Cara Menambah Tinggi Badan Secara Alami: Panduan Lengkap agar Pertumbuhan Lebih Optimal

AKURAT.CO Keinginan memiliki tinggi badan ideal memang menjadi harapan banyak orang. Karena itulah topik cara menambah tinggi badan secara alami terus dicari, terutama oleh mereka yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Walau begitu, penting dipahami bahwa tubuh memiliki batas usia tertentu untuk bertambah tinggi. Setelah pubertas berakhir, pertumbuhan tulang memulai fase berhenti memanjang sehingga pertambahan tinggi sulit terjadi secara signifikan.
Namun kabar baiknya, mereka yang masih berada dalam usia pertumbuhan masih bisa memaksimalkan potensi tinggi badan melalui pola hidup yang tepat. Bahkan pada orang dewasa sekalipun, beberapa kebiasaan tetap perlu dipertahankan untuk menjaga tinggi badan dan mencegah penurunan postur akibat penuaan. Artikel ini mengulas lengkap berbagai cara alami untuk mendukung proses pertumbuhan tulang, faktor genetika, kebiasaan yang harus dilakukan, hingga mitos suplemen peninggi badan.
Apa Saja Cara Menambah Tinggi Badan Secara Alami?
Pertambahan tinggi badan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kebutuhan tidur, nutrisi, olahraga, kesehatan, hingga postur tubuh. Berikut penjelasan lengkapnya dalam narasi yang mengalir dan mudah dipahami.
1. Tidur Cukup agar Hormon Pertumbuhan Bekerja Maksimal
Waktu tidur merupakan salah satu fondasi utama pertumbuhan. Saat tidur nyenyak, tubuh memproduksi human growth hormone (hGH) melalui kelenjar hipofisis. Hormon inilah yang membantu perkembangan tulang dan mempercepat pertumbuhan fisik.
Mengutip Journal of Medicinal Food berjudul “Mechanism for the Increase in Human Growth Hormone with Administration of a Novel Test Supplement and Results Indicating Improved Physical Fitness and Sleep Efficiency,” kekurangan tidur terbukti menurunkan produksi hGH. Karena itu, anak dan remaja perlu memiliki pola tidur yang cukup dan teratur, terutama pada malam hari ketika produksi hormon lebih optimal.
Berikut kebutuhan tidur berdasarkan usia:
-
Bayi 0–3 bulan: 14–17 jam
-
Bayi 4–12 bulan: 12–16 jam
-
Balita 1–2 tahun: 11–14 jam
-
Balita 3–5 tahun: 10–13 jam
-
Anak 6–13 tahun: 9–12 jam
-
Remaja 14–17 tahun: 8–10 jam
-
Dewasa 18–64 tahun: 7–9 jam
-
Lansia ≥65 tahun: 7–8 jam
Selain mempercepat pertumbuhan pada masa anak dan remaja, kebiasaan tidur cukup juga menjaga kesehatan tulang dan mencegah gangguan postur pada orang dewasa.
2. Nutrisi Seimbang yang Mendukung Pertumbuhan Tulang
Cara alami yang tidak boleh dilewatkan adalah memenuhi kebutuhan nutrisi penting untuk tulang. Asupan kalsium, vitamin D, protein, magnesium, dan zat gizi lain berperan besar dalam memperkuat struktur tulang dan menunjang pertumbuhan.
Kalsium dan vitamin D merupakan dua kombinasi utama untuk tulang yang sehat. Vitamin D dapat ditemukan pada salmon, tuna, susu fortifikasi, dan kuning telur. Jika asupannya kurang, konsultasikan dengan dokter mengenai suplementasi yang tepat.
Selain itu, kebutuhan nutrisi harian bisa didapatkan dari:
-
Buah dan sayuran
-
Protein hewani maupun nabati
-
Biji-bijian utuh
-
Susu dan produk turunannya
Sementara makanan tinggi gula, lemak trans, dan lemak jenuh perlu dibatasi.
Pada kondisi tertentu, terutama wanita di atas 50 tahun dan pria di atas 70 tahun, kebutuhan kalsium harian meningkat hingga 1.200 mg untuk mencegah penurunan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.
3. Suplemen: Boleh, Tapi Harus Sesuai Anjuran Dokter
Penggunaan suplemen tidak boleh sembarangan. Suplemen yang mengklaim bisa menambah tinggi badan secara instan umumnya tidak didukung bukti ilmiah. Untuk kasus tertentu seperti gangguan produksi hormon pertumbuhan, dokter dapat merekomendasikan terapi hormon menggunakan HGH sintetis. Sedangkan pada orang dewasa yang lebih tua, suplemen vitamin D dan kalsium umumnya diberikan untuk menjaga kekuatan tulang.
