Akurat

Mengapa Olahraga Berlebihan Tidak Mempercepat Penurunan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Wahyu SK | 23 November 2025, 08:05 WIB
Mengapa Olahraga Berlebihan Tidak Mempercepat Penurunan Berat Badan? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Banyak orang beranggapan bahwa semakin keras dan semakin sering berolahraga, maka semakin cepat berat badan turun.

Tidak heran, sebagian orang rela berlatih berjam-jam setiap hari untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal dalam waktu singkat.

Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Tidak sedikit yang sudah rutin berolahraga secara intens tetapi berat badannya tetap saja tidak turun atau bahkan bertambah.

Fenomena ini sering kali membuat orang frustasi dan bingung karena usaha yang telah dilakukan tampaknya sia-sia.

Padahal, bukan karena olahraganya salah tetapi cara tubuh bekerja jauh lebih kompleks daripada sekadar membakar kalori.

Ada alasan ilmiah yang menjelaskan mengapa olahraga berlebihan dapat menghambat penurunan berat badan dan bahkan memicu kenaikan berat badan jika tidak dilakukan dengan tepat.

Berikut adalah alasan mengapa olahraga berlebihan justru tidak mempercepat penurunan berat badan:

1. Olahraga Berlebihan Bisa Menurunkan Massa Otot

Latihan kardio yang dilakukan secara berlebihan dapat mengurangi massa otot. Ketika massa otot menurun, laju metabolisme tubuh ikut menurun.

Metabolisme yang melambat membuat tubuh lebih sedikit membakar kalori, bahkan saat beristirahat.

Akibatnya, tubuh justru menyimpan banyak lemak karena merasa perlu mempertahankan cadangan energi.

2. Stres

Olahraga yang terlalu intens tanpa waktu istirahat yang cukup dapat memicu peningkatan hormon stres seperti kortisol. Hormon stres ini merangsang tubuh untuk menyimpan lemak, terutama di area perut.

Tingginya kortisol juga membuat tubuh merasa lapar lebih cepat, sehingga kemungkinan makan berlebihan setelah olahraga menjadi lebih besar.

3. Kurang Istirahat

Tidur dan istirahat bukan sekadar pelengkap olahraga, tetapi juga bagian yang menentukan hasilnya.

Kurang tidur dapat mengacaukan hormon pengatur rasa lapar, sehingga tubuh terasa lebih sering lapar dan cenderung ingin makan makanan berkalori tinggi.

Di sisi lain, kurang istirahat membuat tubuh sulit memecah lemak dan mengurangi efektivitas olahraga.

4. Minim Latihan Beban

Jika olahraga hanya fokus pada kardio tanpa latihan kekuatan atau angkat beban, massa otot tidak akan meningkat. Padahal, otot adalah komponen utama yang membantu membakar kalori.

Semakin banyak massa otot seseorang, semakin tinggi metabolisme tubuhnya. Artinya, untuk mempercepat penurunan berat badan, latihan beban sangat penting untuk digabungkan dengan kardio.

5. Pola Makan Tidak Terkontrol Setelah Olahraga

Kesalahan paling umum adalah makan secara berlebihan setelah olahraga karena merasa sudah membakar banyak kalori.

Padahal, jumlah kalori yang terbakar saat olahraga sering kali tidak sebanding dengan jumlah kalori yang masuk melalui makanan.

Kebiasaan makan tanpa pengaturan ini dapat menghilangkan defisit kalori dan membuat berat badan tidak turun.

6. Durasi Olahraga Terlalu Lama

Sebagian orang berpikir semakin lama berolahraga, maka semakin efektif menurunkan berat badan.

Faktanya, durasi yang terlalu lama dapat membuat tubuh kelelahan, meningkatkan hormon kortisol, menurunkan respon metabolik dan menyebabkan stres fisik yang menghambat pembakaran lemak. Kualitas latihan jauh lebih penting daripada lamanya latihan.

7. Olahraga Saja Tidak Cukup jika Gaya Hidup Masih Pasif

Meskipun rutin berolahraga tetapi jika setelahnya lebih banyak duduk sepanjang hari, metabolisme tetap akan menurun.

Aktivitas fisik harian seperti berjalan, menaiki tangga, atau banyak bergerak juga berperan besar dalam mendukung penurunan berat badan.

Tips Olahraga Efektif agar Berat Badan Turun

● Kombinasikan kardio dan latihan beban
● Durasi ideal olahraga 30–60 menit, 4–5 kali per minggu
● Prioritaskan istirahat dan tidur yang cukup
● Atur pola makan setelah olahraga dengan porsi dan nutrisi seimbang
● Hindari duduk terlalu lama dalam aktivitas sehari-hari.
● Kelola stres dengan baik untuk menjaga keseimbangan hormon

Olahraga memang sangat penting untuk menurunkan berat badan, tetapi berlebihan juga dapat memberi efek sebaliknya.

Tubuh membutuhkan keseimbangan antara latihan fisik, istirahat, pola makan sehat, dan gaya hidup aktif sehari-hari.

Latihan yang efektif bukan hanya tentang seberapa berat atau seberapa lama dilakukan, melainkan seberapa tepat dan seimbang terhadap kebutuhan tubuh.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK