Apa Itu Intermittent Fasting? Panduan Lengkap untuk Pemula

AKURAT.CO Intermittent fasting merupakan metode diet yang berfokus pada pengaturan waktu makan, bukan pada jenis atau jumlah makanan yang dikonsumsi. Pola ini mirip dengan puasa, di mana seseorang hanya diperbolehkan makan dalam jangka waktu tertentu dan menahan diri dari asupan makanan di waktu lainnya.
Berbeda dari diet konvensional yang menuntut perhitungan kalori, metode ini lebih menekankan pada kapan tubuh menerima asupan energi.
Keunggulan intermittent fasting terletak pada fleksibilitasnya. Pelakunya tetap dapat menikmati berbagai jenis makanan tanpa harus merasa terbebani oleh aturan diet yang rumit.
Selain membantu menurunkan berat badan, pola makan ini juga dipercaya dapat menstabilkan kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh secara keseluruhan.
Selama menjalankan intermittent fasting, seseorang tetap diperbolehkan mengonsumsi air putih serta minuman tanpa kalori dan tanpa tambahan gula.
Terdapat berbagai variasi program yang bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, seperti metode 16/8, metode 5:2, dan beberapa pola lainnya agar proses diet tetap terasa nyaman dan berkelanjutan.
Baca Juga: Tips Diet Tanpa Gula dengan Cara Mudah untuk Pemula
Manfaat Intermittent Fasting
Intermittent fasting juga dikenal memiliki beragam manfaat bagi tubuh bila dilakukan secara konsisten dan tepat. Berikut beberapa manfaat utama yang bisa dirasakan:
1. Menurunkan Berat Badan
Dengan membatasi waktu makan, jumlah kalori yang masuk ke tubuh otomatis lebih terkendali. Pola ini mendorong tubuh untuk membakar cadangan lemak sebagai sumber energi utama.
Jika dilakukan secara konsisten, intermittent fasting terbukti efektif membantu menurunkan berat badan serta meningkatkan metabolisme.
2. Mengatur Kadar Gula Darah
Salah satu manfaat utama intermittent fasting adalah kemampuannya menstabilkan kadar gula darah. Pola ini membantu meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Dengan pengaturan waktu makan yang teratur, kadar gula tubuh lebih seimbang, energi tetap stabil sepanjang hari, dan tubuh terasa lebih bugar untuk beraktivitas.
3. Menjaga Kesehatan Jantung
Intermittent fasting berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta tekanan darah tinggi. Kedua hal tersebut sangat penting dalam menjaga kesehatan jantung dan sistem peredaran darah.
Dengan pola makan yang lebih teratur, risiko penyakit kardiovaskular pun dapat ditekan.
4. Menjaga Metabolisme dan Keseimbangan Gula Darah
Dengan menjalankan diet ini, kadar gula darah dan insulin dapat berkurang secara signifikan. Hal ini membantu mencegah terjadinya resistensi insulin dan menurunkan potensi terkena diabetes tipe 2.
Tubuh pun menjadi lebih efisien dalam mengolah energi dan menjaga metabolisme tetap optimal.
5. Berpotensi Mencegah Kanker
Puasa dalam pola intermittent fasting dapat menghambat pertumbuhan sel kanker karena sel-sel abnormal tidak mendapatkan pasokan energi yang cukup untuk berkembang.
Proses ini membantu tubuh lebih fokus memperbaiki sel-sel sehat yang masih berfungsi baik.
6. Mencegah Inflamasi (Peradangan)
Inflamasi kronis sering kali menjadi penyebab berbagai penyakit serius.
Dengan mengatur waktu makan secara teratur, tubuh memiliki kesempatan untuk beristirahat dan memperbaiki sistem kekebalan, sehingga risiko peradangan dapat diminimalkan.
7. Mendukung Proses Detoksifikasi Tubuh
Selama berpuasa, tubuh akan mengalami proses alami bernama autophagy, yaitu pembersihan sel-sel rusak dan penguraian zat beracun. Proses ini membantu memperbarui sel tubuh serta menjaga organ-organ penting tetap berfungsi dengan baik.
Baca Juga: Apa Itu Intermittent Fasting? 10 Manfaatnya Bagi Tubuh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









