Kaki Sering Kesemutan? Ini Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus Waspada

AKURAT.CO Kesemutan di kaki adalah sensasi tidak nyaman berupa rasa seperti ditusuk jarum, terbakar, geli, atau bahkan mati rasa. Kondisi ini biasanya muncul ketika saraf mendapat tekanan, misalnya saat duduk menyilangkan kaki terlalu lama. Dalam keadaan normal, sensasi itu akan hilang begitu kamu mengubah posisi, berdiri, atau bergerak.
Namun, masalah mulai muncul ketika kaki sering kesemutan tanpa aktivitas pemicu, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti nyeri, lemas, atau gangguan bergerak. Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.
Penyebab Kaki Sering Kesemutan yang Perlu Diwaspadai
Walau sering dianggap ringan, kaki sering kesemutan memiliki banyak penyebab. Ada yang sifatnya sementara, ada juga yang terkait penyakit serius.
1. Kekurangan Vitamin B12
Vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi saraf. Bila tubuh kekurangan vitamin ini, gangguan saraf bisa muncul dan memicu kesemutan.
Orang dewasa membutuhkan sekitar 4 mikrogram vitamin B12 per hari, yang bisa didapat dari makanan seperti tuna, salmon, daging merah, susu murni, dan telur. Jika ingin mengonsumsi suplemen, pastikan mengikuti saran dokter agar dosisnya sesuai kebutuhan tubuh.
2. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Kebiasaan minum alkohol yang berlebihan dapat merusak saraf tepi dan menyebabkan neuropati alkoholik. Kondisi ini membuat penderitanya mengalami mati rasa, nyeri, atau kesemutan pada kaki dan tangan.
Selain itu, alkohol dapat mengganggu penyerapan nutrisi penting seperti vitamin B1 (tiamin) yang juga berperan dalam menjaga kesehatan saraf.
3. Cedera Saraf atau Tulang Belakang
Cedera yang mengenai tulang belakang dapat menekan saraf yang mengatur sensasi pada kaki. Jika saraf tersebut terganggu, gejalanya dapat berupa kesemutan, leher kaku, gangguan motorik, hingga kelumpuhan pada kasus yang berat.
4. Paparan Racun atau Keracunan
Terlalu banyak terpapar logam berat seperti arsenik, timbal, atau merkuri—baik dari makanan terkontaminasi maupun lingkungan kerja—bisa menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh.
Gejala keracunan biasanya meliputi mual, diare, sakit perut, dan mati rasa atau kesemutan di bagian kaki dan tangan.
5. Diabetes (Neuropati Diabetik)
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf tepi, terutama di kaki. Inilah yang disebut neuropati diabetik, salah satu penyebab paling umum kaki sering kesemutan.
Penderita diabetes biasanya mengalami sensasi mati rasa, kulit gatal, dehidrasi, dan sering buang air kecil. Kesemutan bisa muncul di kedua kaki lalu merambat ke tangan.
6. Tarsal Tunnel Syndrome (TTS)
TTS terjadi ketika saraf tibialis di bagian dalam pergelangan kaki tertekan. Kondisi ini dapat dipicu oleh telapak kaki yang terlalu datar, kaki terlalu melengkung, keseleo, hingga radang sendi. Gejalanya berupa nyeri, sensasi terbakar, dan kesemutan yang menjalar hingga telapak kaki.
7. Penyakit Autoimun
Beberapa kondisi autoimun, seperti Sindrom Guillain-Barré, bisa menyerang sistem saraf tepi. Gejalanya meliputi kesemutan pada kaki, nyeri punggung bagian bawah, kelemahan yang naik dari kaki ke tubuh bagian atas, hingga kesulitan berjalan.
Meski jarang terjadi, kondisi ini tergolong serius sehingga perlu perhatian medis segera.
8. Saraf Kejepit
Saraf kejepit terjadi saat tulang, otot, atau ligamen menekan saraf tertentu. Pembengkakan atau peradangan yang tidak diketahui pemicunya juga dapat menimbulkan tekanan pada saraf, menyebabkan sensasi kesemutan yang terus berulang.
Penyebab Lain yang Juga Bisa Memicu Kesemutan
Selain delapan penyebab utama di atas, beberapa faktor berikut juga dapat memunculkan gejala serupa:
-
efek samping obat tertentu (obat jantung, kemoterapi, obat HIV/AIDS)
-
kehamilan
-
multiple sclerosis
-
infeksi seperti hepatitis, HIV, atau herpes zoster
-
gagal ginjal
-
stroke
Kondisi-kondisi ini biasanya menimbulkan gejala tambahan yang perlu ditangani secara medis.
Kondisi Lain yang Berkaitan dengan Kaki Kesemutan
Penyakit Sistemik
Gangguan hormon seperti hipotiroid, penyakit ginjal, gangguan hati, atau penyakit darah dapat memicu kesemutan yang bersifat kronis.
Kekurangan atau Kelebihan Vitamin
Selain kekurangan vitamin B12, kurangnya vitamin B1 (tiamin), B6, dan E dapat memengaruhi fungsi saraf. Menariknya, kelebihan vitamin B6 juga bisa menyebabkan kesemutan.
Cara Mengatasi Kaki Sering Kesemutan di Rumah
Jika kesemutan tidak disebabkan oleh kondisi serius, beberapa langkah sederhana bisa membantu meredakannya:
-
menggerakkan kaki, merenggangkan otot, atau mengubah posisi
-
melakukan pijatan ringan untuk melancarkan aliran darah
-
mengonsumsi makanan atau suplemen kaya vitamin B
-
menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol
-
melakukan aktivitas fisik teratur agar sirkulasi membaik
-
mengompres kaki dengan kompres dingin atau hangat
-
menggunakan kaus kaki khusus atau menjalani fisioterapi bila disarankan dokter
Untuk penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah langkah utama untuk mencegah kesemutan berulang.
Pencegahan Kaki Kesemutan Agar Tidak Terulang
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantumu mencegah kesemutan:
-
hindari duduk atau berdiri dalam satu posisi terlalu lama
-
lakukan peregangan rutin untuk menjaga fleksibilitas
-
jaga berat badan ideal agar tidak memberi tekanan berlebih pada saraf
-
konsumsi makanan bergizi lengkap, terutama vitamin B dan mineral
-
batasi konsumsi alkohol
-
kelola penyakit yang mendasari, terutama diabetes atau gangguan saraf
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jangan menunda pemeriksaan medis jika kesemutan pada kaki:
-
muncul mendadak tanpa sebab
-
tidak hilang setelah beberapa hari
-
menyebar ke bagian tubuh lain
-
disertai kelemahan otot, mati rasa, atau nyeri hebat
-
mengganggu aktivitas sehari-hari
Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, atau studi konduksi saraf untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.
Kesimpulan
Kaki sering kesemutan memang bisa terjadi karena hal sederhana seperti duduk terlalu lama. Namun, jika keluhan muncul berulang, disertai gejala lain, atau berlangsung lama, bisa jadi itu pertanda masalah kesehatan pada saraf, metabolisme, hingga penyakit sistemik.
Memahami apa yang menyebabkan kesemutan dan bagaimana menanganinya akan membantumu mencegah kondisi ini menjadi lebih parah. Jika gejalanya makin mengganggu, pemeriksaan ke dokter adalah langkah paling tepat.
Kalau kamu ingin terus mengikuti ulasan kesehatan lainnya, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO.
Baca Juga: Apakah Boleh Minum Kopi setelah Mengonsumsi Obat? Ini Penjelasan yang Akurat
Baca Juga: Intermittent Fasting 14/10: Pola Makan Sederhana untuk Pemula yang Ingin Turun Berat Badan
FAQ
1. Apakah kaki sering kesemutan berbahaya?
Tidak selalu. Jika terjadi hanya sesekali karena posisi kaki tertekan terlalu lama, biasanya akan pulih sendiri. Namun, jika kesemutan sering muncul, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, bisa jadi itu tanda gangguan kesehatan yang perlu diperiksa dokter.
2. Apa penyebab paling umum kaki sering kesemutan?
Faktor yang paling sering adalah aliran darah ke saraf terhambat karena terlalu lama duduk atau berdiri dalam posisi tertentu. Selain itu, kekurangan vitamin B12, diabetes, saraf kejepit, konsumsi alkohol, dan keracunan logam berat juga bisa menjadi pemicu.
3. Kenapa penderita diabetes sering mengalami kesemutan di kaki?
Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf tepi, terutama di kaki. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik, dan dapat menyebabkan mati rasa, rasa terbakar, hingga nyeri pada kaki.
4. Bisakah kesemutan di kaki disebabkan kekurangan vitamin?
Ya. Kekurangan vitamin B12, B1 (tiamin), B6, dan vitamin E dapat mengganggu kesehatan saraf sehingga memicu kesemutan. Pastikan kebutuhan vitamin terpenuhi dari makanan atau suplemen sesuai anjuran.
5. Apakah saraf kejepit bisa menyebabkan kaki sering kesemutan?
Bisa. Tekanan pada saraf akibat masalah di tulang belakang atau pergelangan kaki dapat memicu sensasi kebas dan kesemutan yang tidak kunjung hilang.
6. Bagaimana cara meredakan kesemutan di kaki di rumah?
Beberapa cara yang bisa dicoba:
-
Ubah posisi duduk atau berdiri secara berkala
-
Lakukan peregangan dan aktivitas fisik ringan
-
Pijat area yang terkena
-
Konsumsi nutrisi yang baik untuk saraf, seperti vitamin B complex
-
Kurangi rokok dan alkohol
7. Kapan harus ke dokter jika kaki sering kesemutan?
Segera periksa ke dokter jika:
-
Kesemutan datang tiba-tiba tanpa sebab jelas
-
Tidak membaik setelah beberapa hari
-
Disertai kelemahan otot, nyeri berat, atau gangguan keseimbangan
-
Menyebar ke bagian tubuh lain
-
Mengganggu aktivitas harian
8. Apakah kesemutan bisa dicegah?
Bisa. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, rutin bergerak, serta memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral penting untuk kesehatan saraf.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








