Akurat

10 Faktor yang Membuat Bakteri TBC Mudah Berkembang di Tubuh

Eko Krisyanto | 22 November 2025, 20:40 WIB
10 Faktor yang Membuat Bakteri TBC Mudah Berkembang di Tubuh
 
AKURAT.CO Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit infeksi paling mematikan di dunia, dan kemudahan bakteri mycobacterium tuberculosis berkembang dalam tubuh membuatnya semakin sulit dikendalikan.
 
Meski tidak semua orang yang terinfeksi akan jatuh sakit, berbagai kondisi tertentu dapat memperbesar peluang bakteri ini berubah menjadi penyakit aktif.
 
Beberapa faktor terbukti membuat bakteri TBC lebih mudah berkembang menjadi penyakit aktif.
 
Dilansir dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), kondisi imun yang menurun, paparan lingkungan, hingga penyakit tertentu sangat menentukan apakah bakteri TBC akan tetap laten atau berkembang menjadi aktif. Faktor-faktor tersebut tidak hanya terkait kesehatan, tetapi juga situasi sosial dan kebiasaan hidup.
 
Faktor TBC dapat dipahami melalui siapa yang paling rentan, di mana bakteri mudah menyebar, kapan kondisi tubuh menurun sehingga infeksi lebih mudah terjadi, serta bagaimana kebiasaan tertentu memperlemah pertahanan tubuh.
 
Tubuh juga dapat bereaksi berbeda terhadap bakteri ini, tergantung kondisi imunitas dan faktor risiko lain yang menyertainya.
 
Melihat seluruh faktor tersebut, jelas bahwa risiko TBC bukan hanya persoalan infeksi, tetapi gabungan kondisi kesehatan dan lingkungan.
 

10 Faktor yang Membuat Bakteri TBC Mudah Berkembang di Tubuh

1. Sistem Imun Melemah

Orang dengan daya tahan tubuh rendah, seperti penderita HIV/AIDS, memiliki risiko paling tinggi karena tubuh tidak mampu mengendalikan bakteri laten agar tetap tidak aktif. Kondisi seperti malnutrisi dan penyakit kronis juga termasuk pemicu lemahnya sistem imun.

2. Diabetes

Diabetes mellitus menjadi salah satu faktor medis yang sering ditemukan pada pasien TBC.
 
Kadar gula darah tinggi menurunkan respons imun sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak.

3. Malnutrisi atau Kekurangan Gizi

Gizi buruk merupakan penyebab utama menurunnya imunitas.
 
Tubuh yang kekurangan nutrisi tidak mampu melindungi diri dari progresi infeksi TBC menjadi aktif.

4. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebih

Merokok dan konsumsi alkohol melemahkan sistem pernapasan serta mengganggu fungsi imun.

5. Kontak Erat dengan Penderita TBC Aktif

Penularan TBC dapat terjadi melalui droplet penderita. Tinggal atau berinteraksi dekat dengan pasien TBC aktif dapat meningkatkan kemungkinan infeksi laten berkembang menjadi TBC aktif.
 

6. Tinggal di Lingkungan Padat dan Minim Ventilasi

Lingkungan padat seperti penjara, asrama, atau hunian kumuh menjadi tempat penyebaran TBC yang paling cepat.

7. Usia Rentan (Anak-anak dan Lansia)

Anak usia di bawah 5 tahun dan lansia memiliki sistem imun yang belum optimal atau sudah melemah, sehingga bakteri TBC lebih mudah berkembang menjadi penyakit aktif.

8. Pekerjaan dengan Risiko Paparan Tinggi

Tenaga kesehatan, pekerja migran, dan petugas fasilitas pemasyarakatan termasuk kelompok pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terpapar TBC karena kontak erat dan sering dengan banyak orang.

9. Status Sosial Ekonomi Rendah

Kemiskinan, keterbatasan akses kesehatan, kepadatan hunian, dan sanitasi buruk sebagai penyebab tingginya kasus TBC pada kelompok sosial ekonomi rendah karena faktor lingkungan dan akses layanan medis.

10. Akses Kesehatan yang Terbatas

Populasi rentan seperti pengungsi, imigran atau tunawisma kesulitan memperoleh diagnosis dan pengobatan.
 
Kurangnya akses layanan kesehatan membuat bakteri TBC mudah berkembang karena keterlambatan penanganan.
 
Memahami faktor-faktor yang mempercepat perkembangan bakteri TBC sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan.
 
Dengan memperbaiki kondisi kesehatan, lingkungan, serta akses terhadap layanan medis, risiko berkembangnya TBC aktif dapat ditekan dan angka penularan dapat diminimalkan secara efektif.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R