Akurat

Apa Itu Stroke Ringan dan Apakah Bisa Sembuh Total

Eko Krisyanto | 9 November 2025, 20:39 WIB
Apa Itu Stroke Ringan dan Apakah Bisa Sembuh Total

AKURAT.CO Stroke ringan sering kali dianggap sepele karena gejalanya cepat hilang, padahal kondisi ini bisa menjadi peringatan dini sebelum terjadi stroke yang lebih berat. 

Mengetahui tanda, penyebab, dan cara penanganannya penting agar penderita dapat segera memperoleh pertolongan dan peluang sembuh lebih besar.

Baca Juga: Waspadai! 5 Gejala Stroke Ringan Yang Tidak Boleh Disepelekan

Pengertian Stroke Ringan

Mengutip dari Kementerian Kesehatan RI, stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA) adalah kondisi gangguan aliran darah ke otak yang bersifat sementara. 

Gejalanya mirip dengan stroke biasa seperti wajah mencong, bicara pelo, atau kelemahan anggota tubuh, tetapi biasanya hanya berlangsung beberapa menit hingga kurang dari 24 jam. 

Meskipun gejalanya cepat hilang, stroke ringan tetap memerlukan pemeriksaan medis segera karena dapat menjadi tanda awal risiko stroke berat dalam waktu dekat.

Kondisi ini umumnya terjadi akibat adanya sumbatan kecil pada pembuluh darah otak yang menghambat suplai oksigen, lalu aliran kembali normal dalam waktu singkat.

Penyebab dan Faktor Risiko Stroke Ringan

Penyebab utama stroke ringan adalah penumpukan plak kolesterol yang menghambat aliran darah. Faktor risiko lainnya termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, dan gaya hidup tidak sehat. 

Seseorang yang pernah mengalami stroke ringan memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke berat jika tidak mengubah pola hidupnya.

Untuk mencegahnya, disarankan rutin memeriksa tekanan darah, mengontrol kadar gula darah, serta menjaga berat badan ideal dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur.

Baca Juga: Terkena Stroke Ringan, Sidang Gatot Brajamusti Ditunda

Apakah Stroke Ringan Bisa Sembuh Total?

Sebagian besar penderita stroke ringan dapat pulih sepenuhnya jika mendapat penanganan cepat dan tepat. 

Namun, kesembuhan total bergantung pada kondisi kesehatan umum dan seberapa cepat penderita mendapatkan terapi medis setelah gejala muncul. 

Penanganan biasanya meliputi pengencer darah, pengaturan tekanan darah, serta rehabilitasi ringan untuk mencegah kekambuhan.

Setelah pulih, penderita dianjurkan menerapkan gaya hidup sehat, menghindari stres, dan menjalani pemeriksaan rutin agar risiko stroke berulang dapat diminimalkan.

Nora Niswatun Choirina (Magang) 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R