Kulit Terinfeksi Bakteri? Ini Langkah Mudah Mengatasinya

AKURAT.CO Infeksi kulit akibat bakteri terjadi ketika bakteri berkembang biak berlebihan di kulit atau masuk melalui luka terbuka. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti kemerahan, pembengkakan, nyeri, gatal, dan kadang disertai demam.
Bakteri Staphylococcus dan Streptococcus sering menyebabkan infeksi kulit seperti bisul, impetigo, folikulitis, atau selulitis.
Infeksi bisa muncul di berbagai bagian tubuh dan memerlukan penanganan medis.
Risiko lebih tinggi pada kulit kering, pecah-pecah, atau orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Baca Juga: Rahasia Masker Oatmeal: Solusi Alami untuk Kulit Berjerawat dan Lebih Sehat
Penyebab dan Faktor Risiko
1. Sistem kekebalan tubuh lemah
Orang dengan daya tahan tubuh rendah, seperti penderita HIV, diabetes, pengguna obat imunosupresan, pasien kemoterapi, atau individu dengan malnutrisi, lebih rentan terhadap infeksi kulit.
2. Usia lanjut dan faktor genetik
Daya tahan tubuh menurun seiring bertambahnya usia, sementara riwayat infeksi kulit dalam keluarga menunjukkan adanya faktor genetik yang meningkatkan risiko.
3. Kurang menjaga kebersihan dan paparan lingkungan
Kebersihan tubuh atau lingkungan yang buruk, tinggal di tempat lembap atau kotor, serta paparan berlebih sinar UV yang merusak kulit, bisa memicu pertumbuhan bakteri.
4. Kondisi kulit dan luka
Luka, dermatitis, eksim, atau kondisi kulit kronis lainnya mempermudah bakteri masuk dan berkembang biak di kulit.
5. Kebiasaan dan posisi tubuh
Menggunakan pakaian basah atau lembap, atau berlama-lama di satu posisi karena lumpuh atau bed rest jangka panjang, juga meningkatkan risiko infeksi kulit.
Baca Juga: Bahaya! Treatment di Salon Juga Bisa Tularkan Infeksi Kulit
Cara Mudah Mengatasi Infeksi Kulit
1. Oleskan madu untuk mengurangi peradangan
Madu memiliki sifat antibakteri yang efektif mengurangi kemerahan dan pembengkakan pada kulit.
Penggunaan rutin pada area yang terinfeksi dapat mempercepat penyembuhan infeksi kulit ringan.
2. Gel lidah buaya untuk regenerasi kulit
Lidah buaya mengandung zat antimikroba dan antiinflamasi yang membantu meredakan iritasi sekaligus mempercepat regenerasi kulit.
Oleskan gel lidah buaya segar beberapa kali sehari pada area yang terinfeksi.
3. Tea tree oil sebagai antiseptik alami
Tea tree oil memiliki sifat antimikroba dan antiseptik. Mengoleskan beberapa tetes pada area infeksi membantu membersihkan kulit dan menghambat pertumbuhan bakteri.
4. Menjaga kebersihan kulit
Rutin membersihkan area yang terinfeksi dengan air bersih dan sabun ringan sangat penting. Hindari menggaruk atau memecahkan luka untuk mencegah penyebaran infeksi.
5. Pilih pakaian yang nyaman dan longgar
Menggunakan pakaian longgar berbahan katun memungkinkan kulit bernapas dan tetap kering sehingga mengurangi tempat bagi bakteri untuk berkembang.
6. Konsultasi dokter bila perlu
Jika infeksi tidak membaik atau semakin parah, segera konsultasikan ke dokter.
Pengobatan mungkin meliputi antibiotik topikal atau oral sesuai kebutuhan.
Mengatasi infeksi kulit akibat bakteri membutuhkan penanganan yang tepat, mulai dari perawatan sederhana di rumah hingga konsultasi medis bila diperlukan.
Menjaga kebersihan kulit secara rutin dan menerapkan langkah pencegahan dapat mencegah komplikasi serta memastikan kulit tetap sehat dan terlindungi.
Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









