Telur Ayam Lunak seperti Karet? Kenali Faktor Penyebabnya

AKURAT.CO Peternak ayam maupun masyarakat yang memelihara ayam kampung di rumah kerap mendapati telur dengan kondisi tidak biasa seperti cangkang terasa sangat tipis, rapuh, bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki lapisan keras.
Telur semacam ini sering disebut sebagai telur karet atau telur bercangkang lunak.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal yang asing dalam dunia peternakan, namun banyak yang belum memahami apa penyebabnya.
Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan maupun pola pemeliharaan yang perlu diperhatikan.
Apa Itu Telur Bercangkang Lunak?
Telur normal memiliki cangkang keras yang 95 persen komponennya terbentuk dari kalsium karbonat. Lapisan ini berfungsi melindungi kuning dan putih telur dari benturan maupun serangan bakteri.
Pada kasus telur bercangkang lunak, lapisan kalsium tersebut tidak terbentuk sempurna. Akibatnya, telur hanya diselimuti oleh membran tipis yang mirip plastik bening.
Kondisi ini tidak hanya gangguan kecil biasa. Telur dengan cangkang rapuh berpotensi pecah di dalam saluran reproduksi, yang bisa memicu infeksi serius seperti peritonitis.
Karena itu, memahami penyebabnya menjadi langkah penting untuk mencegah kerugian bagi peternak.
Penyebab Telur Ayam Bercangkang Lunak
Beberapa faktor yang umum memengaruhi kualitas cangkang telur antara lain:
1. Kekurangan Kalsium
Cangkang telur sangat bergantung pada kecukupan mineral kalsium. Tanpa asupan yang memadai, tubuh ayam tidak mampu memproduksi lapisan keras.
Biasanya hal ini terjadi jika ayam hanya diberi pakan dasar tanpa tambahan sumber kalsium, seperti cangkang tiram, tepung tulang atau cangkang telur yang dihaluskan.
2. Faktor Usia Ayam
Ayam muda yang baru pertama kali bertelur kerap menghasilkan telur dengan cangkang tipis. Sebaliknya, ayam yang sudah tua juga berisiko mengalami hal serupa karena proses metabolisme kalsium melemah seiring bertambahnya umur.
3. Stres Lingkungan
Perubahan suhu ekstrem, serangan predator, kebisingan, hingga penambahan ayam baru ke dalam kandang dapat menimbulkan stres. Kondisi ini membuat ayam bertelur sebelum proses pembentukan cangkang selesai.
4. Kekurangan Vitamin D dan Nutrisi Lain
Vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium. Ayam yang jarang terpapar sinar matahari atau kekurangan vitamin dalam pakan akan kesulitan menyerap mineral, sehingga telur lebih sering keluar dengan cangkang lunak.
Selain itu, defisiensi vitamin A, E dan fosfor juga turut memengaruhi kualitas telur.
5. Genetik dan Penyakit
Beberapa ayam secara genetik memang cenderung menghasilkan telur bercangkang tipis.
Selain itu, penyakit pernapasan menular seperti infectious bronchitis atau Newcastle disease juga dapat mengganggu sistem reproduksi dan kualitas telur.
Dampak bagi Peternak
Telur bercangkang lunak tentu merugikan, terutama bagi peternak skala besar. Selain sulit dipasarkan, telur rapuh juga lebih cepat rusak dan mudah terkontaminasi.
Jika dibiarkan, masalah ini bisa menurunkan produktivitas, meningkatkan risiko penyakit, dan berdampak pada kerugian ekonomi.
Cara Mencegah Telur Bercangkang Lunak
Untuk menjaga kualitas telur, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
• Memberikan Pakan Kaya Kalsium
Tambahkan pakan khusus ayam petelur, cangkang tiram, atau tepung kapur sebagai sumber kalsium tambahan. Sebaiknya kalsium diberikan secara terpisah agar ayam bisa mengonsumsi sesuai kebutuhan.
• Memastikan Paparan Sinar Matahari
Ayam perlu dijemur atau dibiarkan berada di area terbuka agar mendapatkan vitamin D alami. Hal ini membantu penyerapan kalsium lebih optimal.
• Kurangi Faktor Stres
Jaga kondisi kandang tetap bersih, aman, dan nyaman. Hindari perubahan mendadak yang bisa mengganggu mental ayam.
• Tambahkan Suplemen
Jika diperlukan, suplemen vitamin A, D, dan E dapat diberikan untuk mendukung sistem reproduksi ayam.
• Konsultasi dengan Dokter Hewan
Jika kasus telur bercangkang lunak terjadi berulang kali, ada baiknya dilakukan pemeriksaan medis untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit.
Telur bercangkang lunak bukan sekadar masalah kecil dalam pemeliharaan ayam. Kondisi ini bisa menjadi peringatan bahwa ada yang tidak seimbang dalam nutrisi, kesehatan, maupun lingkungan ayam.
Laporan: Mutiara MY/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