Setelah masa pertumbuhan selesai, tidak ada suplemen yang benar-benar bisa menambah tinggi badan secara signifikan. Jadi konsumsinya harus selalu berdasarkan konsultasi medis.
4. Perbaiki Postur Tubuh agar Tinggi Badan Terlihat Optimal
Banyak orang terlihat lebih pendek bukan karena tulangnya berhenti memanjang, tetapi akibat kebiasaan postur tubuh yang buruk. Membungkuk saat duduk, berdiri, atau bekerja dapat menggeser kurva alami tulang belakang dan menimbulkan nyeri leher maupun punggung.
Dengan memperbaiki postur, tinggi tubuh bisa tampak lebih proporsional. Latihan seperti yoga, peregangan punggung, hingga konsultasi dengan dokter atau fisioterapis dapat membantu memperbaiki kelengkungan tulang belakang.
5. Rutin Berolahraga untuk Merangsang Pertumbuhan
Olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menstimulasi pertumbuhan tulang. Sports Medicine dalam artikel berjudul “The Effects of Exercise on Growth” menyebutkan bahwa aktivitas fisik membantu meningkatkan hormon pertumbuhan.
Jenis olahraga yang disarankan untuk menunjang pertumbuhan tinggi antara lain:
-
Berenang
-
Bersepeda
-
Yoga
-
Basket
-
Lompat tali
-
Panjat tebing
Aktivitas ini membantu memperkuat otot, memperbaiki postur, serta mengoptimalkan proses pemanjangan tulang pada masa pertumbuhan.
6. Pastikan Anak Tetap Sehat agar Pertumbuhan Tidak Terganggu
Gangguan kesehatan yang tidak kunjung membaik dapat menurunkan nafsu makan anak dan menghambat penyerapan nutrisi. Dalam jangka panjang, kondisi ini berdampak pada pertumbuhan tinggi badan. Karena itu, jika anak sakit lebih dari beberapa hari, penting untuk segera memeriksakannya agar pertumbuhan tidak terhambat.
7. Waspadai Obat-Obatan yang Bisa Menghambat Pertumbuhan
Beberapa obat, terutama steroid jangka panjang, kemoterapi, atau radiasi pada anak, dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan. Efeknya, pertumbuhan tulang menjadi tidak optimal. Pemantauan dokter sangat dibutuhkan apabila anak menjalani pengobatan tertentu.
Apakah Usia 17 Tahun Masih Bisa Bertambah Tinggi?
Perbedaan gender memengaruhi durasi masa pertumbuhan. Umumnya, anak perempuan berhenti mengalami pertambahan tinggi pada usia 15–16 tahun. Sementara laki-laki dapat terus tumbuh hingga usia sekitar 18 tahun. Jadi, usia 17 tahun masih memiliki peluang untuk bertambah tinggi, khususnya pada laki-laki, meskipun biasanya tidak terlalu signifikan karena berada di akhir pubertas.
Genetik vs Lingkungan: Faktor yang Menentukan Tinggi Badan
Tinggi badan seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor genetika. Namun nutrisi, pola hidup, olahraga, hingga kesehatan lingkungan memiliki peran besar dalam menentukan apakah potensi genetik tersebut tercapai. Misalnya, anak dari orang tua yang tinggi bisa saja bertubuh lebih pendek jika mengalami kekurangan gizi.
Mitos dan Fakta Tentang Suplemen Peninggi Badan
Banyak produk di pasaran yang menjanjikan pertambahan tinggi badan secara cepat. Sayangnya, sebagian besar tidak memiliki dasar ilmiah. Suplemen yang benar-benar berfungsi umumnya hanya untuk:
-
Menjaga kesehatan tulang (vitamin D, kalsium)
-
Terapi hormon pada kasus khusus (HGH sintetis)
Setelah pubertas berakhir, tidak ada suplemen yang dapat menambah tinggi secara signifikan. Konsultasi medis selalu menjadi langkah paling aman.
Cara Menambah Tinggi Badan yang Paling Umum dan Efektif
Beberapa kebiasaan di bawah ini bisa diterapkan oleh anak, remaja, hingga dewasa:
-
Rutin berolahraga untuk merangsang hormon pertumbuhan
-
Menjaga postur tubuh tetap tegak
-
Memenuhi jam tidur harian sesuai usia
-
Mengonsumsi makanan kaya kalsium, protein, magnesium, dan vitamin D
-
Menggunakan suplemen hanya bila direkomendasikan dokter
Pada orang dewasa, pertumbuhan alami memang hampir tidak mungkin terjadi. Prosedur medis seperti operasi pemanjangan tulang menjadi satu-satunya cara untuk menambah tinggi badan secara permanen, meski prosedur ini mahal dan memiliki risiko tertentu.
