoride

Fluoride berperan memperkuat enamel sehingga gigi lebih tahan terhadap serangan asam. Bahan ini juga membantu menghambat perkembangan bakteri penyebab karies.

Karena itu, pastikan pasta gigi yang digunakan memiliki kandungan fluoride yang memadai.

Membatasi Makanan dan Minuman Manis

Kebiasaan mengonsumsi camilan manis atau minuman tinggi gula berkali-kali sehari membuat gigi terus terpapar asam.

Batasi pemakaiannya dan hindari makan manis sebelum tidur.

Jika terlanjur, berkumurlah atau segera sikat gigi agar sisa gula tidak menempel terlalu lama.

Rutin Periksa ke Dokter Gigi

Pemeriksaan enam bulan sekali membantu mendeteksi karies sejak awal.

Dokter dapat membersihkan karang gigi yang tidak bisa hilang dengan sikat biasa dan memberikan saran perawatan sesuai kondisi mulut.

Penanganan dini membuat kerusakan tidak semakin parah.

Menggunakan Benang Gigi

Flossing membantu membersihkan bagian sela-sela gigi yang tidak bisa dijangkau oleh bulu sikat.

Sisa makanan yang terperangkap di area ini sangat mudah berubah menjadi plak dan menyebabkan lubang. Karena itu, penggunaan benang gigi penting dilakukan setiap hari.

Menambahkan Obat Kumur

Obat kumur dapat membantu mengurangi bakteri penyebab karies, terutama pada area yang sulit dijangkau.

Beberapa produk juga mengandung fluoride yang memberi perlindungan tambahan. Namun, penggunaannya perlu diperhatikan, khususnya untuk anak kecil, agar tidak tertelan.

Menjaga kesehatan gigi jauh lebih mudah dan murah dibanding memperbaikinya setelah terlanjur rusak.

Dengan kebiasaan yang tepat dan pemeriksaan rutin, risiko gigi berlubang bisa ditekan dan kesehatan mulut tetap terjaga dalam jangka panjang.

Nadira Maia Arziki (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R