Apa Itu Lipoma di Leher? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya Sebelum Terlambat

AKURAT.CO Banyak yang belum memahami apa itu lipoma, terutama ketika benjolan ini muncul di area leher dan menimbulkan rasa khawatir.
Lipoma adalah benjolan jinak yang terbentuk dari jaringan lemak di bawah kulit, biasanya tumbuh lambat dan tidak berbahaya.
Meski tampak sepele, lipoma di leher bisa menimbulkan ketidaknyamanan jika ukurannya membesar atau menekan saraf di sekitarnya.
Penting untuk mengenali gejala, penyebab, serta cara mengobatinya agar tidak salah mengira dengan penyakit lain yang lebih serius.
Maka dari itu, berikut penjelasannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Apa Itu Lipoma di Leher?
Lipoma adalah tumor jinak yang terbentuk dari sel lemak (adiposa), tumbuh di antara kulit dan lapisan otot.
Baca Juga: Apa Itu Etanol? Aman atau Berbahaya Jika Dicampurkan ke BBM? Ternyata Ini Dampaknya
Walaupun lipoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh, area leher merupakan salah satu lokasi yang cukup sering ditemukan.
Pada daerah kepala dan leher, lipoma relatif jarang dibandingkan area tubuh lainnya, tetapi bila muncul, sering berada di bagian belakang leher (posterior neck).
Lipoma bersifat jinak (nonkanker), artinya tidak akan menyebar ke bagian tubuh lain dan pertumbuhannya biasanya lambat.
Gejala Lipoma di Leher
Ciri atau gejala umum lipoma di leher antara lain:
- Timbul benjolan lunak di bawah kulit, yang berada antara kulit dan lapisan otot.
- Ukuran benjolan biasanya kecil (beberapa cm), tetapi bisa tumbuh secara bertahap.
- Benjolan terasa lembek atau kenyal jika disentuh, dan mudah digerakkan sedikit di bawah kulit.
- Umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.
- Namun jika ukurannya cukup besar atau menekan saraf atau pembuluh darah di sekitarnya, bisa muncul keluhan seperti nyeri, ketidaknyamanan, keterbatasan gerak leher, atau sensasi kesemutan.
- Jika lipoma tumbuh sangat besar (misalnya lebih dari 10 cm), bisa mempengaruhi struktur di sekitarnya seperti saluran napas atau esofagus, menyebabkan kesulitan menelan atau gangguan fungsi leher.
Baca Juga: Apa Itu Supermoon? Fenomena Langka yang Terjadi pada 7 Oktober 2025, Begini Penjelasannya
Penyebab Lipoma
Hingga saat ini, penyebab pasti lipoma belum sepenuhnya dipahami. Namun, sejumlah faktor yang dianggap berperan antara lain:
1. Faktor genetik / keturunan
Ada kecenderungan dalam keluarga yang sama untuk mengalami lipoma.
2. Gangguan metabolik / kondisi kesehatan tertentu
Beberapa studi menyebut bahwa obesitas, kolesterol tinggi, kondisi hati, diabetes, atau konsumsi alkohol berlebih bisa menjadi faktor risiko.
3. Trauma lokal
Kadang lipoma muncul setelah cedera atau trauma ringan di suatu area, meskipun bukti ilmiahnya terbatas.
4. Faktor lain yang diduga
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi hormon, penggunaan kortikosteroid, atau kondisi endokrin tertentu mungkin terkait.
Lipoma bukanlah kanker dan umumnya bukan hasil dari sel ganas.
Cara Mengobati Lipoma di Leher
Karena lipoma bersifat jinak dan tumbuh lambat, tidak semua lipoma perlu diobati. Berikut opsi pengobatan yang umum diterapkan:
1. Observasi / Pemantauan
Baca Juga: Apa Itu Bakteri Salmonella? Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya Sebelum Terlambat!
Jika lipoma kecil, tidak tumbuh pesat, dan tidak mengganggu fungsi atau penampilan, dokter sering menyarankan untuk memantau saja.
Pantau perubahan ukuran, tekstur, dan apakah timbul keluhan lain. Jika ada pertumbuhan cepat atau gejala, perlu evaluasi lebih lanjut.
2. Operasi Pengangkatan (Eksisi)
Ini adalah metode paling umum jika lipoma mengganggu atau tumbuh besar. Dokter akan membuat sayatan dan mengangkat benjolan lemak secara keseluruhan.
Setelah pengangkatan, sampel jaringan bisa dikirim ke laboratorium untuk uji histopatologi guna memastikan sifat jinak. Risiko kekambuhan kecil jika seluruh jaringan diangkat dengan rapi.
3. Liposuction
Pada beberapa kasus, lipoma dapat diangkat dengan teknik hisap lemak (liposuction), terutama jika lokasi memungkinkan dan ukuran tidak terlalu besar.
Kelemahan metode ini: jika jaringan lipoma tidak diangkat seluruhnya (ada sisa), bisa terjadi kekambuhan.
4. Terapi Non-Medis / Pengobatan Rumahan
Beberapa orang mengandalkan ramuan herbal (misalnya kunyit, daun mimba, chickweed) sebagai upaya membantu menghambat pertumbuhan lipoma. Namun, bukti ilmiahnya terbatas dan tidak menggantikan evaluasi medis.
Metode ini sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter, dan apabila benjolan berubah, segera konsultasi ke ahli.
Baca Juga: Apa Itu KPR FLPP? Syarat, Cara Daftar, dan Keuntungan Beli Rumah Subsidi
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda menemukan benjolan di leher dengan ciri-ciri berikut, segera konsultasikan ke dokter:
- Benjolan bertumbuh dengan cepat dalam waktu singkat
- Muncul nyeri, kesemutan, atau gangguan gerak leher
- Benjolan sangat besar dan mengganggu fungsi (misalnya menelan, bicara)
- Terasa keras atau tidak seperti lipoma biasa
- Terjadi perubahan warna kulit, luka, atau perdarahan
- Gejala sistemik seperti penurunan berat badan tanpa sebab, demam, atau malaise
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan bila perlu pemeriksaan lanjutan seperti:
- Ultrasonografi (USG)
- CT scan atau MRI
- Biopsi atau aspirasi jarum halus (fine needle aspiration)
Itulah penjelasan lengkap mengenai lipoma di leher, mulai dari pengertian, gejala, hingga cara mengobatinya.
Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, kamu bisa segera melakukan pemeriksaan medis agar kondisi ini tidak menimbulkan gangguan yang lebih serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









