Minum Alkohol Saat Hipertensi, Aman atau Berbahaya?

AKURAT.CO Bagi penderita tekanan darah tinggi, konsumsi alkohol sering menimbulkan pertanyaan sendiri, karena alkohol dapat memengaruhi kestabilan tekanan darah.
Sebelum mengonsumsi alkohol, penting memahami bagaimana efeknya terhadap tubuh dan risiko yang bisa muncul. Berikut penjelasannya.
Pengaruh Alkohol Terhadap Tekanan Darah
1. Alkohol bisa menaikkan tekanan darah
Minum alkohol setiap hari dapat memicu kenaikan tekanan darah. Pada konsumsi sekitar 48 gram per hari, tekanan sistolik bisa naik hampir 5 mmHg.
2. Memicu lonjakan detak jantung dan hormon stres
Alkohol mendorong pelepasan hormon stres seperti kortisol dan epinefrin yang membuat pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah meningkat.
3. Dampak jangka panjang pada jantung dan pembuluh darah
Penggunaan alkohol berlebihan dan terus-menerus membuat tekanan darah tinggi secara persisten, membebani jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.
4. Pengaruh pada sistem pengatur tekanan darah
Alkohol dapat mengaktifkan sistem RAAS yang berperan mempertahankan tekanan darah. Aktivasi berlebih membuat tekanan darah naik semakin tinggi.
5. Efek sesaat vs efek berlebihan
Dalam porsi kecil, alkohol bisa menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah sementara. Namun konsumsi berlebihan berbalik memicu penyempitan pembuluh dan hipertensi.
Baca Juga: Hipertensi Masih Menjadi Momok Memprihatinkan Masyarakat Dunia dan Indonesia
6. Batas konsumsi yang disarankan
Untuk mengurangi risiko hipertensi, batas aman adalah dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas untuk wanita. Melebihi batas ini meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