Kesimpulan
Menambah tinggi badan secara alami sangat mungkin terjadi selama seseorang masih berada dalam masa pertumbuhan. Kunci utamanya ada pada pola tidur yang berkualitas, nutrisi seimbang, aktivitas fisik rutin, postur tubuh yang benar, dan kondisi kesehatan yang terjaga. Walaupun faktor genetik sangat berpengaruh, kebiasaan hidup sehat tetap berperan besar dalam menentukan apakah potensi itu tercapai.
Kalau kamu ingin mengikuti perkembangan kesehatan, gaya hidup, dan tips pertumbuhan tubuh lainnya, nantikan berbagai update menarik selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: 12 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga Berat: Efektif dan Mudah Dilakukan!
Baca Juga: Ingin Tahu Tinggi Badan Kamu Sebenarnya? Ikuti Cara Pengukuran Paling Akurat Ini
FAQ
1. Apakah tinggi badan masih bisa bertambah setelah usia 17 tahun?
Pertumbuhan tinggi badan umumnya melambat menjelang akhir pubertas. Pada perempuan, pertumbuhan biasanya berhenti sekitar usia 15–16 tahun, sedangkan pada laki-laki dapat berlangsung hingga 18 tahun. Jadi, di usia 17 tahun, laki-laki masih berpotensi bertambah tinggi, meski tidak terlalu signifikan.
2. Tinggi badan berhenti di usia berapa?
Setiap orang berbeda, tetapi secara umum:
-
Perempuan: pertumbuhan tinggi berhenti di usia 15–16 tahun.
-
Laki-laki: pertumbuhan bisa berlanjut hingga usia 18 tahun.
Setelah itu, pertambahan tinggi badan tidak terjadi lagi karena lempeng pertumbuhan tulang sudah menutup.
3. Apakah ada cara meninggikan badan dalam 1 minggu?
Tidak ada cara ilmiah yang bisa menambah tinggi badan secara drastis dalam 1 minggu. Yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan pertumbuhan dengan tidur yang cukup, pola makan bergizi, olahraga, dan postur tubuh yang baik.
4. Apakah suplemen bisa menambah tinggi badan?
Pada sebagian besar orang, suplemen tidak dapat menambah tinggi badan setelah masa pertumbuhan selesai. Suplemen hormon pertumbuhan hanya diberikan dalam kondisi medis tertentu dan harus diawasi dokter. Suplemen vitamin D dan kalsium hanya membantu menjaga kesehatan tulang, bukan menambah tinggi secara instan.
5. Olahraga apa saja yang bisa membantu menambah tinggi badan?
Beberapa olahraga yang dapat menstimulasi hormon pertumbuhan dan memperkuat tulang antara lain:
-
Berenang
-
Basket
-
Yoga
-
Bersepeda
-
Lompat tali
-
Panjat tebing
Aktivitas ini efektif dilakukan saat masa pertumbuhan.
6. Mengapa postur tubuh berpengaruh terhadap tinggi badan?
Postur tubuh yang membungkuk dapat membuat tubuh terlihat lebih pendek dan bahkan menggeser kurva alami tulang belakang. Dengan memperbaiki postur saat duduk, berdiri, dan tidur, tubuh bisa terlihat lebih tinggi dan proporsional.
7. Berapa jam tidur yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan?
Jumlah tidur ideal saat masa pertumbuhan:
-
Anak-anak usia 6–13 tahun: 9–12 jam
-
Remaja usia 14–17 tahun: 8–10 jam
-
Dewasa: 7–9 jam
Hormon pertumbuhan paling aktif dilepaskan saat tidur malam, sehingga durasi tidur sangat memengaruhi pertumbuhan.
8. Apakah makanan tertentu bisa membantu menambah tinggi badan?
Ya. Makanan kaya protein, kalsium, vitamin D, dan magnesium sangat penting untuk pertumbuhan tulang. Sumber nutrisi terbaik meliputi:
-
Ikan salmon, tuna
-
Telur
-
Susu dan produk olahannya
-
Buah dan sayur
-
Biji-bijian dan kacang-kacangan
9. Apakah stres bisa menghambat pertumbuhan?
Ya. Stres berkepanjangan dapat mengganggu hormon dan nafsu makan, yang pada akhirnya memengaruhi pertumbuhan. Anak dan remaja membutuhkan gaya hidup sehat dan suasana emosional yang stabil untuk tumbuh optimal.
10. Apakah orang dewasa bisa menambah tinggi badan?
Secara alami, tidak. Setelah lempeng pertumbuhan menutup, tinggi badan tidak akan bertambah lagi. Pada orang dewasa, satu-satunya cara meningkatkan tinggi secara fisik adalah operasi pemanjangan tulang, yang bersifat kompleks dan memiliki risiko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








