Akurat

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara bagi Perempuan

Mukodah | 29 Oktober 2025, 23:09 WIB
Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara bagi Perempuan

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2022 mencatat ada 2,3 juta perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara dan 670.000 kematian secara global.

Kanker payudara terjadi pada perempuan di setiap negara pada usia berapa pun setelah masa pubertas, namun dengan tingkat kejadian yang meningkat pada usia lanjut.

Menurut Globocan 2022, di Indonesia, kanker payudara masih menduduki peringkat nomor satu dari seluruh jenis kanker dengan jumlah kasus baru 16,2 persen kanker baru pada semua jenis kelamin dan 30,1 persen kasus kanker baru pada perempuan.

Kanker payudara merupakan kanker yang berasal dari epitel duktus dan lobulus dalam jaringan kelenjar payudara.

Baca Juga: Paramount Land Groundbreaking Kawasan Hudson Square di Manhattan District Gading Serpong

Penyebabnya sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kanker payudara.

Waspadai Faktor Risiko Kanker Payudara

Kanker payudara bisa menyerang siapa saja, namun risikonya meningkat bagi beberapa orang yang memiliki beberapa faktor berikut:

- Usia di atas 40 tahun.
- Belum pernah hamil atau melahirkan di usia lanjut.
- Tidak menyusui atau menyusui dalam waktu singkat.
- Menstruasi terlalu dini atau menopause terlambat.
- Penggunaan obat hormonal tanpa pengawasan dokter.
- Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau kanker ovarium.
- Pernah menjalani operasi tumor atau radiasi dada di usia muda.
- Kelebihan berat badan dan kurang olahraga.
- Konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok.

Kenali Gejala Awalnya

Waspadai bila muncul benjolan padat dan keras di payudara, perubahan bentuk atau posisi puting, keluar darah dari puting, kulit tampak seperti kulit jeruk (peau d'orange) atau benjolan di ketiak.

Baca Juga: Segera Hadir, Destinasi Belanja Bahan Pangan Segar dengan Suasana dan Pengalaman Baru di Paramount Gading Serpong

"Banyak pasien datang saat stadium sudah lanjut karena mengabaikan perubahan kecil di payudara. Padahal jika diperiksa lebih awal, pengobatan bisa lebih sederhana dan hasilnya jauh lebih baik," jelas dr. Ivan Rinaldy, Sp.B, Subsp. Onk(K), Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dalam keterangannya, Rabu (29/10/2025).

Langkah Penting Deteksi Dini

Pencegahan terbaik terhadap kanker payudara adalah deteksi dini yang dapat dilakukan melalui dua cara utama, Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan Sadanis (Pemeriksaan Payudara oleh Tenaga Medis).

Sadari dilakukan oleh wanita usia di atas 20 tahun. Bagi yang masih haid, lakukan pada hari ketujuh hingga kesepuluh setelah hari pertama haid dan bagi yang menopause pada tanggal yang sama setiap bulan.

Amati bentuk payudara di depan cermin lalu raba seluruh bagian payudara dan ketiak untuk memastikan tidak ada benjolan atau perubahan.

Baca Juga: Kampung Sunyi Suwirjo, Wahana Rumah Hantu Terbaru di Gading Serpong dengan Sensasi Horor Khas Jawa

"Sadari adalah bentuk cinta pada diri sendiri. Dengan pemeriksaan sederhana di rumah, wanita dapat mengenali perubahan sejak dini," kata dr. Ivan.

Sadanis dilakukan oleh tenaga medis atau dokter untuk memeriksa adanya kelainan. Jika ditemukan indikasi mencurigakan, dokter dapat melanjutkan pemeriksaan dengan USG payudara atau mammografi.

Bagi perempuan usia di atas 15 tahun, pemeriksaan klinis ini dianjurkan dilakukan setiap dua-tiga tahun sekali agar deteksi dini dapat dilakukan sebelum kanker mencapai stadium lanjut.

"Sadanis melengkapi langkah Sadari. Pemeriksaan klinis oleh dokter memastikan deteksi lebih akurat dan menjadi pintu awal menuju penanganan yang tepat," tambah dr. Ivan.

Baca Juga: Paramount Land Luncurkan Grand Boulevard Aniva Tahap Enam, Pusat Komersial Paling Hits di Gading Serpong

Jika terdiagnosis kanker payudara terdapat beberapa pilihan terapi tergantung pada stadium dan kondisi pasien, antara lain pembedahan (surgery), radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi target dan imunoterapi.

Sebagai rumah sakit yang berfokus pada kesehatan wanita, Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan Breast Clinic dengan pendekatan hangat dan profesional.

Fasilitas modern seperti USG payudara, mammografi, biopsi hingga layanan onkologi terpadu tersedia untuk mendukung pemeriksaan dan penanganan yang cepat dan akurat.

"Breast Clinic Bethsaida kami rancang agar setiap wanita merasa aman dan nyaman saat memeriksakan diri (terhadap kanker payudara). Kami percaya, perhatian kecil terhadap kesehatan hari ini bisa menyelamatkan masa depan mereka," tutup dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.

Baca Juga: Jadi Tempat Bisnis dan Kuliner yang Vibrant, Aniva Buktikan Daya Tarik Investasi Komersial di Gading Serpong

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK