Akurat

Haid Tidak Teratur? Ini Hubungan Antara Stres dan Siklusmu

Ratu Tiara | 17 Oktober 2025, 16:07 WIB
Haid Tidak Teratur? Ini Hubungan Antara Stres  dan Siklusmu

AKURAT.CO Haid yang tidak teratur merupakan keluhan yang kerap dialami banyak perempuan. Salah satu faktor yang sering luput dari perhatian adalah stres. Kondisi psikologis ini ternyata dapat memengaruhi keseimbangan hormon sehingga berdampak langsung pada siklus menstruasi.

Baca Juga: 7 Tanaman Obat untuk Melancarkan Haid

Apa Itu Siklus Haid yang Normal? 

Siklus haid yang sehat umumnya berlangsung setiap 21–35 hari dengan rata-rata sekitar 28 hari.

Periode menstruasi biasanya berlangsung 2–7 hari dengan volume darah sekitar 30–80 ml. Pola ini cenderung konsisten dari bulan ke bulan yang mencerminkan keseimbangan hormon dan kesehatan reproduksi yang baik.

Bagaimana Stres Memengaruhi Siklus Haid?

Stres dapat memengaruhi siklus haid dengan mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur menstruasi.

Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol berlebih yang bisa mengintervensi hipotalamus, bagian otak yang mengontrol siklus haid melalui hormon estrogen dan progesteron. Akibatnya, ovulasi bisa terganggu sehingga haid menjadi tidak teratur, tertunda, atau bahkan berhenti sementara.

Dampaknya bisa berupa siklus yang lebih panjang atau pendek, perdarahan tidak normal, dan nyeri haid yang lebih parah.

Beberapa perempuan juga mengalami kram perut intens karena peningkatan prostaglandin, hormon yang memicu kontraksi otot rahim. Tingkat pengaruh stres berbeda-beda, ada yang hanya mengalami sedikit keterlambatan, ada pula gangguan jangka panjang.

Baca Juga: Kenapa Wanita Harus Mandi Wajib Setelah Haid dan Keramas Setelah Berhubungan? Ini Penjelasan dalam Islam

Gejala Haid Tidak Teratur Akibat Stres

1. Siklus haid tidak teratur 

Stres dapat membuat siklus haid menjadi tidak menentu, misalnya lebih panjang atau lebih pendek dari normal (lebih dari 35 hari atau kurang dari 21 hari). Pada beberapa kasus, haid bahkan bisa berhenti sementara selama beberapa minggu hingga bulan (amenore sekunder).

2. Perubahan durasi dan volume haid 

Durasi menstruasi bisa berubah, berlangsung lebih lama atau lebih singkat, dan volume darah pun tidak stabil, kadang lebih banyak atau lebih sedikit.

3. Nyeri haid yang meningkat 

Stres dapat memperparah nyeri haid atau kram perut karena peningkatan prostaglandin, hormon yang memicu kontraksi otot rahim lebih kuat dari normal.

4. Gejala fisik dan emosi lain 

Gejala lain meliputi sering buang air kecil, pernapasan cepat, sakit perut, diare, perubahan mood, gangguan tidur, dan nyeri perut tanpa haid, menandakan stres memengaruhi siklus menstruasi.

Cara Mengurangi Dampak Stres pada Haid 

1. Olahraga teratur 

Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau yoga membantu mengurangi stres dengan merangsang pelepasan endorfin, sehingga mendukung kestabilan siklus haid.

2. Tidur cukup 

Tidur 7 - 8 jam per malam penting untuk keseimbangan hormon. Hindari gadget sebelum tidur dan ciptakan lingkungan nyaman agar tubuh pulih dari stres.

3. Pola makan sehat 

Konsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin, mineral, dan protein mendukung fungsi hormon normal, sementara gula, kafein, dan makanan olahan sebaiknya dibatasi.

4. Teknik relaksasi 

Meditasi, latihan pernapasan, atau kegiatan menyenangkan seperti menonton film dan berkumpul dengan teman dapat meredakan stres dan membantu siklus haid teratur.

5. Menjaga berat badan ideal 

Berat badan ekstrem dapat memengaruhi haid. Diet seimbang dan olahraga membantu menjaga kestabilan siklus menstruasi.

6. Konsultasi profesional 

Jika stres berat dan gangguan haid berkepanjangan, konsultasikan dengan psikolog atau dokter untuk penanganan dan pemulihan siklus haid. 

Mengelola stres tidak hanya penting untuk kesehatan mental, tetapi juga berperan besar dalam menjaga siklus haid tetap teratur.

Dengan pola hidup sehat, tidur cukup, relaksasi, dan dukungan profesional bila diperlukan, wanita dapat membantu tubuh tetap seimbang dan menstruasi berjalan normal.

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R