Akurat

Kok Bisa Sih Gula Bikin Gemuk dan Diabetes di Usia Muda? Ini Faktanya

Herry Supriyatna | 3 November 2025, 23:00 WIB
Kok Bisa Sih Gula Bikin Gemuk dan Diabetes di Usia Muda? Ini Faktanya

AKURAT.CO Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang.

Mulai dari kopi susu kekinian, bubble tea, soda, hingga camilan seperti kue dan biskuit, semua mengandung gula dalam jumlah tinggi.

Meski terasa nikmat, konsumsi gula berlebih dapat berdampak serius bagi kesehatan.

Tidak hanya memicu kenaikan berat badan, tetapi juga meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, bahkan pada usia muda.

Mengapa Gula Memicu Kenaikan Berat Badan?

Gula merupakan sumber kalori tinggi yang tidak memberikan efek kenyang. Saat mengonsumsi minuman atau makanan manis, tubuh mendapatkan “energi kosong”—kalori tanpa nutrisi dan tanpa membuat kenyang.

Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak dari kebutuhan tubuh, dan kelebihan kalori tersebut disimpan sebagai lemak.

Gula juga dapat mengganggu sinyal kenyang di otak dan memicu keinginan untuk terus makan. Inilah alasan makanan dan minuman manis membuat ketagihan dan sulit dihentikan.

Baca Juga: Bank Artha Graha Sosialisasikan Kredit Program Perumahan untuk Perkuat UMKM dan Properti

Risiko Obesitas pada Usia Muda

Remaja dan anak muda sangat rentan terhadap obesitas karena pola hidup cepat dan tingginya konsumsi minuman manis.

Satu gelas minuman kekinian bahkan bisa mengandung hingga 10 sendok teh gula—melebihi batas anjuran WHO, yaitu maksimal 6 sendok teh per hari untuk orang dewasa.

Asupan gula berlebih yang terus-menerus membuat tubuh menumpuk lemak, terutama di area perut. Lemak perut berbahaya karena berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan gangguan metabolik.

Kaitan Gula, Insulin, dan Diabetes

Konsumsi gula berlebih membuat kadar gula darah melonjak, sehingga tubuh memproduksi insulin dalam jumlah besar.

Bila kebiasaan ini berlangsung lama, tubuh dapat mengalami resistensi insulin—kondisi ketika sel tidak lagi merespons insulin dengan baik.

Resistensi insulin adalah pintu masuk menuju diabetes tipe 2 dan dapat merusak berbagai organ seperti hati, ginjal, dan jantung.

Dampak Jangka Panjang Konsumsi Gula Berlebih

Kebiasaan mengonsumsi gula tinggi dapat memicu berbagai masalah kesehatan, antara lain:

  • Obesitas dan peningkatan lemak tubuh – terutama di area perut dan pinggang

  • Penyakit jantung – meningkatkan trigliserida dan menurunkan kolesterol baik (HDL)

  • Perlemakan hati (fatty liver) – fruktosa diubah menjadi lemak dan menumpuk di hati

  • Asam urat & peradangan – dapat memicu nyeri sendi dan inflamasi

  • Meningkatkan risiko kanker – obesitas akibat gula berlebih berkaitan dengan beberapa jenis kanker

Cara Mudah Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula bukan berarti berhenti total. Kuncinya adalah membatasi dengan bijak. Berikut langkah praktis yang bisa dilakukan:

Baca Juga: Daftar Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 November, Klaim Paket Upgrade Langka!

  • Batasi minuman manis; ganti dengan air putih, infused water, atau teh tanpa gula

  • Cek label makanan: hindari yang tinggi sugar, corn syrup, atau fructose

  • Kurangi camilan manis; pilih buah segar sebagai pengganti

  • Kurangi takaran gula saat membuat minuman di rumah

  • Tidur cukup & olahraga rutin untuk menjaga kestabilan gula darah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
Herry Supriyatna